::: Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, Hj Masturah, istri KH Idam Chalid  (ketum PBNU 1952-1984), Kamis (13/7), wafat di RS Pondok Indah Jakarta ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan

Senin, 17 Juli 2017 11:05 Nasional

Bagikan

Mensos Khofifah Minta ABG Slamet Lanjutkan Pendidikan
Slamet dan Nenek Rohayah. Foto: tribunnews.
Jakarta, NU Online
Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa mendorong ABG Slamet (16), pelaku pernikahan dini yang menikah dengan Nenek Rohayah (71) untuk meneruskan pendidikannya.

“Saya mendapatkan informasi baik dari Pak Urip, kakak dari Nenek Rohayah, maupun dari surat yang ditandatangani Ananda Slamet, mereka mengatakan menikah di bawah tangan, atau secara siri. Lalu masyarakat di desa mereka telah meminta KUA untuk menerbitkan surat nikah. Tapi Ananda Slamet ini usianya masih anak-anak. Jadi saya meminta Slamet mengikuti kejar paket dan mau sekolah,” papar Khofifah menjawab pertanyaan para wartawan di sela-sela Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.
 
Khofifah menilai perkawinan usia dini bukan fenomena baru. “Saya rasa ini satu hal yang kita semua prihatin, bukan karena perbedaan usia. Tapi salah satu yang menikah itu masih usia anak,” terang Khofifah.

Menurutnya berdasarkan UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 saja,  ditetapkan pernikahan dapat dilakukan oleh laki-laki pada usia minimal 19 tahun.

“Sedangkan Ananda Slamet masih usia 16 tahun. Jadi Kemensos pada saat menerima informasi itu dari sosmed, langsung mengirim tiga orang Saktipeksos (Satuan Bakti Pekerja Sosial). Saya meminta mereka secara khusus bertemu Slamet dan Nenek  Rohayah, apa yang sebetulnya terjadi di antara mereka. Saya juga meminta kepada Saktipeksos membawa Ananda Slamet dan Nenek Rohayah ke Puskesma terdekat, untuk diperiksa secara medik kesehatan mereka masing-masing,” lanjut Khofifah.

Terkait dengan permukiman Slamet dan Rohayah, Khofifah meminta Saktipeksos untuk melakukan asesmen agar mereka mendapatkan rumah tinggal layak huni.

“Betapa pun keduanya adalah warga bangsa yang rumah mereka berlantai tanah. Saya meminta untuk dilakukan asesmen kepada keluarga ini untuk mendapatkan rumah tinggal layak huni sebagai perlindungan sosial kepada mereka. Kita akan intervensi itu. Tapi khusus Ananda Slamet, kami mendorongnya mengikuti kejar paket dan melanjutkan sekolah.  Ananda Slamet kan drop out kelas dua SD,” tandas Khofifah. (Kendi Setiawan/Fathoni)