IMG-LOGO
Daerah

Dalam 5 Tahun, Tunanetra Ini Hafal 30 Juz

Ahad 29 Oktober 2017 19:30 WIB
Bagikan:
Dalam 5 Tahun, Tunanetra Ini Hafal 30 Juz
Penampilan Isyroqi Nur Muhammad Limi'roji pada Musabaqoh Hifzhul Qur'an Nasional di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta.
Jakarta, NU online
Keterbatasan fisik tidak menghalangi semangat Isyroqi Nur Muhammad Limi'roji, santri Pesantren Bidayatul Hidayah, Mojokerto untuk mengikuti perlombaan Musabaqoh Hifzhul Qur'an Tingkat Nasional ketiga di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta.


Santri penyandang tunanetra berusia 17 tahun yang kini masih duduk di kelas 3 Aliyah itu semenjak kecil bercita-cita menjadi seperti ayahnya yang juga seorang hafiz. Selain cita-cita tersebut wasiat sang ayah sebelum meninggal agar ia menjadi seorang penghafal Al-Qur'an, semakin menumbuhkan semangatnya.

"Saya mulai menghafal Al-Qur'an ketika saya berumur 8 tahun dan alhamdulilah selesai di umur 13. Saya ingin mengamalkan wasiat ayah saya yang telah berpulang ke rahmatullah terlebih dahulu. Saya ingin menjadi seorang hafiz seperti almarhum ayah saya yang juga seorang hafiz. Dulu almarhum pernah menjadi juara tahfiz di Jakarta," kata Isyroqi, Ahad (29/10).

Perjuangannya untuk mampu menghafal Al-Qur'an tidaklah mudah. Metode yang ia tempuh adalah metode sima'ah. Ia harus mendengarkan ibunya membacakan kalimat per kalimat ayat- ayat Al-Qur'an. Ia juga menggunakan rekaman suara untuk menghafalkan ayat-ayatnya. 

“Ketika saya sedang malas-malasnya, ibu tetap memaksa saya untuk tetap menghafal, hingga akhirnya saya menghafalkan Al-Qur'an sambil menangis," lanjut Isyroqi.

Isyroqi berpesan kepada generasi penerus bangsa untuk selalu bersemangat dalam menghafal Al-Qur'an dan selalu mengimbangi antara usaha dan doa. 

"Saya berpesan agar mereka selalu bersemangat dalam menghafal qur'an, jangan mudah menyerah, dan imbangi selalu antara usaha dan do'a, serta usahakan bukan hanya sekedar menghafal, namun juga lancar dalam menghafalkan Al-Qur'an," tukas Isyroqi. (Red: Kendi Setiawan)

Bagikan:
Ahad 29 Oktober 2017 22:30 WIB
Aksi Budaya Ramaikan Hari Santri Cilacap
Aksi Budaya Ramaikan Hari Santri Cilacap
Cilacap, NU Online
Menghangatkan Hari Santri 2017, PC Lesbumi NU Cilacap, menggelar Aksi Budaya Hari Santri Nasional pada Jumat (27/10).

Dipandu host Muhammad Nahdliyin gelaran aksi pun mengalir cair. Mengawali rangkaian acara, siswa-siswa SMP Ya Bakii 1 Kesugihan menyuguhkan racikan lagu-lagu Islami. 

Teater Miat Ingsun Ngaji persembahan santri-santri Pesantren Al Ihya Ulumuddin Kesugihan yang juga tidak kalah aktraktif. Mereka menyelingi orasi dan pembacaan puisi karya Gus Mus oleh Lina Holis (Ketua PC IPPNU), Nur Wahid (Ketua PC IPNU).

Ketua LP Maarif KH Munir Riyanto, Kasatkorcab Banser Mbah Jamaluddin Al-Bab, Ketua PC Fatayat Siti Sururiyyah, dan PC LDNU H Taufiq Hidayatullah tak ketinggalan menampilkan aksi membaca puisi. 

Sementara Kuwat Darmawan dan Nasruddin Mudaft bertindak sebagai penata artistik. 

Selain penampilan para pengisi, juga ditayangkan dokumentasi film karya komunitas Sangkanparan Cilacap. Film berupa  testimoni dan ucapan selamat Hari Santri Nasional dari unsur PCNU, pimpinan pesantren.

Pengunjung pun tak beranjak hingga penampilan Habib Ali Al-Munawar dkk membacakan simtuduror dengan musik pengiring grup hadroh Al-Azhar PAC IPNU Sampang. 

Gus Aid Aid Mustaqim Hasby dari PCNU Cilacap, mengatakan, melalui aksi budaya kali ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para santri yang dituntut semakin mandiri. 

Sementara Koordinator acara, Abdulloh Amir menegaskan sampai hari ini, dan di masa mendatang, peran santri tetap penting dalam menjaga keutuhan NKRI.

Ada pun Ketua Lesbumi Cilacap, Badruddin Emce mengatakan kegiatan serupa direncanakan digelar di beberapa titik.

“Sehingga Nahdliyin, terutama santrinya yang tersebar di kabupaten yang luas ini, memiliki kesempatan (dalam unjuk kepiawaian dan mengakses kesenian) yang sama,” kata Badruddin. (Red: Kendi Setiawan)

Ahad 29 Oktober 2017 21:30 WIB
IPNU IPPNU UINSA Siap Kawal Pemberdayaan Era Millenial
IPNU IPPNU UINSA Siap Kawal Pemberdayaan Era Millenial
Surabaya, NU Online
Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Universitas Islam Negeri Surabaya (PKPT IPNU-IPPNU UINSA) turut serta menjaga NKRI dari paham radikal dan anti Pancasila, dengan mengadakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Villa Pondok Jowo Gondang, Padusan, Pacet, Mojokerto, Jumat-Ahad, 27-29 Oktober 2017.

“Makesta merupakan tahap awal pengkaderan IPNU IPPNU dalam meneruskan perjuangan para ulama dalam mensyiarkan faham Ahlusunnah Wal Jama’ah (Aswaja) dan turut serta membentengi  faham radikal yang mulai memasuki dunia pelajar dan kampu,” terang Kartika Nur Umami, Ketua PKPT IPPNU UINSA.

Makesta diikuti seluruh fakultas yang ada di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya diantaranya Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syariah. Pengkaderan Makesta diikuti oleh 207 peserta yang didominasi oleh peserta perempuan. 

Mengawal kader NU dalam lingkungan kampus menjadi suatu tantangan tersendiri bagi PKPT IPNU IPPNU UINSA karena mengingat pemikiran-pemikiran para mahasiswa baru yang kadang masih menjadi  beradaptasi sesuai perasaan dan logikanya. Sehingga PKPT IPNU IPPNU UINSA  juga mengupayakan pemberdayaan kader di dalam kampus.

Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini saya bisa menambah wawasan tentang kebangsaan dan ke-NU-an, yang jarang sekali kami dapat dibangku sekolah maupun kuliah,” kata salah satu peserta, Muhammad Fajar.

Fajar menambahkan setelah kegiatan dirinya akan berusaha sebaik-baik mungkin untuk mengabdi dan menjadikan IPNU-IPPNU UINSA lebih baik. 

Sulistia Prabawati, alumni Ketua PKPT IPPNU UINSA tahun priode 2014-2015 dan Ketua PC IPPNU Kota Surabaya tahun 2017-2019 sangat mengapresiasi kegiatan Pengkaderan Makesta tersebut.

“Mengikuti makesta merupakan gerbang awal untuk ikut menjadi bagian dari IPNU-IPPNU dan pemberdayaan kader pun sangat dibutuhkan bagi para kader agar kader tersebut tetap selalu berdaya di IPNU-IPPNU maupun NU pada khususnya,” katanya. (Sumriyah/Kendi Setiawan)

Ahad 29 Oktober 2017 21:15 WIB
Ketum Pagar Nusa: Rekrut Pendekar Pagar Nusa dengan Cara Kreatif
Ketum Pagar Nusa: Rekrut Pendekar Pagar Nusa dengan Cara Kreatif
Temanggung, NU Online
Sebanyak 323 pendekar berkumpul di SMK Nahdlatul Ulama Kabupaten Temanggung, Sabtu (28/10). Seratus delapan puluh pendekar berasal dari Temanggung, 54 dari Magelang, dan 89 berasal dari Wonosobo. 

Dalam perhelatan akbar se-Eks Karesidenan Kedu tersebut mengambil tajuk Istighosah dan Gemblengan Ilmu Hikmah Pagar Nusa se-Eks Karesidenan Kedu.

Ketua Umum Pagar Nusa, yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan harapannya agar kegiatan-kegiatan Pagar Nusa ke depan bisa berlanjut, berjenjang dan lebih inovatif.

“Mari kita persubur dengan aneka kegiatan di berbagai tingkatan, baik itu Kejurkab maupun Kejurda,” katanya.

Ia meminta pengingkatan kualitas dan kuantitas para pendekar Pagar Nusa.

“Melalui rekriutmen anggota baru dengan cara-cara yang kreatif,” tandasnya. 

Ketua PCNU Temaggung KH Muhammad Furqon, menegaskan pendekar Pagar Nusa harus siap menjadi benteng ulama.

“Kader penggerak bangsa yang memiliki kompetensi kanuragan, juga cerdas secara intelektual, dan siap berjuang untuk lebih dikenal tak hanya lokal dan interlokal, namun hingga go internasional,” ungkap Gus Furqon, panggilan akrabnya.

Acara semakin padat dan sarat kandungan hikmah, karena selain istighosah, juga ditampilkan Salam Pagar Nusa dan Silat Budaya, Atraksi Pagar Nusa, Prasetya Pagar Nusa dan ditutup dengan Tumpengan Selamatan dan Gemblengan Ilmu hikmah (kanuragan) khusus yang diberikan kepada para pendekar yang hadir itulah acara yang terlaksana malam tersebut.

Pagar Nusa Temanggung yang selama ini didukung LP Maarif mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dalam kurun waktu tak lama banyak pendekar Pagar Nusa bermunculan, termasuk jajaran panitia kegiatan ini juga digawangi salah satu pendekar yang juga sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah di Temanggung.

“Dengan adanya kegiatan istighosah dan gemblengan ilmu hikmah ini, kami sangat berharap bisa menjadi media untuk lebih menebalkan Ilmu Kanuragan dan tenaga bagi para Pendekar,” ungkap Eko Purwanto, Ketua Panitia.

Ia sangat berharap kegiatan malam itu sebagai awal untuk membumikan Pagar Nusa di eks- Karesidenan Kedu, sehingga mampu menjadi benteng ulama yang berujung menjadi benteng NKRI. (Ja’far/Kendi Setiawan)
























IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG