IMG-LOGO
Nasional

Bahas Gangguan Jiwa, Mahasiswa Universitas NU Lolos ke Pekan Ilmiah Nasional

Jumat 4 Agustus 2017 18:2 WIB
Bagikan:
Bahas Gangguan Jiwa, Mahasiswa Universitas NU Lolos ke Pekan Ilmiah Nasional
Surabaya, NU Online
Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) akan berlangsung di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulsel akhir bulan depan, tepatnya 23-28 Agustus 2017. Dengan adanya even nasional, lima mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) lolos dan ditetapkan sebagai peserta Pimnas.

Mahasiswi yang lolos ini berasal dari Fakultas Keperawatan dan Kebidanan.

Ketua tim, Alfi Nur Hanifah, mengatakan, pihaknya mengangkat persoalan gangguan jiwa seperti fenomena bola salju, semakin hari semakin membesar.

"Maka dari itu, Unusa mengusulkan pembentukan kader kesehatan jiwa (Karsewa) dengan lokasi di Kelurahan Wonokromo," kata Alfi saat mempresentasikan materi kepada pembimbing, Jumat (4/8) ini.

Kelurahan Wonokromo menjadi perhatian mahasiswi Unusa. Tahun 2016 lalu ada sekitar 24 kasus dan di tahun ini meningkat menjadi 37 kasus yang menderita gangguan jiwa di kelurahan ini. "Dengan data yang bersumber dari Puskesmas Kel Wonokromo, tim kader kesehatan jiwa turun ke bawah," kata mahasiswi semester enam ini.

Melihat fenomena itu, rasa kepedulian pun terlihat dari mahasiswi Unusa. Alfi mengusulkan pembentukan kader kesehatan jiwa sebagai program kreativitas mahasiswa pengabdian masyarakat (PKMM) ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

"Kami menerima dana hibah sebesar 10 juta, lalu dilakukan monev dan dinyatakan lolos untuk mengikuti Pimnas," lanjutnya.

Dengan dikukuhkannya Karsewa, tugas kelima mahasiswa Unusa ini selain memberikan pelatihan juga menyiapkan modul dan liflet sebagai pegangan para kader untuk terjun ke masyarakat.

"Kami berharap dengan modul dan liflet ini masyarakat akan makin terbuka untuk melaporkan gejala penderita gangguan jiwa, karena memang bukan penyakit yang meresahkan dan menjadi aib bagi keluarga," pungkas Alfi. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Bagikan:
Jumat 4 Agustus 2017 18:34 WIB
Gus Mus: Indonesia Pernah Dipimpin Kiai yang Merangkul Semua
Gus Mus: Indonesia Pernah Dipimpin Kiai yang Merangkul Semua
Jakarta, NU Online 
Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri mengatakan, Indonesia pernah dipimpin oleh seorang kiai yang mampu merangkul semua golongan tanpa membedakan. Kiai yang dimaksudnya adalah KH Abdurrahman Wahid, presiden keempat RI yang pernah menjadi Ketua Umum PBNU 1984-1999.  

“Indonesia Pernah dipimpin oleh Seorang Kiyai y mmpu mrangkul smua golongan tanpa mmbedakn Beliau adlh Gusdur Sang Guru Bangsa,” ungkap kiai yang akrab disapa Gus Mus pada Kamis (3/8) sembari mengundang untuk ngetwitt dengan #HarlahGusDur  pada Jumat 4 Agustus.

Gus Mus juga ngetwitt,

“Yang dilarang oleh Agama Islam adalah PERPECAHAN, Bukannya PERBEDAAN. "Gusdur"

“Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin besar rasa toleransinya. "K. H. Abdurrahman Wahid"

Ia juga sempat meretwitt akun @NU_online: Hari ini tgl 4 Agustus adalah hari lahirnya Gus Dur, mari kita baca Alfatihah dan sampaikan kesan-kesanmu dgn tagar #HarlahGusDur.

Twit-twitt Gus Mus yang lain adalah Tdk penting apa agama atau sukumu. kalau kamu bisa melakukn ssuatu y baik utk semua orang, orang tdk pernh tanya apa agamamu. #HarlahGusDur

"Sabar itu gak ada batasnya, kalau ada batasnya berarti gak sabar."(GusDur) #HarlahGusDur

Kalau anda tidak ingin dibatasi, maka janganlah Anda membatasi. Kita sendirilah yang harusnya tahu batas kita masing-masig. KH Abdurrahman Wahid.

Gus Mus juga meretwitt putrid Gus Dur, Alissa Wahid: Selamat ulang tahun, Bapak. Semoga kami bisa melanjutkan perjuanganmu merawat Indonesia. #HarlahGusDur. 

Saat berita ini ditulis, #HarlahGusDur masih menempati treding topic pertama Twitter Indonesia. (Abdullah Alawi)

Jumat 4 Agustus 2017 17:4 WIB
Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme
Perempuan di NTB Didorong Peka Ancaman Terorisme
Mataram, NU Online
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Rembuk Kebangsaan: Perempuan Pelopor Perdamaian di Mataram, Kamis (3/8). Kegiatan ini diadakan untuk menstimulasi kelompok perempuan memiliki kepekaan terhadap ancaman terorisme di lingkungannya.

Kepala Badan Kesbangpol NTB Lalu Muhammad Syafi'i dalam sambutan pembukaan kegiatan mengatakan, kelompok perempuan sengaja dipilih sebagai peserta karena posisinya yang memiliki aktivitas lebih tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.

"Ibu-ibu ketika melihat ada aktifitas mencurigakan di sekitar rumah, segera laporkan ke Babinsa, laporkan ke Babinkamtibmas, laporkan ke Linmas," kata Syafi'i.

Beberapa tanda ancaman terorisme yang harus diwaspadai, lanjut Syafi'i, antara lain aktivitas kelompok yang  cenderung tertutup dan penyebarluasan ajaran Islam yang menjurus ke ideologi radikal terorisme.

Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT Andi Intang Dulung turut menyampaikan dorongan yang sama. Peran serta masyarakat, termasuk kelompok perempuan, merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan terorisme.

"BNPT tidak bisa sendirian melakukan pencegahan terorisme. Keterlibatan masyarakat, tidak terkecuali ibu-ibu di sini sangat kami harapkan," kata Andi Intang.

Memiliki kepekaan terhadap ancaman terorisme, lanjut Andi Intang, penting dimiliki oleh kelompok perempuan tidak hanya untuk turut serta dalam pencegahan. Disebutkannya, perempuan juga memiliki kerentanan terpapar ideologi radikal terorisme. "Sudah banyak kasus keterlibatan perempuan dalam jaringan terorisme. Kenali ciri-ciri terorisme bisa menghindarkan ibu-ibu dari jaringan mereka," urainya.

Akan tetapi Andi Intang juga menyampaikan permohonan maaf karena jumlah perempuan yang bisa dijadikan peserta dalam kegiatan tersebut sangat terbatas.

"Harapan kami ibu-ibu yang hadir sekarang bisa membagikan apa yang diterima di sini ke tetangga, ke komunitas dan ke kelompok-kelompok lainnya. Semakin banyak ibu-ibu yang bisa bersikap waspada, akan menghambat penyebarluasan ideologi radikal terorisme," pungkas Andi Intang.

Rembuk Kebangsaan: Perempuan Pelopor Perdamaian merupakan salah satu metode yang dijalankan dari kegiatan Pelibatan Pemuda dan Perempuan dalam Pencegahan Terorisme. Satu metode lainnya adalah Workshop BNPT Video Festival,  sebuah pelatihan pembuatan video bagi pelajar peserta kegiatan lomba video pendek BNPT. Kegiatan ini sudah dan akan diselenggarakan di 32 provinsi se-Indonesia. (Red Alhafiz K)

Jumat 4 Agustus 2017 16:36 WIB
#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter
#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter
Jakarta, NU Online 
Meski wafat tujuh tahun lalu, KH Abdurrahman Wahid masih terus hadir, kendati hanya cerita atau kutipan pembicaraannya, tulisannya, dan pemikirannya. Seperti hari ini, Jumat (4/8), Gus Dur diungkapkan warga dunia maya hingga merajai trending topic di media sosial Twitter dengan tagar #HarlahGusDur.  

Saat berita ini ditulis, tagar tersebut menempati urutan pertama di Twitter Indonesia. Warga dunia maya ada yang ngetwitt ungkapan pribadi tentang Gus Dur, ungkapan Gus Dur sendiri, menautkan foto bersama Gus Dur, video, atau quote Gus Dur.   

Dedi Mulyadi misalnya, melalui akun ‏@DediMulyadi71, ngetwit dengan mencantumkan foto bersama Gus Dur. Bupati Purwakarta itu mengatakan, “Beliau tidak pergi, senantiasa ada di hati, menyejukan lewat petuahnya, menebar bahagia dengan humornya #HarlahGusDur.”

Akun Pengagum Gusdur‏ @KangMishbah1, melakukn kultwitt. Pada twitt ketujuh ia mengatakan, “Pkaian bliau yaitu kjujuran. Prinsip ksukaannya adalh kterbukaan. Smua klompok bliau rangkul, trmasuk yg dlu prnah mmukul #HarlahGusDur”.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ulil Abshar Hadrawi, Gus Dur masih dibicarakan orang karena ia fenomenal. Pemikiran dan tindakan Gus Dur selalu menjadi teladan. Pemikirannya berusia panjang karena bersumber dari hati yang jernih. Tema-temanya sepanjang masa, seperti tema kemanusiaan. 

“Dia tidak hanya mikirin NU, tapi yang lebih besar, yaitu bangsa dan dunia,” katanya di gedung PBNU, Jakarta.  

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri juga turut serta pada ngetwitt bareng harlah Gus DUr ke-77 tersebut. Kiai yang akrab disapa Gus Mus itu ngetwitt: “Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin besar rasa toleransinya. "K. H. Abdurrahman Wahid" #HarlahGusDur”. (Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG