Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kisah Bung Karno Dibuat Marah Megawati saat Terima Tamu Para Kiai

Jumat, 14 Juli 2017 08:00 Nasional

Bagikan

Kisah Bung Karno Dibuat Marah Megawati saat Terima Tamu Para Kiai
Jakarta, NU Online 
Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menceritakan tentang awal mula mengenal dunia kiai di hadapan ratusan peserta Halaqah Nasional Alim Ulama dan Deklarasi Majelis Dzikir Hubbul Wathan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (13 /7). 

Suatu hari, katanya, Soekarno (Bung Karno) kedatangan tamu dengan memakai sarung dan sandal. Melihat itu, Megawati merasa tamu bapaknya ini tidak sopan.

Menurutnya, ia dan saudara-saudaranya dididik dengan disiplin, antar lain kalau menerima tamu harus berpakaian rapih. "Bapak, tamu bapak itu kok tidak sopan," kata Megawati kepada Soekarno. 

Mendengar itu, kata Megawati, muka Soekarno langsung merah (terlihat marah) dan meminta kepadanya untuk menutup mulut.

"Itu namanya kiai," kata Soekarno memberitahukan kepada Megawati soal identitas para tamunya. Saat itu Megawati masih tidak ngerti tentang kiai. 

"Saya tidak boleh pakai sandal kalau ada tamu, mesti bersepatu. Kenapa bapak izinkan mereka pakai sandal, pakai sarung?" kata Megawati masih penasaran sama bapaknya. 

Ia pun kemudian mendapatkan penjelasan dari Soekarno bahwa para kiai itu adalah pejuang. Tapi, ia masih merasa heran dengan pakaian para kiai. 

"Kalau pejuang saya sudah dengar. Setiap kami makan dan sebagainya ada cerita urusan pejuang, tapi urusan sandal dan sarung baru kali itu saya dengar," ujarnya diikuti tawa hadirin. 

Setelah kejadian tersebut, Megawati mulai mengenal kiai. Lebih-lebih ketika dekat dengan Gus Dur. (Husni Sahal/Fathoni)