::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kidung Cinta Kiai Budi di Haflah Akhirusanah Pesantren Darussalam Purwokerto

Senin, 17 Juli 2017 16:00 Daerah

Bagikan

Kidung Cinta Kiai Budi di Haflah Akhirusanah Pesantren Darussalam Purwokerto
Purwokerto, NU Online
Haflah Akhirussanah merupakan agenda tahunan yang selalu digelar oleh setiap Pondok Pesantren. Dimana berbagai macam kegiatan selalu digelar guna memeriahkan perhelatan agung tahunan tersebut. Dari mulai lomba-lomba, bakti sosial, hingga pertunjikan hiburan. 

Pondok Pesantren Darussalam Dukuwaluh Purwokerto asuhan KH Khariri Shofa, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Banyumas, mengelar acara haflah akhirrusanah sekaligus peringatan ulang tahun ke 11 tahun. 

Dengan mengambil tema mengeratkan nilai-nilai kebudayaan dalam bingkai kebinekaan, para santri Pesantren Darussalam diharapkan selalu menjaga tradisi dan budaya Islam Ahlussunnah wal jamaah. 

Serangkaian kegiatan digelar, dari mulai lomba voli antar pondok, festival hadrah, tahlil akbar dan ziarah kubur yang dimulai sejak Sabtu (16/7) pagi itu berjalan dengan meriah. 

Pada puncaknya, Ahad (17/7) malam. Sebanyak 77 santri putra dan putri mengikuti Khotmil Juzz Amma bil ghoib wal ma'na yang kemudian dirangkai dengan pengajian akbar oleh KH Amin Budi Harjono atau yang lebih dikenal dengan Kiai Budi.

Kiai sufi yang selalu tampil khas dengan udeng-udengnya di kepala itu selalu menebar benih-benih cinta di setiap petuah-petuah yang ia sampaikan. Sambari sesekali mendendangkan melodi cinta yang ditemani oleh para penari sufi. 

Kiai Budi berpesan agar tetap menjaga perdamaian Indonesia dan melestarikan ajaran nasionalisme yang telah ditanamkan oleh para pejuang bangsa. Menurutnya bangsa yang kuat adalah yang tidak melupakan akar sejarah.

"Kita harus bangga menjadi warga Indonesia, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kemanusiaan, dan perdamaian. Setiap Idul Fitri atau lebaran di Indonesia punya tradisi Halal bihalal, yang artinya momen memaafkan secara nasional, sebuah tradisi yang tidak dimiliki oleh bansa lain, bahkan negara Islam pun tak memilikinya," paparnya. 

Kiai Budi juga mempersilakan para tamu undangan, antara lain Camat Kembaran, Kapolsek, Dandim serta para kiai lainya untuk naik ke atas panggung dan memberikan tanggapan terkait persoalan bangsa yang terjadi hari-hari ini.

Dipenghujung acara ia mengajak semua hadirin dan tamu undangan untuk berdiri bersama mendendangkan sholawat cinta, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan diiringi musik rebana serta musik beatbox dari Sihe Baldatana, sang beatboxer dari Pondok Pesantren Darussalam Purwokerto. (Kifayatul Ahyar/Zunus)