IMG-LOGO
Daerah

Pemda Pringsewu Gelar MTQ VI untuk Peringati Hari Santri

Jumat 20 Oktober 2017 3:3 WIB
Bagikan:
Pemda Pringsewu Gelar MTQ VI untuk Peringati Hari Santri
Ilustrasi.
Pringsewu, NU Online
Bertepatan dengan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017 mendatang, Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, Lampung akan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2017.

Kegiatan MTQ yang diikuti 9 Kafilah kecamatan yang ada di Kabupaten dengan Motto Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini akan digelar di Kecamatan Sukoharjo tepatnya di Lapangan Desa Siliwangi.

Menurut Kabag Kesmasyag Pemda Pringsewu H. Sukri kegiatan MTQ tahun 2017 kali ini juga diawali dengan Apel Hari Santri Nasional yang digelar di Lapangan Pendopo Pringsewu pada pagi hari ditanggal 22 Oktober 2017. Selanjutnya rangkaian Kegiatan MTQ akan dilanjutkan dengan Parade Mushaf Indah dan Pawai Taaruf para Kafilah dilokasi MTQ.

"Parade dan pawai akan digelar pada siang harinya setelah hari santri dengan mengambil star Lapangan Sukoharjo dan finish dilokasi MTQ yaitu di Lapangan Siliwangi," jelasnya, Kamis (19/10) dikantornya.

Ada yang menarik pada rangkaian prosesi parade dan pawai yang akan menghadirkan 27 mushaf dari seluruh provinsi di Indonesia dan dikirab serta dipertunjukkan kepada warga Kabupaten Pringsewu.

Parade dan pawai tersebut juga akan diwarnai dengan dimulainya Penulisan Mushaf Al-Qur'an oleh sekitar 650 santri di Kabupaten Pringsewu.

"Penulisan Mushaf Quran ini akan di mulai secara simbolis oleh Bupati Pringsewu dan diteruskan oleh para santri yang sudah diseleksi sebelumnya," terangnya pada acara yang dilakukan siang hari sebelum pembukaan Resmi MTQ pada malam harinya.

Rangkaian MTQ ke 6 ini juga akan diwarnai dengan kegiatan Diseminasi Al Quran yang akan digelar pada hari Senin tanggal 23 Oktober 2017 di Aula STMIK Pringsewu. Acara ini lanjutnya akan diikuti oleh para tokoh agama dan para pegiat Al Quran di Kabupaten Pringsewu.

Untuk lebih menyemarakkan MTQ tersebut, pihak panitia juga sudah menyiapkan layar lebar bagi masyarakat diseputar lokasi MTQ dengan menggelar nonton bersama Film Perjuangan Islam seperti Film Sang Kiai.

"Kita berharap doa dan dukungan dari seluruh warga Pringsewu agar agenda tahunan ini dapat berjalan dengan lancar dan lebih membumikan dan mensyiarkan Al Quran di Pringsewu," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)
Bagikan:
Jumat 20 Oktober 2017 23:30 WIB
HARI SANTRI 2017
Di Sampang 4000 Santri Meriahkan Jalan-jalan Sarungan
Di Sampang 4000 Santri Meriahkan Jalan-jalan Sarungan
Peserta Jalan-jalan Sarungan Kabupaten Sampang menyanyikan Syubbanul Wathon, Jumat (20/10)
Sampang. NU Online 
Kegiatan bertajuk Jalan-jalan Sarungan digelar PCNU Kabupaten Sampang untuk memperingati Hari Santri Nasional 2017, Jumat (20/10). Sekitar 4000 santri se-Kabupaten Sampang terlibat dalam kegiataan ini. 

"Jumlah peserta sengaja kami batasi, kalau seluruh santri diturunkan khawatir memblundak dan tentunya akan merepotkan panitia," ujar Ketua Panitia, Mas'udi Kholili yang didampingi oleh Bendahara, Mohammad Hasan Jailani.

Acara tersebut sengaja dimasukkan dalam rangkaian kegiatan HSN 2017, untuk memupuk semangat para santri agar lebih mencintai dan menghormati ulama -ulama pejuang yang turun langsung ke jalan guna mengusir penjajah.

"Sepanjang jalan dari start hingga finish, peserta JJS menyanyikan mars NU Syubbanul Wathon. Tentunya ini menjadikan susasan lebih heroik dan peserta lebih semangat. Alhamdulillah, acara berlangsung sukses. Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat," ucapnya.

Pantuan dilokasi, suasana semakin meriah karena panitia menyiapkan kupon undian berhadiah bagi peserta JJS.Bermacam hadiah disiapkan seperti jam dinding, kipas angin, televisi, dan sepeda. Selain itu juga tersedia hadiah utama berupa 10 jilid kitab Al-Fiqhul Islamy Wa Adillatuhu, karangan Syech Wahbah Az- Zuhaily.  Peserta yang beruntung mendapatkan hadiah utama, adalah santri dari Pondok Pesantren Assirojiyyah, Kajuk, Kelurahan Rongtengah, Sampang, bernama Kholili.

Acara turut dihadiri Rais Syuriah, KH Syafiuddin Abd Wahid; dan ketua Tanfidziyah KH Muhaimin Abd Bari, serta jajaran pengurus PCNU setempat, 

Sementara Bupati Sampang, Fadhilah Budiono secara langsung memberangkatkan ribuan peserta JJS dari garis start di depan Pendopo Bupati Sampang di Jalan Wijaya Kusuma, Sampang. (Hadji/Kendi Setiawan)

Jumat 20 Oktober 2017 23:3 WIB
Santri Pacitan Pamerkan Produk Unggulnya di Hari Santri
Santri Pacitan Pamerkan Produk Unggulnya di Hari Santri
Pacitan, NU Online
Tidak kurang dari 20 stand milik pesantren, madrasah, kampus, dan  badan otonom Nahdlatul Ulama, dan masyarakat umum ikut meramaikan Pameran Kreatif Santri yang digelar dalam rangka merayakan Hari Santri Nasional 22 Oktober di alun-alun Pacitan. Stand ini menampilkan berbagai macam produk unggulan milik para santri dan warga NU.

Beberapa produk unggulan dipamerkan dalam stand yang masing-masing berukuran 3×3 M itu, diantaranya baju muslim- muslimah, seragam NU, kain batik, berbagai buku bacaan, kaligrafi, aksesoris NU, poto pendiri NU dan kiai pesantren, serta aneka produk makanan.

Sejak dibuka pada Kamis sore (20/10) oleh Wakil Bupati Pacitan H Yudhi Sumbogo, stand ini ramai didatangi para pengunjung. Mereka datang dari berbagai latar belakang. 

Pengunjung juga dihibur dengan berbagai jenis penampilan santri yang berada di panggung utama acara. Selain itu, pengunjung dimanjakan pula dengan aneka jenis hidangan yang tersedia di kedai-kedai yang berdiri disisi lokasi pameran.

Stand pameran yang digelar hingga Ahad 22 Oktober besok ini, dibuka tiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. 
Sekretaris panitia hari santri Pacitan, Gus Zaki Alwan mengatakan, pameran kreatifitas santri ini digelar sebagai sarana mempromosikan produk yang dihasilkan oleh para santri dan warga Nahdliyin Pacitan.

"Pameran ini sebagai sarana memperkuat ekonomi santri, " terangnya kepada NU Online.

Wakil Bupati H Yudhi Sumbogo yang didaulat membuka pameran mengapresiasi pameran kreatifitas santri ini. "Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan sangat mengapresiasi pameran ini. Kami akan mendukung dan mensupport kegiatan hari santri pada tahun-tahun yang akan datang," kata Wabub.

Tampak hadir dalam acara pembukaan, Rais Syuriyah KH Abdullah Sadjad, Ketua PCNU KH Mahmud, Kepala Kankemenag H Nurul Huda, para kiai seperti KH Burhanuddin HB, KH Imam Faqih Sudjak, sejumlah pengurus Banom NU dan tamu undangan lainnya.

Selain pameran kreatifitas santri, pada Rabu (18/10) kemarin panitia bekerjasama dengan Forum Komunikasi Diniyah Taklimiyah (FKDT) telah menggelar Lomba Santri Madin. Dengan mempertandingkan lomba baca puisi islami, lomba pidato dan lomba kaligrafi. (Zaenal Faizin/Fathoni)
Jumat 20 Oktober 2017 20:6 WIB
PCNU Minta IPNU-IPPNU Kota Pekalongan Buka Komisariat di Sekolah Umum
PCNU Minta IPNU-IPPNU Kota Pekalongan Buka Komisariat di Sekolah Umum
Pekalongan, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan meminta kepada IPNU dan IPPNU untuk dapat memasuki sekolah-sekolah umum. Jika selama ini telah berhasil membentuk komisariat di madrasah atau sekolah di bawah lingkungan LP Ma'arif, maka saatnya sekolah sekolah umumnya menjadi program skala prioritas.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom saat memberikan sambutan pada pembukaan konferensi cabang IPNU dan IPPNU di Gedung Aswaja, Kamis (19/10).

Program prioritas IPNU dan IPPNU masuk ke sekolah sekolah umum menjadi sangat urgen mengingat perkembangan teknologi yang cukup pesat dan anak-anak sekolah harus diimbangi dengan pembentukan akhlakul karimah dan itu menjadi tugas kita.

"Anak-anak sekarang sangat beda ketika zaman saya masih muda, saat ini anak anak tidak bisa jauh dari yang namanya gadget, HP android, dan sejenisnya, padahal saya dulu mainannya cukup gelang karet, pecahan genteng, dan gasingan," ujarnya.

Menurut Tarom, tantangan IPNU dan IPPNU sekarang dan ke depan semakin berat dan berliku. Oleh karena itu, ia mengajak segenap kader IPNU dan IPPNU untuk tetap berpegang teguh pada ajaran Ahlus Sunnah wal Jama'ah agar bisa selamat dunia dan akhirat.

Sementara itu Ketua IPNU Kota Pekalongan Mohammad Saifullah berharap konfercab kali ini diharapkan dapat menghasilkan program-program yang dapat meningkatkan kualitas anggota dan pengurus yang terpilih nanti dapat menjalankan program dan yang terpenting ialah meningkatkan jumlah ranting dan komisariat dari yang sudah ada.

Menurut Saifullah, saat dirinya menjadi Ketua IPNU jumlah ranting IPNU yang semula ada 20 hingga akhir periode berhasil ditingkatkan menjadi 30 ranting dari 47 ranting yang ada. Kemudian jumlah komisariat yang semula ada 5 saat ini sudah berdiri 7 komisariat.

Ia berharap, pengurus IPNU dan IPPNU ke depan harus lebih giat dan semangat, apalagi saat ini IPNU IPPNU ditunjang dengan pendanaan yang cukup dari usaha penyediaan seragam batik IPNU-IPPNU dan KSPPS Minna Lana.

Pembukaan Konferensi Cabang IPNU dan IPPNU Kota Pekalongan ke-25 berlangsung cukup semarak. Acara yang dikemas dalam format gebyar sholawat juga diisi dengan tari-tarian sufi berlangsung sangat dinamis dan memukau ratusan pengunjung.

Tampak hadir dalam pembukaan, selain jajaran pengurus cabang NU, juga para ketua IPNU dan IPPNU periode sebelumnya, Ketua IPNU dan IPPNU Jawa Tengah juga tampak dalam pembukaan serta ratusan tamu undangan lainnya. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG