IMG-LOGO
Nasional

Inilah Doa KH Maimoen Zubair di Majelis Dzikir Hubbul Wathon

Jumat 14 Juli 2017 20:31 WIB
Bagikan:
Inilah Doa KH Maimoen Zubair di Majelis Dzikir Hubbul Wathon
KH Maimoen Zubair selepas berdoa
Jakarta, NU Online
Kiai sepuh NU, KH Maimoen Zubair berkenan berdoa pada penutup deklarasi dan halaqah alim ulama yang digelar Majelis Dzikir Hubbul Wathon di hotel Borobudur, Jakarta, Kamis malam (13/7). Setelah berdoa dengan menggunakan bahasa Arab, ia menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian ditutup lagi dengan doa berbahasa Arab. 

Berikut doa pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang Jawa Tengah itu:

Ya Allah, ya Rabbi, jadikanlah pertemuan kami ini adalah pertemuan yang penuh Kau rahmati sehingga benar-benar apa yang kita kumpul pada malam ini, malam ini, berkumpul untuk hubbul wathan minal iman, cinta kepada tanah air. Cinta kepada bangsa. Cinta kepada yang Kau berikan kepada kami nikmat yang besar ini, adalah negara Republik Indonesia, Negara Kesatuan yang berdasarkan Pancasila. 


Ya Allah, ya Rabbi, kita mengetahui segala apa pun adalah menurut kehendak-Mu. Segala apa pun itu kudrat iradat-Mu. Kau menjadikan bangsa kami alhamdulillah menjadi bangsa yang benar-benar menjadi tuntunan setelah sudah runtuhnya khalifah-khalifah. 


Khalifah yang Kau berikan adalah empat. Sedangkan yang empat itu adalah satu hal, semuanya kita ketahui harus merujuk kepada yang empat. Kita mempunyai pilar yang empat, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan yang akhir Undang-Undang 1945. 


Ya Allah, pilar empat ini, jadikanlah sebagai pilar Kau perintahkan kepada kami bahwa ketenteraman, kebahagiaan, kestabilan, segala apa kenikmatan, kembali kepada adalatul umara, kepada ilmul ulama, dan kepada syakhawatul aghniya, dan terakhir dua’ul fuqara. Fuqara yang Kau maksud adalah hamba-hamba-Mu, wali-wali-Mu, yang Kau tidak tolak doanya. 


Oleh karena itu, kita beristighfar kepada-Mu dan kemudian minta istighatsah kepada-Mu, kemudian wasilah kepada-Mu, nabi-nabi-Mu, wali-wali-Mu; kuatkanlah persatuan bangsa kami, persatuan bangsa kami ini sehingga mempunyai pilar empat sebagaimana yang Engkau firmankan bahwa awal kali Kau bina di bumi ini adalah mempunyai pilar empat yaitu ka’bah.

Pada Halaqah yang diinisiasi Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin itu dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan sekitar 700 ulama.  (Abdullah Alawi)

Bagikan:
Jumat 14 Juli 2017 22:7 WIB
Pengurus dan Jamaah Masjid di Jakarta Dukung Perppu Pembubaran Ormas Anti-Pancasila
Pengurus dan Jamaah Masjid di Jakarta Dukung Perppu Pembubaran Ormas Anti-Pancasila
Jakarta, NU Online
Sebanyak 30 orang yang terdiri atas pengurus dan jamaah Masjid Al-Muhajirin Rusunawa Pesakih Cengkareng Jakarta Barat menyatakan dukungan terhadap Perppu Nomor 2/2017 Untuk Membubarkan Ormas Anti-Pancasila, Jumat (14/7) sore. Mereka mendukung pembubaran ormas yang tidak sejalan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Bagi mereka, negara ini sudah bisa disebut sebagai Darussalam. Mereka juga memastikan bahwa tidak satupun jamaah Masjid Al-Muhajirin yang bergabung dengan HTI. Mereka menolak keberadaan HTI dan segenap organisasi yang bertentangan dengan Pancasila.

Menurut mereka, menolak Pancasila dan UUD 1945, sama dengan tindakan pemecahbelahan bangsa Indonesia. Mereka menyatakan, keberadaan HTI adalah haram karena bertentangan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil'alamin.

Sikap serupa juga dinyatakan oleh pengurus dan jamaah Masjid Al-Istiqomah Jalan Sarang Bango, Marunda, Jakarta Utara, Jumat (14/7) sore. Sebanyak 40 orang ini menyatakan bahwa Pancasila dan NKRI sudah final dan sesuai dengan syariat Islam yang rahmatan lil alamin.

Forum Silaturahmi Bangsa (FSB) yang berkantor di Jalan Siaga Raya, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini juga mendukung langkah pemerintah untuk menindak tegas ormas anti-Pancasila. Forum ini juga mengalang kekuatan dukungan terhadap pemerintah dari masjid-masjid di Jakarta.

“Kita akan keliling Jakarta, menemui pengurus-pengurus dan jamaah masjid untuk bersama-sama mewaspadai gerakan kelompok anti-NKRI yang mencoba mempengaruhi dan menanamkan propagandanya di masjid-masjid,” kata Sekjen FSB H A Djunaidi Sahal yang juga Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta. (Alhafiz K)
Jumat 14 Juli 2017 19:7 WIB
Banser Bogor Kawal Pemakaman Jenazah Nyai Masturah Idham Khalid
Banser Bogor Kawal Pemakaman Jenazah Nyai Masturah Idham Khalid
Bogor, NU Online
Sejak tersiar kabar kepergian almarhumah Nyai Hj Masturah Idham Chalid, GP Ansor dan Banser Kabupaten Bogor bersiaga di tempat peristirahatan terakhir almarhumah di Cisarua, Bogor. Ratusan Banser sudah berjaga dan ikut membantu mengamankan prosesi pemakaman Nyai Haji Masturah.

Komandan Banser Satuan Koordinasi Cabang Kabupaten Bogor Muhammad Ruslan mengatakan, tugas utama Banser adalah ikut serta membantu prosesi pemakaman almarhumah Nyai Hj Masturah, karena almarhumah tidak hanya istri dari seorang Ketua Umum PBNU, tetapi juga istri seorang pahlawan nasional.

“Banser akan tetap juga selalu siap ketika dibutuhkan baik oleh para ulama maupun umara," kata Ruslan.

Di tempat lain di sela-sela kesibukan menjamu tamu yang ikut mengantarkan jenazah, Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor KH Abdullah Nawawi MDZ menyampaikan bela sungkawa yang sebesar-besarnya.

Ia mengintruksikan Banser se-Kabupaten Bogor untuk terus stand by membantu prosesi pemakaman juga tahlilan yang mungkin nanti akan diadakan di rumah duka.

Sebagaimana diketahui, Nyai Hj Masturah, istri dari almarhum KH Idham Chalid, wafat di Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (13/7) siang. Sebelumnya jenazah disemayamkan di kediamannya di kompleks Yayasan Perguruan Darul Maarif, Jalan RS Fatmawati Nomor 45, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. (Dian Aziz Syah Putra/Alhafiz K)
Jumat 14 Juli 2017 18:20 WIB
Khalifah dan Pilar Empat dalam Doa KH Maimoen Zubair
Khalifah dan Pilar Empat dalam Doa KH Maimoen Zubair
Jakarta, NU Online
KH Maimoen Zubair mengatakan, nikmat yang besar adalah negara Republik Indonesiam negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila. Ia menyampaikan hal itu pada saat berdoa penutup di Halaqah Alim Ulama yang digelar Majelis Dzikir Hubbul Wathon di hotel Borobudur Jakarta, Kamis malam (13/7).

Kiai sepuh itu mengatakan, segala apa pun adalah menurut kehendak Allah. Segala apa pun berada dalam kudrat iradat Allah. 

“Kau menjadikan bangsa kami alhamdulillah menjadi bangsa yang benar-benar menjadi tuntunan setelah sudah runtuhnya khalifah-khalifah,” katanya.  

Menurut Mustasyar PBNU ini, khalifah yang diberikan adalah empat. Sedangkan yang empat itu adalah hal yang harus dirujuk. 

“Kita mempunyai pilar yang empat, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan yang akhir Undang-Undang 1945,” lanjutnya. 

Ia berharap pilar empat itu menjadikan ketenteraman, kebahagiaan, kestabilan, kenikmatan, kembali kepada adalatul umara, kepada ilmul ulama, dan kepada syakhawatul aghniya, dan terakhir dua’ul fuqara.

“Fuqara yang Kau maksud adalah hamba-hamba-Mu, wali-wali-Mu, yang Kau tidak tolak doanya,” lanjut pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang itu.  

Kita beristighfar kepada-Mu, katanya, dan kemudian minta istighatsah kepada-Mu, kemudian wasilah kepada-Mu, nabi-nabi-Mu, wali-wali-Mu. 

“Kuatkanlah persatuan bangsa kami, persatuan bangsa kami ini sehingga mempunyai pilar empat sebagaimana yang Engkau firmankan bahwa awal kali Kau bina di bumi ini adalah mempunyai pilar empat yaitu ka’bah.”

Halaqah yang diinisiasi Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin itu dihadiri Presiden RI Joko Widodo, Wakil Rais ‘Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan sekitar 700 ulama. (Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG