IMG-LOGO
Nasional

Hari Santri, Ratusan Kiai Sepuh Turun Gunung

Ahad 22 Oktober 2017 8:4 WIB
Bagikan:
Hari Santri, Ratusan Kiai Sepuh Turun Gunung
Rembang, NU Online
Ratusan kiai dari seluruh penjuru Kabupaten Rembang ikut menghadiri peringatan hari santri di alun-alun kota, yang digelar secara bersama oleh PCNU Rembang dan Lasem, Sabtu (21/10) malam.

Peringatan hari santri 2017 diawali dengan zikir pesisiran, parade 1001 rebana, dan Keplok Alfiyah sebagai salah satu tradisi pesantren yang ada di Kabupaten Rembang, yaitu Pesantren Raudlotut Tholibien asuhan KH Ahmad Musthofa Bisri.

Selain itu, acara yang dilanjutkan dengan ngobrol bersama delapan tokoh asal Kabupaten Rembang yang sudah berkiprah di Jakarta yang di antaranya KH A Musthofa Bisri, KH Maimoen Zubair yang membuka iftitah.

Sedangkan KH Yahya Cholil Staquf, KH Abdul Ghofur Maimoen, M Imdadun Rohmat, M Arwani Thomafi, Maryono, dan Phutut EA bertindak sebagai narasumber diskusi yang digelar di alun-alun Rembang.

Menurut Panitia pelaksana Hamzah Iklil, sedikitnya ada sekitar 176 kiai dan sejumlah aparat dari Pemerintah Daerah Rembang yang didaftar hadir pada peringatan santri.

"Ada sekitar 176, para kiai dari seluruh kecamatan yang ada. Minimal yang hadir itu ada perwakilan dari setiap kecamatan," katanya.

Selain zikir pesisiran, parade rebana, dan keplok alfiyah, puncak hari santri Kabupaten Rembang 2017 adalah apel santri di alun-alun yang berlanjut dengan kirab merah putih, yang akan diikuti ribuan santri yang sudah dikoordinir oleh PCNU Rembang dan Lasem, pada Ahad (22/10) pagi.

Peserta kirab merah putih akan berjalan mengelilingi jalan-jalan protokol yang ada di wilayah Kota Rembang, dan kembali finish di alun-alun kota. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Bagikan:
Ahad 22 Oktober 2017 22:24 WIB
50 Tahun Harlah Pesantren, Darul Huda FC Targetkan Juara LSN 2017
50 Tahun Harlah Pesantren, Darul Huda FC Targetkan Juara LSN 2017
Bandung, NU Online
Perhelatan final Liga Santri Nusantara memberikan semangat untuk kontingen dari pesantren untuk merebut tropi juara. Boleh dikatakan, kejuaraan nasional ini memiliki gengsi tersendiri untuk khalayak santri dan pondok pesantren.

Hal itu dirasakan oleh Darul Huda FC kontingen asal Ponorogo yang menargetkan juara pada Liga Santri Nusantara 3 (LSN). Setelah juara dari Region I Jawa Timur,mereka bersemangat untuk merebut tropi juara. Pasalnya, tropi itu akan dipersembahkan untuk ulang pesantren yang santrinya hampir puluhan ribu itu.

“Perayaan lima puluh tahun pondok menjadi salah satu motivasi kami untuk merebut juara dengan semangat bertanding dan menjungjung sportivitas,” ujar Habib Mustafa (31) di kota Bandung (20/10).

Ia menambahkan bahwa bekal menjuari region I Jawa Timur itu menjadi penyemangat untuk pergi ke kota kembang ini. Habib sendiri adalah kordinator region Jatim yang mendampingi tim Darul Huda untuk bertanding pada laga Final LSN.

Sedangkan rombongan kontingen tiba pada Senin malam. Mereka memakai kereta menuju Bandung. Menariknya, kontingen dari region I Jatim ini membawa paket lengkap untuk logistik pertandingan. Mereka membawa satu paket tim dapur sekaligus tim medis. Bahkan beras dua kintal mereka bawa untuk tidur di barak peserta.

Berbarengan dengan itu Anam (35) Panitia Pelaksana region I menyatakan bahwa atmosfer pertandingan pada region  di sana sangat kental dengan kekeluargaan. Hampir seluruh peserta berada dalam satu pondok ketika laga berlangsung hingga selesai. Ia pun bersemangat untuk datang ke Bandung mendampingi kontingen agar merebut tropi juara. Sedangkan Pondok Pesantren Darul Huda sendiri akan membawa bobotoh dari jaringan alumni pesantren itu. (Pungkit Wijaya/Abdullah Alawi)


Ahad 22 Oktober 2017 21:4 WIB
Rais ‘Aam Jelaskan Peran Santri Saat Ini
Rais ‘Aam Jelaskan Peran Santri Saat Ini
Bandung, NU Online
Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengatakan, santri saat ini tetap harus berperan; kalau dulu secara fisik yaitu merebut kemerdekaan dan mempertahankannya, saat ini membela keesepakatan-kesepakatan para ulama yang telah menyelesaikan persoalan kebangsaan dan kenegaraan, yang sudah mengsinkronisasi dan mengharmonisasi pemahaman islam dan kebangsaan.

“Karena itu, Islam dan kebangsaan tidak boleh saling bertabrakan. Tidak boleh terjadi konflik karena ini terselesaikan dan sudah tersinkronisasikan oleh para ulama, para pendiri bangsa ini,” katanya di PBNU, Jakarta, beberapa waktu lalu.  

Mana kala ada benturan antara Islam dan kebangsaan, berarti ada mispersepsi, ada salah pemahaman. Bisa saja pemahaman itu salah dari cara memahami Islam sehingga terjadi benturan dengan kebangsaan. Bisa juga sebaliknya salah di dalam menafsirkan kebangsaan, sehingga timbul benturan dengan Islam.

“Nah, ini yang tidak boleh terjadi. Itu tugas kita santri sekarang, mengawal harmonisasi dan integrasi dan pemahaman yang ada pada Islam dan pemahaman yang ada pada kebangsaan. Itu menjadi penting karena adanya kelompok-kelompok radikal,” jelasnya.

Karena itu, maka langkah yang harus dilakukan santri adalah melakukan kontraradikalisme dan deradikalisasi serta mengeliminasi kelompok-kelompok intoleran.

“Kelompok intoleran itu yang jangankan kepada non-Muslim, kepada sesama Islam saja tidak toleran. Kelompok ini saya menamakannya ananiyah jamaiyah, ego kelompok, ashobiyah jam’iyyah sehingga selain kelompok golongannya dianggap sesat dan kafir,” tegasnya.

Kalau kelompok seperti itu dibiarkan berkembang, akan terjadi konflik-konflik yang luar biasa.

“Kewajiban santri NU terutama harus menjaga ini dan melakukan pencegahan-pencegahan dan pengawalan-pengawalan untuk merawat kerukunan keislaman dan kebangsaan kita,” lanjutnya. (Abdullah Alawi)

Ahad 22 Oktober 2017 20:30 WIB
HARI SANTRI 2017
Manfaat dan Mudarat Internet Sama Besar, Santri Harus Berperan!
Manfaat dan Mudarat Internet Sama Besar, Santri Harus Berperan!
Jakarta, NU Online
Pada momen hari santri 2017 ini, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengingatkan para santri untuk kian peka terhadap perkembangan zaman di sekitarnya, termasuk teknologi informasi. Ia mendorong mereka untuk aktif memberikan manfaat di dunia digital.

“Hari ini santri juga hidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudarat yang sama-sama besar,” ujarnya saat menyampaikan pidato pada apel akbar hari santri yang digelar di pelataran Tugu Proklamasi, Jakarta, Ahad (22/10).

Ia mengatakan, internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks.

Santri, tambahnya, perlu ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan serta mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan lima filosofi syariat Islam.

“Yakni untuk menjaga agama (hifdhuddin), jiwa (hifdhun nafs), nalar (hifdhul aql), harta (hifdhul mal), keluarga (hifdhun nasl), dan martabat (hifdhul ‘aradl) seseorang. Kaidah fikih: al-muhâfadhah ala-l qadîmis shâlih wa-l akhdzu bi-l jadîdi-l ashlah senantiasa relevan sebagai bekal kaum santri menghadapi tantangan zaman yang terus berubah,” papar Kiai Said.

Kiai asal Cirebon ini juga mengimbau para santri untuk mentransformasikan momentum Hari Santri sebagai ajang gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. “Spirit “nasionalisme bagian dari iman”, hubbul wathan minal iman, perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme,” katanya.

Apel diikuti ribuan santri dan pelajar dari berbagai daerah di Jabodetabek. Usai pembacaan teks Pancasila yang dipimpin Ketua PBNU Robikin Emhas, deklarasi ikrar santri diteriakkan secara serentak yang dipandu oleh Sekjen PBNU Ishfah Abidal Aziz.

Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan sejumlah pejabat tinggi negara. (Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG