IMG-LOGO
Pesantren

Produk Elektronik Karya Santri Jepara ini Tembus Pasar Mancanegara

Ahad 3 September 2017 18:1 WIB
Bagikan:
Produk Elektronik Karya Santri Jepara ini Tembus Pasar Mancanegara
Jakarta, NU Online
Kelahiran Jasa Repair Ponsel (Jarepo) yang dibidani Muhammad Alauddin (29) mendapat sambutan luar biasa dari pelanggan. Pria kelahiran Pati yang pernah mondok di Pesantren Amtsilati Jepara, Jawa Tengah, ini menyebut pelanggannya selain dari berbagai daerah di Indonesia juga dari mancanegara.

“Beberapa pesanan datang dari luar negeri. Ada dari sejumlah negara di Asia Tenggara bahkan ada juga pemesan dari Amerika Latin," ujar Alauddin ketika dihubungi NU Online dari Jakarta, Ahad (3/9).

Para pelanggan baru tersebut, lanjut dia, datang dari negara Thailand (1 buah), Malaysia (10 buah), Vietnam (10 buah), dan Peru (3 buah). “Terus terang, saya bahagia sekali sekaligus tertantang untuk merambah pasar baru di luar negeri,” tuturnya.

Saat diminta bercerita tentang manfaat socket kekinian itu, pria yang memiliki hobi bongkar-pasang elektronik sejak belia ini mengatakan awalnya dari kebutuhan pribadi. Sebagai teknisi, ia merasa kerepotan jika bekerja dengan beberapa alat pemrograman sekaligus.

“Kalau misalnya alat yang satu kurang mendukung atau pengen ganti ke alat lain, harus lepas pasang adapter ke perangkat yg akan di kerjakan. Repot dan menyita waktu lama. Apalagi yang namanya direct isp emmc. Harus solder ulang dengan kerumitan titik solder 0,3 - 0,5mm. Kecil sekali,” paparnya.

Alak, panggilan akrabnya, kemudian berpikir untuk menciptakan alat yang bisa untuk semua (all in one). Semua alat programming bisa dikoneksikan dengan satu alat yang namanya adapter direct isp emmc dan converter socket BGA all in one. “Akhirnya saya membuat produk pertama tersebut,” ungkapnya bangga.

“Nah, karena banyak permintaan teman-teman seprofesi, kenapa nggak dibikin yang khusus masing-masing alat juga? Kan nggak semua teknisi punya langsung semua alat programming, kadang hanya punya 1 alat atau 2 bahkan hanya 3 saja. Akhirnya menciptakan lagi produk-produk lain sesuai permintaan pelanggan,” tambahnya.

Menurut Alak, untuk produk unggulan dan yang pertama kali ia buat, para calon pelanggan dapat mengakses link https://www.smart-connects.com/produk/jual-converter-socket-bga-dan-adapter-direct-isp-emmc-all-in-one. “Nah, kalau pengen tahu daftar semua produk yang sudah saya buat, bisa klik link berikut ini https://www.smart-connects.com/produk,” jelasnya.

Disinggung soal bea cukai, Alak mengatakan masing-masing negara punya peraturan yang berbeda-beda. Terkadang ada beberapa pelanggan yang minta ditulis hanya 50 USD saja pada saat pengiriman. Walaupun harga barang di atas 200 USD jika pembelian 10 pcs. “Karena dia khawatir kena batasan bea cukai di negaranya kalau melebihi 50 USD,” pungkas Alak. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Sabtu 2 September 2017 16:5 WIB
30 Tim Santri Pesantren Asshiddiqiyyah Lomba Nyate Bareng
30 Tim Santri Pesantren Asshiddiqiyyah Lomba Nyate Bareng
Jakarta, NU Online
Sebanyak 30 tim santri berkompetisi untuk menyuguhkan menu sate terbaik. Pelombaan nyate bareng ini diadakan oleh Pesantren Asshiddiqiyyah Pusat Jalan Panjang Nomor 6 C, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (2/9) pagi.

Lomba nyate bareng ini diikuti oleh tim yang mewakili masing-masing kelas santri SMP, Aliyah, dan Ma’hadul Aytam. SMP Asshiddiqiyyah menurunkan 13 tim. Sementara Madrasah Aliyah Asshiddiqiyyah 13 tim. Sementara Ma‘hadul Aytam menurunkan empat kelas.

Ketua Panitia Divisi Nyate Bareng Mujahidin Abdullah mengatakan, kegiatan perlombaan seperti ini sudah berjalan 3 tahun.

“Mentor lomba tim ini adalah masing-masing walikelas,” kata Mujahidin, santri asal NTT.

Setiap tim hanya memiliki waktu dua jam untuk menyuguhkan sepuluh tusuk sate ke meja dewan juri. Mereka berlomba-lomba untuk mengolah daging mentah hingga menjadi sate mulai dari jam 9-11 pagi.

Semua tim mengacu pada empat kriteria penilaian, yaitu kreativitas santri dalam dekorasi penyajiannya dengan bobot nilai 30, kekompakan dan kebersihan dengan bobot nilai 20, ketepatan waktu dengan bobot nilai 20, dan citarasa yang akan dicicipi oleh para guru dengan bobot nilai 30.

“Sebenarnya kita memberikan 50 tusuk untuk santri. Sepuluh dari 50 tusuk itu yang disajikan di meja dewan juri,” kata Mujahidin.

Tampak hadir Pengasuh Pesantren Asshiddiqiyyah KH Noer M Iskandar, Dubes Taiwan, Dubes Singapura, dan Polres Jakarta Barat.

Pemotongan hewan kurban dilakukan sejak kemarin, Jumat (1/9). Pihak pesantren membagikan habis sebanyak 300 kupon daging kurban untuk masyarakat, staf, guru SMP, guru Aliyah, guru Mahad Aly, dan guru Ma’hadul Aytam.

“Itupun masih ada 50 masyarakat yang mendapat paket daging kurban tanpa kupon.”

Sementara alumnus Pesantren Asshiddiqiyyah KH MH Bahaudin yang juga Ketua PW RMI-NU DKI Jakarta mengatakan, perlombaan ini diadakan sebagai bentuk syiar kalangan santri atas Hari Raya Idul Adha. (Alhafiz K)

Jumat 1 September 2017 22:1 WIB
Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil
Kurban Pesantren Tebuireng Jangkau Daerah Terpencil
Jombang, NU Online
Setiap hari raya Idul Adha, Pesantren Tebuireng Jombang menyembelih puluhan hewan kurban. Tak hanya dibagikan kepada masyarakat sekitar pondok, bahkan daging tersebut juga diberikan kepada daerah terpencil yang kurang mendapat perhatian.

"Tahun ini kami menerima 19 sapi dan 5 ekor kambing," kata Ustadz Iskandar, Jumat (1/9).

Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng tersebut mengemukakan ada sejumlah nama yang mempercayakan penyembelihan hewan kurban ke pesantren ini. "Ada Kapolda Jawa Timur, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wakil Pengasuh dan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng, serta para guru dan beberapa wali santri," jelas alumnus Universitas Hasyim Asy'ari atau Unhasy Jombang ini.

Menurut pria kelahiran Jakarta ini, daging dari hewan kurban tersebut diberikan ke sejumlah warga kurang mampu di sekitar pesantren. "Juga kepada dewan guru, karyawan dan santri Tebuireng," terangnya.

Tidak hanya itu, daging tersebut juga disebar ke daerah terpencil. "Kawasan yang dipilih panitia adalah Kecamatan Kabuh," ungkap Ustadz Iskandar. Daerah tersebut sengaja dipilih lantaran masyarakatnya lebih membutuhkan, lanjutnya.

Setidaknya ada 2000 paket hewan kurban yang disiapkan panitia untuk menjangkau sejumlah kawasan terpencil, termasuk warga sekitar Pesantren Tebuireng. "Hari ini hingga Ahad lusa, hewan akan kita sembelih dan didistribusikan kepada para dhuafa yang telah didata," katanya.

Pantauan media ini di lokasi yakni halaman Pesantren Tebuireng, tampak warga sekitar pondok menyerahkan sejumlah kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Dengan mengantri secara tertib, mereka menukarkan kupon tersebut dengan paket daging kurban. Wajah sumringah tampak terlihat dari muka mereka saat meninggalkan halaman pesantren. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Jumat 1 September 2017 11:4 WIB
Lomba Kaligrafi Tingkat ASEAN, Rentetan Kegiatan HSN 2017 di Jombang
Lomba Kaligrafi Tingkat ASEAN, Rentetan Kegiatan HSN 2017 di Jombang
Jombang, NU Online
Sekolah Kaligrafi Al-Quran (Sakal) yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Kabupaten Jombang menyiapkan segala sesuatunya untuk perlombaan kaligrafi tingkat ASEAN. Kegiatan ini merupakan salah satu rentetan kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) yang biasa dihelat pada setiap 22 Oktober.

Dirut Sakal Atho'ilah mengatakan, perlombaan ini adalah suatu amanah yang diberikan PBNU langsung kepada Sakal. "Tahun ini kita akan mengadakan lomba kaligrafi tingkat ASEAN di Jombang," katanya, Kamis (31/8).

Ia menambahkan, acara tersebut akan dilaksanakan pada 14-16 September 2017 di Denanyar. Selain lomba, imbuhnya, di acara itu juga ada pemberian sanad kaligrafi.

Puluhan pecinta seni kaligrafi dari berbagai negara juga dijadwalkan hadir di Jombang. Mereka semua akan bergabung bersama para santri seluruh Nusantara.

"Pecinta Kaligrafi dari Turki, Malaysia, Brunai Darussalam sudah konfirmasi kehadirannya kepada kita," bebernya.

Ia menyebutkan kepercayaan yang diberikan oleh PBNU kepada santri Pondok Pesantren Denanyar ini merupakan kebanggaan dan tantangan tersendiri.

"Mudah-mudah agenda ini bisa berjalan setiap tahun, kita buktikan santri bisa buat acara internasional," harapnya.

Ia menjelaskan, Sakal merupakan wadah khusus bagi santri yang ingin belajar kaligrafi dari nol. Sakal sendiri berdiri sejak bulan Mei 2001 lalu di bawah naungan Ponpes Manbaul Maarif.

Pesantren yang didirikan oleh KH Bisri Syansuri ini memang terkenal dengan prestasi di bidang kaligrafi. Ratusan santri sudah memenangkan berbagai perlombaan di tingkat nasional maupun internasional. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG