IMG-LOGO
Daerah

Alhamdulillah, PCNU Pekalongan Terima Izin Kelola Lembaga Pendidikan Tinggi

Kamis 23 November 2017 20:2 WIB
Bagikan:
Alhamdulillah, PCNU Pekalongan Terima Izin Kelola Lembaga Pendidikan Tinggi
Pekalongan, NU Online
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek dan Dikti) Mohammad Nasir menerima permohonan PCNU Kabupaten Pekalongan tentang alih kelola lembaga pendidikan tinggi Politeknik Batik (Polbat) Pusmanu Pekalongan yang dituangkan dalam SK Kemenristek Dikti nomor : 636/KPT/1/2017.

Penyerahan SK alih kelola disampaikan langsung oleh Menristek Dikti Mohammad Nasir kepada Ketua PCU Kabupaten Pekalongan KH. Muslih Khudlori bersamaan dengan acara Nusantara Mengaji, Sabtu (18/11) di Alun Alun Kajen Kabupaten Pekalongan.  

Keinginan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalonngan mendirikan perguruan tinggi NU sempat mengalami batu sandungan setelah pemerintah dalam hal ini Kemenristek Dikti mengeluarkan moratorium tentang pendirian perguruan tinggi pada awal tahun 2017.

Larangan pendirian perguruan tinggi yang tertuang dalam surat edaran Kemenristek Dikti nomor : 2/M/SE/IX/2016 mengatur tentang Pendirian Perguruan Tinggi Baru dan Pembukaan Program Studi yang ditandatangani langsung oleh Mohammad Nasir.

Meski ada larangan dari pemerintah, PCNU Kabupaten Pekalongan terus berupaya melalui berbagai cara termasuk berkonsultasi ke PBNU dan Kemenristek Dikti di Jakarta. 

Dari beberapa kali pertemuan dan konsultasi ke Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, PCNU Kabupaten Pekalongan, akhirnya memilih opsi alih kelola lembaga pendidikan tinggi yang sudah ada yakni Politeknik Batik (Polbat) Pusmanu Pekalongan yang oleh pendirinya H. Arifin Utsman diserahkan pengelolaannya kepada PCNU Kabupaten Pekalongan.

Kini setelah mendapat izin secara resmi mengelola lembaga pendidikan tinggi, PCNU Kabupaten Pekalongan berencana membangun tempat kuliah yang representatif di belakang Gedung PCNU di Jalan Raya Karangdowo Kedungwuni diatas lahan seluas 10 Hektar. Sedangkan untuk sementara perkuliahan yang menempati eks Kantor DPRD Kabupaten Pekalongan di Jalan Jenderal Sudirman 29 Kota Pekalongan secara bertahap akan dialihkan di Gedung PCNU.

Sekretaris PCNU Kabupaten Pekalongan H Lukman Hakim kepada NU Online mengatakan, saat ini untuk mahasiswa semester 1 Polbat Pusmanu sudah berkuliah di Gedung PCNU Jalan Raya Karangdowo Kedungwuni dan diampu oleh dosen-dosen hasil seleksi tim dari PCNU.

"Saat ini fokus PCNU ialah membenahi manajemen Polbat Pusmanu yang secara bertahap dikelola dan ditangani oleh tim bentukan PCNU Kabupaten Pekalongan," ujar Lukman yang juga Sekretaris tim pendirian lembaga pendidikan tinggi NU.

Ke depan, ujar Lukman tim ini akan mengubah lembaga pendidikan tinggi yang semula politeknik menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) sebagaimana gagasan awal, setelah sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti gedung sekretariat, gedung perkuliahan dan gedung penunjang lainnya dinyatakan siap. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Kamis 23 November 2017 23:20 WIB
Inilah Karakter Guru NU Zaman Now
Inilah Karakter Guru NU Zaman Now
Temanggung, NU Online
Dosen STAINU Temanggung, Hamidulloh Ibda mengenalkan literasi media sebagai syarat guru zaman now pada puluhan guru LP Ma'arif, baik jenjang MI, MTs, maupun MA, Kamis (23/11) di aula MA Ma'arif NU Gemawang, Temanggung, Jawa Tengah.

Mereka berkumpul dalam Workshop Literasi yang dirangkai dalam pembinaan guru madrasah di lingkungan MWC Ma'arif Kecamatan Gemawang, Temanggung dengan tema Mewujudkan Tanggungjawab Guru pada Madrasah untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan dengan Landasan Ahlussunah Waljamaah yang tetap berkiblat pada paham Aswaja dan bisa menjadi generasi zaman now.

Dalam sambutannya, Ketua MWC NU Gemawang Zaeni, mengatakan jumlah guru LP Ma'arif di Gemawang sekitar 60-an terdiri dari guru MI, MTs, dan MA. Sementara jumlah pelajar sebanyak 882.

"Tujuan kegiatan ini adalah mengeratkan silaturahmi antara guru Maarif dengan PCNU dan MWC Ma'arif Gemawang. Jenengan (Anda) semua adalah guru di lingkungan NU, maka harus paham NU," ujar Zaeni.

Hal yang paling penting, katanya, yaitu meluruskan kembali niat dari arus perkembangan zaman.

"Semoga dalam kegiatan ini dapat menambah ghirah perjuangan guru," tuturnya.

Hamidulloh Ibda, dosen Prodi PGMI STAINU Temanggung sebagai pemateri, dengan didampingi Rhindra Puspitasari, Fatmawati Sungkawaningrum dan Muhammad Fadloli Al Hakim menyampaikan tentang literasi dan karakter guru NU zaman now, terutama terkait dengan pendidikan.

Selain Hamidulloh Ibda, acara juga menghadirkan KH. Muhammad Furqon (Ketua PCNU Temanggung), dan H. Miftakhul Hadi (Ketua LP Maarif NU Temanggung).

"Karena kita masuk dalam kategori yang serba digital, semua mudah didapat. Tapi mengapa gadget kita hanya untuk medsos, maka di situlah mengapa literasi menjadi sebuah hal yang kompleks," kata Ibda.

Ia menegaskan  literasi adalah segala upaya yang dilakukan manusia dengan tujuan agar melek aksara, dan segala upaya untuk mendapatkan pengetahuan, itulah domainnya. 

Pada kegiatan yang melibatkan 50-an guru MI, MTS, dan MA se Kecamatan Gemawang, Ibda juga menyampaikan bagaimana cara menjadi guru profesional yang menguasai media massa dan media sosial karena ketiga hal tersebut sangat erat kaitannya dengan literasi pendidikan khususnya di Kecamatan Gemawang. 

Guru zaman now adalah yang memenuhi tiga hal, yaitu kompetensi, karakter dan literasi.

"Itu minimal ciri-ciri guru NU zaman now. Tapi yang paling penting, guru NU harus pakem terhadap ajaran aswaja annahdliyah meskipun perubahan zaman begitu cepat. Guru NU tak boleh tercerabut dengan perkembangan zaman seperti ini," tegas dia.

Sementara itu, H. Miftakhul Hadi menyampaikan LP Maarif NU dilihat dari dasar-dasar ilmu yang diterapkan. Ia berbicara sejarah LP Maarif di Kabupaten Temanggung.

"Ini kita perlu belajar, ta'lim wata'allum tentang apa saja yg ada di LP Maarif NU" katanya.

LP Maarif NU bertugas melaksanakan kebijakan NU di bidang pendidikan dan pengajaran formal.

"Kalau LP Maarif NU adalah sebuah kabinet, maka NU itu ya adalah kabinet, bisa disandingan dengan menteri pendidikannya NU," paparnya.

Sedangkan KH. Muhammad Furqon menceritakan tentang sejarah NU, terutama tentang perjuangan kiai-kiai NU saat zaman penjajahan.

Mulai dari Pangeran Diponegoro, Suryadi Suryaningrat atau sering dikenal Ki Hajar Dewantara, sampai pada pencipta lagu Indonesia Raya dan Syukur, Husein Muntaha, dan juga satu-satunya santri perempuan murid Mbah Kiai Sholeh Darat, R.A. Kartini.

"Berangkat dari penikiran bahwa pejuang-pejuang saat itu adalah santri, maka dibentuklah Nahdlatul Ulama. NKRI sebagai wadah bagi perjuangan Indonesia, ini adalah harga final" ungkapnya.

Gus Furqon menambahkan, bahwa guru NU wajib tahu ideologi NU dan mendarahdaging dari akar.

"Tanah air adalah wadah dari agama, oleh karenanya mempertahankan NKRI hukumnya adalah wajib" tegasnya. (Dloli/Kendi Setiawan).
Kamis 23 November 2017 21:3 WIB
Sambut Maulid Nabi, Siswa MTs Ini Baca Shalawat Sebelum Ujian
Sambut Maulid Nabi, Siswa MTs Ini Baca Shalawat Sebelum Ujian
Sidoarjo, NU Online 
Ada hal yang menarik saat pelaksaan ujian akhir sekolah (UAS) yang dilakukan oleh siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) YPM 1 Wonoayu Sidoarjo ini. Pasalnya, sebelum ujian dimulai, para siswa serentak berdiri tegap di dalam kelas. Bukan tanpa sebab, melainkan mereka sedang membaca Shalawat Nabi.
 
Menurut Kepala MTs YPM 1 Wonoayu, Suhardi, shalawat dibaca mulai awal ulangan karena ada intruksi dari Yayasan MTs YPM Sepanjang, bahwa dalam rangka menyambut Maulid Nabi sampai peringatan Maulid Nabi pada 1 Desember mendatang, para siswa dan guru dihimbau agar bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
 
"Pada kegiatan belajar atau ulangan ini, anak-anak membaca shalawat sambil berdiri. Harapannya anak-anak cinta kepada Nabi Muhammad, mau meneladani akhlak Nabi, sekolahnya jadi barokah karena sering membaca shalawat dan tentu di akhirat mendapatkan syafaat dari Rasulullah, Nabi Muhammad SAW," kata Suhardi, Kamis (23/11).
 
Ia menambahkan, setiap hari siswa MTs YPM 1 Wonoayu juga membaca surat Yasin dan membaca doa yang telah diberikan oleh yayasan yaitu doa sebelum belajar. Selain siswa, para guru juga dihimbau agar mengkisahkan perjuangan Rasulullah kepada umatnya. Agar para siswa tumbuh kecintaan kepada Nabi Muhammad.
  
"Untuk menyambut Maulid Nabi, Yayasan menginsturksikan kepada kami supaya memperbanyak membaca shalawat. Dan tanggal 9 Desember mendatang, ada peringatan Maulid Nabi di masjid-masjid," pungkasnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Kamis 23 November 2017 8:7 WIB
Muharrik Masjid NU Kota Bandung Sediakan Layanan Antar-Jemput Mukena dan Sarung Bersih
Muharrik Masjid NU Kota Bandung Sediakan Layanan Antar-Jemput Mukena dan Sarung Bersih
Bandung, NU Online
Muharik (Penggerak) PCNU Kota Bandung merealisasikan program Gerakan Mukena Bersih (GMB) dan Gerakan Sarung Bersih (GSB). Mereka juga menyediakan fasilitas sepeda motor delivery bagi masjid yang membutuhkan dengan semboyan "Anda undang, kami datang."

Menurut Ketua Muharik NU Kota Bandung Suyanto, penyediaan motor ini dimaksudkan sebagai fasilitas untuk pengambilan dan antaran ke tiap masjid.

"Jadi fungsi sepeda motor delivery ini untuk mengambil mukena atau sarung yang kotor untuk dicuci. Setelah dicuci dan dibersihkan, lalu kami antarkan kembali ke masjid tersebut," kata Suyanto dalam pesan elektronik yang dikirim ke NU Online, Rabu (22/11) malam.

Yang diantarkan, lanjut mahasiswa pascasarjana ITB ini mengatakan, tak hanya mukena dan sarung yang sudah bersih saja, tetapi menambahkan bantuan lainnya.

"Nantinya bantuan kain kafan dan perlengkapan jenazah akan juga diberikan kepada tiap-tiap masjid yang membutuhkan," ujarnya.

Suyanto mengatakan, usulan motor delivery ini memang terbentuk berkat ide antara Muharik NU dan Lembaga Dakwah NU Kota bandung. Sedangkan bantuan motornya berasal dari Lembaga Takmir Masjid PWNU Jabar, boxnya berasal dari bantuan PT Energi Putra Bangsa.

"Alhamdulillah motor (delivery) ini tercetus atas ide bersama," kata Suyanto.

Selain GMB dan GSB ada juga program lain seperti Gerakan Bersih Bersih Masjid (BBM) dan pelatihan pemulasaraan jenazah yang hari ini banyak respon dari kalangan DKM Masjid di kota Bandung. (Bakti Habibie/Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG