IMG-LOGO
Nasional

Ulama Maroko Jelaskan Akibat Memahami Islam dengan Nafsu

Sabtu 19 Agustus 2017 17:3 WIB
Bagikan:
Ulama Maroko Jelaskan Akibat Memahami Islam dengan Nafsu
Indramayu, NU Online 
Akademisi sufi internasional dari Fakultas Syariah Universitas Al-Qurawiyin Maroko, tiga minggu melakukan safari dakwah di sejumlah pondok pesantren dan universitas di Indonesia. Puncak safari tersebut menggelar "Diskusi Kebangsaan" di Pesantren Asy-Syafi'iyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu Jawa Barat, Jumat (18/7).

Pada kesempatan itu, Presiden Akademi Sufi Internasional Syekh Dr Aziz al-Kubaity mengatakan, ilmu pengetahuan tanpa dibarengi dengan pemahaman tasswuf yang benar, akan bisa melahirkan radikalisme atau terorisme atas nama Islam.`

Maraknya perseteruan atas nama agama, lanjut Syekh Aziz, akibat memamahi agama Islam dengan hawa nafsu, tanpa disertai dengan tazkiyah atau penjernihan hati sebagai salah satu inti ajaran tasawuf. Akibatnya sering menyalahkan sesama Muslim dan mengklaim diri dan golongannya yang paling benar.

Dalam sejarah-sejarah Islam di dunia mencatat, para sufi dengan ajaran tasawufnya, mengedepankan etika bukan hanya dalam beragama, tapi juga dalam berbangsa dan bernegara, bahkan sejak ratusan abad silam, di negara mana pun. 

“Setiap ada konflik, para ulama tasawuflah yang berperan menggagas perdamaian konflik atas nama agama, karena ajaran tasawuf adalam mengedepankan kedamaian semesta, dengan mencampakkan kekerasan baik personal maupun golongan," ujar pria yang meraih dua doktor dari Universitas Oxford dan Universitas di Maroko itu.
 
Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, kiai, dan pejabat. Serta para santri yang mengaunkan salawat saat menyambut kedatangan rombongan ulama Maroko tersebut.

Syeikh Aziz al-Kubaety sendiri, setiap tiga tahun sekali, menggelar Konferensi Sufi Internasional dengan peserta delegasi dari puluhan negara Islam. (Red: Abdullah Alawi)

Bagikan:
Sabtu 19 Agustus 2017 23:2 WIB
Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi
Hormati Tetangga, Sunan Kudus Tidak Sembelih Sapi
Tangerang Selatan, NU Online
Islam datang bukan untuk menghancurkan peradaban yang sudah ada. Melainkan, Islam datang untuk menyempurnakan hal-hal yang sudah bagus dan menghapus sesuatu yang buruk serta menggantinya dengan sesuatu yang bagus.

Demikian disampaikan Direktur Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban saat mengisi diskusi dengan tema Manhaj Dakwah Islam Nusantara Walisongo di Islam Nusantara Center (INC) Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Ginanjar menerangkan, Walisongo menggunakan metode dakwah yang santun, merangkul, dan menghormati tradisi kebudayaan masyarakat setempat.

Oleh karena itu, Walisongo berhasil mengarusutamakan agama Islam di wilayah Nusantara, terutama Jawa. (Ahmad Muchlison/Alhafiz K)

Sabtu 19 Agustus 2017 20:30 WIB
Koperasi Mabadiku Teken Kerja Sama dengan 8 Mitra Usaha
Koperasi Mabadiku Teken Kerja Sama dengan 8 Mitra Usaha
Jakarta, NU Online
Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan melakukan nota kesepahaman (MOU) dengan delapan mitra usaha di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (19/8). Delapan mitra tersebut, yakni PT Cipta Indo Buana , PT Hydro, PT FX Indonesia, PT Japfa Confeed Indonesia Tbk, PT Berkah Manunggal Sejati, PT Mukti Mitra Abadi, Fakultas Peternakan Brawijaya Malang, dan Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon.

Ketua Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan Irnanda Laksanawan menjelaskan, kerja sama dengan beberapa pihak ini sejalan dengan program PBNU yang bertujuan memberdayakan dan memperkuat ekonomi umat. 

Menurutnya, sekarang terjadi perubahan bisnis yang dahsyat di bidang retail, sehingga membuat banyak kios dan warung menjadi tidak berdaya. 

"Ini upaya mempersatukan umat dalam suatu bingkai besar koperasi yang lebih mengutamakan sistem sinergitas," katanya usai menutup acara rapat kerja pengurus Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan di lantai 5, Gedung PBNU. 

Sistem sinergitas yang dimaksud, ialah sistem informasi, pendanaan, sumber daya, dan kerja sama dengan beberapa institusi dan perusahaan-perusahaan besar. 

"Intinya bagaimana masyarakat mendapatkan kesempatan dalam berusaha secara fair, karena sekarang sumber daya yang ada dikuasai oleh pemodal-pemodal besar," lanjutnya.                        

Sementara itu, Ketua PBNU bidang ekonomi H. Eman Suryaman mengatakan, Koperasi Mabadiku sebagai perwujudan dari hasil Muktamar ke-33 NU di Jombang akan menggerakkan roda ekonomi warga NU bekerja sama dengan berbagai pihak, baik perusahaan kecil maupun besar. 

Menurut pria yang juga menjadi ketua dewan pengawas Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan ini, MOU yang dilakukan Koperasi Mabadiku merupakan bagian dari percepatan kemajuan koperasi sebagai upaya mensejahterakan umat. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Sabtu 19 Agustus 2017 20:1 WIB
Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini
Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini
Tangerang Selatan, NU Online
Direkur Eksekutif Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban menerangkan dua tujuan penganugerahan Santri of The Year. Pertama, agenda ini diadakan untuk menemukan dan menampilkan tokoh atau figur santri yang telah memberikan sumbangsih berupa gagasan inovatif dan kerja serta karya dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Kedua, mampu membangkitkan motivasi dan dapat memberikan keteladanan generasi bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun bangsa dan negaranya,” kata Ginanjar saat acara peluncuran penganugerahan Santri of The Year di Kantor INC Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Menurutnya, hingga hari ini santri masuk dan mengisi ruang-ruang dalam berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan sosial, keagamaan, pers, media, militer, politik bahkan hingga ke parlemen dan pemerintah. Tidak sedikit dari mereka yang mengharumkan nama santri.

Oleh karena itu, lanjut Ginanjar, dalam rangka hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017, maka INC mengadakan agenda Santri of The Year.

Sementara itu, salah satu inisiator INC Zainul Milal Bizawie menegaskan, mereka yang mendapatkan Santri of The Year bukanlah orang yang paling hebat di antara lainnya, tetapi mereka adalah yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain.

Ia berharap, ke depan agenda ini akan menjadi sebuah penghargaan yang bergengsi dan kredibel sehingga ini bisa menjadi sebuah indikator bahwa santri memiki banyak kemampuan dan keterampilan di luar bidang keagamaan.

“Sehingga yang lain tahu bahwa santri tidak hanya sarungan saja,” ucapnya.

Ada dua belas kategori nominasi yang dipilih untuk mendapatkan penghargaan, yaitu Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya, Santri Inspirasi Bidang Pendampingan Umat (Dakwah), Santri Inspirasi Bidang Pendidikan, Santri Inspirasi Bidang Wirausaha, Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah, Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Enterpreneur Inspiratif, Santri Berprestasi Tingkat Internasional, Pahlawan Santri, Santri Mengabdi Sepanjang Hayat, dan Mahasantri Bhakti Negeri.

Polling akan dilakukan di di akun resmi Twitter Islam Nusantara Center @IslamNusantaraC. Selain itu, panitia juga akan terjun ke lapangan untuk menyebarkan angket atau keusioner ke pesantren-pesantren yang belum aktif menggunakan medsos agar mereka bisa mengusulkan nama-nama yang sesuai dengan kategori nominasi.

Masyarakat bisa menyetorkan nama-nama tokoh santri yang layak mendapatkan penghargaan tersebut berserta sesuai dengan kategori dan alasannya ke akun media sosial Islam Nusantara Center @islamnusantaracenter (IG) @IslamNusantaraC (Twitter), 081384478968 (WhatsApps). (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG