Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Harlah NU di Sunggal Deli Serdang Diisi Santunan dan Istighotsah

Harlah NU di Sunggal Deli Serdang Diisi Santunan dan Istighotsah
Santunan kepada para dhuafa dan anak yatim piatu dalam rangkaian harlah NU di Sunggal Deli Serdang, Ahad (31/1/2021). (Foto: istimewa)
Santunan kepada para dhuafa dan anak yatim piatu dalam rangkaian harlah NU di Sunggal Deli Serdang, Ahad (31/1/2021). (Foto: istimewa)

Deli Serdang, NU Online

Untuk menjalin silaturahim dan lebih mengenalkan NU ke lapisan masyarakat luas MWCNU dan PAC GP Ansor Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara memberikan santunan kepada para dhuafa dan anak yatim piatu. Kegiatan itu bersamaan dengan rangkaian acara peringatan hari lahir ke-95 NU dalam hitungan tahun Masehi.


Acara yang diselenggarakan pada Ahad, 31 Januari 2021, memang bertepatan dengan lahirnya NU 31 Januari 1926 M. "Acara ini dihadiri seluruh pengurus ranting NU se-Kecamatan Sunggal dan juga seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Sunggal," kata pengurus NU Sunggal, Kiai Muhtarom, Senin (1/2).

 

Ia menambahkan, dalam acara itu, hadir juga Wakil Sekretaris PWNU Sumut H Emir Batubara dan rombongan Rais Syuriyah PCNU Deli Serdang, Camat Sunggal, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Sunggal.

 
Camat Sunggal sangat mengapresiasi kerja keras pengurus MWCNU dan PAC GP Ansor Sunggal yang selama ini ikut serta dalam membantu pemerintah. Ia juga mengaku sangat bangga sebagai kader NU dengan dilaksanakannya peringatan Harlah NU karena di Sunggal sudah hampir 20 tahun tidak ada acara NU.


Rais Syuriyah PCNU Deli Serdang KH Amir Panatagaman memberikan pesan kepada masyarakat umum dan hadirin untuk lebih selektif dalam memilih dan mengundang ustadz atau kiai. "Karena sekarang banyak ustadz yang suka mengkafir-kafirkan orang. Ini sangat berbahaya di masyarakat awam," pesannya.

 

Mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH Syahrul yang berpesan pentingnya ikut dalam organisasi NU. Sebab, NU didirikan para ulama yang sanad keilmuannya sambung sampai ke Nabi Muhammad SAW. Selain itu, dengan rajin ikut di organisasi NU, Insyaallah secara tidak langsung menjadi santri karena di NU banyak pengajian.

 

Pada kesempatan itu, diisi pula istighotsah yang dipimpin oleh Kiai Zainuri, alumnus Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Acara ditutup doa oleh Kiai Muhtarom, alumnus Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur yang sekaligus Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Sunggal.

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori

Posisi Bawah | Youtube NU Online