IMG-LOGO
Nasional

LPBI NU Hadirkan Nusantara Berbagi

Selasa 3 Oktober 2017 5:0 WIB
Bagikan:
LPBI NU Hadirkan Nusantara Berbagi
Logo Nusantara Berbagi
Jakarta, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) sebagai salah satu anggota Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) mempersembahkan program Nusantara Berbagi. Program ini merupakan wadah bagi para donatur yang ingin menyumbangkan donasinya untuk kemanusiaan.

Nusantara Berbagi juga menawarkan kepada para donatur dalam bentuk paket bantuan darurat bencana meliputi paket keluarga, paket sembako, paket sekolah, paket mandi keluarga, layanan kesehatan, dan kebersihan. Penyerahan bantuan kemanuasiaan tersebut didasarkan pada kajian kebutuhan di lapangan yang dilakukan oleh tim Nusantara Berbagi.

Ketua LPBI NU yang juga Ketua Pelaksana AKIM Muhamad Ali Yusuf mengatakan, krisis yang menimpa etnis Rohingya baik yang saat ini berada di Myanmar maupun Bangladesh menjadi perhatian besar di Indonesia. Hal itu juga menjadi kepedulian LPBI NU sebagai lembaga kemanusiaan.

"Sebagai informasi dari kami bahwa pada tanggal 23 September 2017 relawan kami telah berangkat menuju Bangladesh untuk melakukan pendistribusian bantuan kepada warga Rohingya yang ada di pengungsian," kata Ali Yusuf, Senin (2/10).

Selain untuk etnis Rohingya, Nusantara Berbagi juga telah mengirimkan keperluan logistik untuk pengungsi Gunung Agung yang diserahkan kepada panitia posko RT 05 Wanasari, Kampung Jawa, Denpasar.  

“Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh donatur atas kepercayaannya kepada kami untuk menyalurkan donasinya. Hanya Allah yang dapat membalas segala kebaikan para donatur yang telah memilih Nusantara Berbagi untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan," pungkasnya. (Anty Husnawati/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Selasa 3 Oktober 2017 23:2 WIB
Desain Lokasi Munas dan Konbes NU 2017 di Lombok Dimatangkan
Desain Lokasi Munas dan Konbes NU 2017 di Lombok Dimatangkan
Lombok, NU Online
Panita Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 mulai mematangkan sejumlah persiapan. Mereka mendesain ruangan setiap lokasi.

Pihak panitia juga bersinergi dengan beberapa pemegang kepentingan seperti Darem 162 NTB, Satpol PP, Dishub, dan polisi. GM Angkasa Pura 1 NTB sudah siap pasang stan dan spanduk di beberapa titik strategis baik di dalam maupun di luar bandara Internasional Lombok.

Presiden Jokowi juga dijadwalkan akan hadir.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Daerah Munas dan Konbes NU 2017 Lalu Winengan M Yunus pada rapat bersama semua seksi di kediaman H Mahdan, Desa Gerung Selatan Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Selasa (3/10).

Winengan juga menambahkan, bazar dan panitia shalawat badar menjadi pemeriah acara besar kedua NU setelah muktamar ini.

Pada rapat ini setiap seksi melaporkan hasil rapat internalnya di antaranya seksi acara. Bq Mulinah merencanakan pembacaan shalawat akan dimeriahkan oleh 7000 santri dan pelajar se-pulau Lombok.

Persiapan ini diadakan dalam rangka antara lain menyambut perjalanan Presiden Jokowi dari pendopo gubernur menuju Islamic Center yang menjadi pusat pembukaan Munas dan Konbes NU.

Jokowi akan menggunakan mobil terbuka menuju lokasi pembukaan agar bisa menyapa 7000 pelajar dan santri yang melantukan shalawat. Seksi-seksi lain melaporkan persiapan masing-masing.

Tampak hadir Ketua PWNU NTB dan para tuan rumah di antaranya Pengasuh Pesantren Al-Halimy, Sesele, Lombok Barat, Tgh Munajib Khalid, Hj Wartiah Pesantren Nurul Islam Sekarbele Kota Mataram, Tgh Halisussabri Pesantren Darul Qur'an, dan puluhan panitia daerah (Hadi/Alhafiz K)

Selasa 3 Oktober 2017 19:8 WIB
Rais ‘Aam Rutin ke Daerah, Apa Tujuannya?
Rais ‘Aam Rutin ke Daerah, Apa Tujuannya?
Jakarta, NU Online 
Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin sering hadir ke daerah bertemu kiai-kiai, pengurus, dan warga NU. Pertemuan ada yang dikemas dengan ceramah umum atau dialog, kadang berziarah atau hanya silaturahim. Padahal Kiai Ma’ruf usianya tidak muda lagi. 

Sebetulnya apa maksud Rais ‘Aam ke daerah?

“Mereka rindu Pengurus Besar. Bahkan mereka sebagian mengatakan, ‘selama ini belum pernah didatangi Rais ‘Aam’. Jadi, ketika saya datang kepada mereka, sudah senang sekali,” jelasnya di gedung PBNU, Jakarta, Senin (2/10).  

Menurut dia, dengan didatangi Pengurus Besar, mereka merasa disapa, diorangkan, merasa dihargai. 

“Itu satu yang saya temukan,” katanya. 

Kemudian dari berbagai dialog Kiai Ma’ruf dengan jama’ah NU di daerah-daerah, ternyata mereka mempunyai semangat yang tinggi di organisasi yang didirikan para kiai di Surabaya 1926 ini. Hanya saja, mereka belum digerakkan oleh pengurus NU sendiri. 

Karena itulah, pada tiap kesempatan itu, Kiai Ma’ruf mengajak bahwa NU tidak bisa diserahkan hanya kepada pengurus saja. Pengurus itu sopir, yang punya NU itu ulama. Ulama itu tidak seluruhnya masuk struktural, tapi juga ada yang kultural. 

“Nah, yang punya NU itu ulama yang termasuk yang kultural itu,” tegasnya. 

Karena itu, lanjutnya, jangan biarkan NU hanya diurus pengurus struktural, tapi para kiai bersama-sama menggerakkan NU seperti yang dilakukan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah dan pendiri NU yang lain. 

Kiai Ma’ruf juga menyampaikan kepada mereka bahwa NU itu cirinya berakidah Ahlussunah wal-Jamaah, berikut cara berpikir, amaliyah, gerakan, juga organisasi. Setelah itu, semuanya dikonsolidasi dalam sebuah gerakan.  

“Bagaimana organisasi ini dikonsolidasi, direvitalisasi secara jam’iyyah. Karena itu, saya mengajak jama’ah NU menjadi NU jam’iyyah. Ini kita harapkan begitu.”

Untuk tujuan itu, perlu ada gerakan-gerakan yang masif mengajak kiai-kiai NU jama’ah menjadi NU jam’iyah. Kalau itu berhasil NU di Indonesia akan 90 persen. 

“Saya ingin menghidupkan apa yang saya sebut dengan semangat NU. Selanjutnya saya serahkan kepada mekanisme organisasi supaya berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)


Selasa 3 Oktober 2017 17:35 WIB
NU Rancang Sistem untuk Perekonomian Warga
NU Rancang Sistem untuk Perekonomian Warga
Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siroj di Ansor Mart
Jakarta, NU Online 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama merancang sistem dalam upaya menggerakkan ekonomi warga NU agar mereka merasakan manfaatnya tidak hanya dari sisi keaagamaan dan pendidikan, tapi perekonomian, bahkan kesehatan.

Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama H. Zainal Effendi mengatakan, PBNU menyadari potensi ekonomi yang dikembangkan banom dan lembaga serta warga NU sendiri. 

Menurut dia, hal itu hingga saat ini terus berjalan, tapi masih sendiri-sendiri. Belum terkoordinasi dengan baik dan bergerak secara masif sehingga hasilnya belum memuaskan dan manfaatnya belum dirasakan warga NU secara keseluruhan.  

“Selain aktivitas organisasi, mereka juga memiliki aktivitas ekonomi, misalnya percetakan Ma’arif. LKK menyediakan alat kesehatan. LAZISNU menggalang dana untuk fakir miskin dan bantuan-bantuan kemanusiaan,” katanya pada Focus Group Discussion (FGD) di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (3/10). 

Aktivitas-aktivitas itu, lanjutnya, perlu adanya sinkronisasi dan sinergi. Itu yang pertama. Kedua, perlu data valid, identifikasi potensi warga NU yang dikembangkan masing-masing lembaga dan banom.

“Setelah itu, perlu adanya bendera bersama yang mengatur sistemnya, lalu bekerja optimal,” lanjutnya sembari mengatakan, bahwa hasil FGD itu akan digodok di Konferensi Besar NU yang akan berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, November mendatang.

Dengan upaya semacam itu, ia berharap, ke depan aktivitas perekonomian NU bisa dirasakan dampak positifnya oleh warga NU khususnya, warga negara Indonesia pada umumnya.

“Menjadi warga NU ke depan harus dirasakan pada aspek ekonom, kesejahteraan ekonomi,” tegasnnya.  

Pada FGD itu disepakati LPNU sebagai motor penggerak sistem yang dibangun itu. (Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG