IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Sabar Munanto Pimpin NU Banyumas

Senin 11 Desember 2017 12:0 WIB
Bagikan:
Sabar Munanto Pimpin NU Banyumas
Banyumas, NU Online
Setelah melewati proses dramatis nan emosional, Konferensi Cabang (Konfercab) Nadhlatul Ulama Kabupaten Banyumas berakhir, Senin (11/12) dini hari. Terpilih, H Sabar Munanto sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Mughni Labib sebagai Rais Syuriah. Konfercab sendiri berlangsung di Pesantren Assuniyyah, Kebonkapol, Sokaraja, Banyumas. 

Adapun hasil akhir perolehan suara, H Sabar Munanto unggul telak dari calon incunmbent H Maulana Ahmad Hasan (Gus Hasan). Dari total 27 suara (MWC), Sabar Munanto memperoleh dukungan 19 suara, sedangkan Gus Hasan 7 suara dan 1 suara dinyatakan tidak sah. 

"Pada putaran pertama, ada empat kandidat. Masing-masing Sabar Munanto 11 suara, Gus Hasan 7 suara, Dr Ridwan 5 suara, dan Ahsin Aedi Fanani 4 suara. Minimal memperoleh 7 suara untuk maju putaran kedua, jadilah Gus Hasan dan Sabar Munanto bersaing," kata Ketua Panitia Konfercab, H A Luthfi Hamidi.

H Sabar Munanto bukanlah nama baru di NU Banyumas. Selain aktif sejak jenjang IPNU, dia juga pada periode Gus Hasan menjadi Sekretaris PCNU Banyumas. Pria kalem ini juga menjabat Kepala MI Negeri Purwokerto dan dikenal baik prestasinya di dunia pendidikan. 

Rais Syuriah
Sementara itu, proses pemilihan Rois Syuriah yang lebih dahulu digelar menggunakan sistem AHWA. Adapun menentukan 5 orang AHWA, masing-masing Rais Syuriah MWC mengusulkan 5 nama. Dari nama-nama tersebut, dipilih 5 besar perolehan suara menjadi AHWA. 

"Dalam proses pemilihan AHWA, ada nama KH Mughni Labib, KH Taefur Arofat, Mbah KH Zaenurrohman Al Hafidz, KH Hisyam Tontowi dan KH Abdul Hamid Rusdi. Setelah berunding, ditunjuklah KH Mughni Labib," sambung Luthfi.

Kyai Mughni Labib sendiri juga bukan orang baru. Selain aktif di NU Banyumas, dia merupakan mantan Kepala Kantor Kementerian Agama di Banyumas, Cilacap dan pernah di Brebes. Sehari-hari, dia juga menjadi pengasuh Pesantren Al Ittihad, Pasir, Banyumas. Al Ittihad sendiri adalah sebuah lembaga pendidikan dengan jejaring madrasah diniyah yang tersebar di beberapa titik. 

H Sabar Munanto menyebut memimpin organisasi NU, butuh pengorbanan luar biasa.

"Jadi memang pengorbananya harus siap luar biasa. Kemudian secara organisasi, ketua tanfidz di NU itu membutuhkan kerja koordinasi, menggerakkan semua banom dan elemen di bawahnya," katanya sambil tak lupa minta doa restu dan dukungan. 

Sementara Rais Syuriah terpilih, KH Mughni Labib mengaku dengan sangat berat hati menerima perintah dari kiai-kiai sepuh.

"Sungguh ini bukanlah tugas amanah yang ringan. Tapi bismillah dan mohon doa restu semua, semoga kami bisa menjalankan amanah dengan baik," katanya seraya menahan tangis.(Djito el Fateh/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Senin 11 Desember 2017 23:1 WIB
Gus Muwafiq: Kuburan Mengingatkan Kematian
Gus Muwafiq: Kuburan Mengingatkan Kematian
Jepara, NU Online
Salah satu poin ceramah yang disampaikan Kiai Ahmad Muwafiq dalam ziarah dan tahlil bersama di Makam desa Kedungleper kecamatan Bangsri kabupaten Jepara, Sabtu (09/12) adalah bahwa kuburan mengingatkan manusia akan kematian. 

“Kuburan mengingatkan bahwa kita akan kembali dipanggil Allah,” tandasnya kepada ratusan hadirin yang memadati makam. 

Kegiatan dalam rangka Haul KH Ridlwan ke-47, KH Muchtar Hasan ke-33 dan KH Baidlowi Ali ke-11 itu, Kiai Muwafiq menambahkan, haul ialah kegiatan napak tilas pendahulu. 
 
Kelak, lanjutnya, manusia meninggal sesuai dengan rombongan masing-masing. Sehingga, selaku pengikut Ahlussunah wal-Jama’ah (Aswaja) yang kategorinya sebagai tabiin (pengikut) diimbau untuk mantap. 

Kiai akrab disapa Gus Muwafiq itu, sebagai pengikut kiai, santri tidak usah banyak bertanya agar hidupnya tentram. 

“Sahabat Ali dan Abu Bakar usai Nabi menceritakan perjalanan isra dan mikrajnya tidak banyak bertanya dan hanya mengiyakan,” contoh Gus Muwafiq bahwa keduanya adalah sahabat yang baik. 

Dan sebagai pengikut Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, warga NU harus percaya bahwa sanad keilmuwannya sampai kepada Sayyidina Ali dan Nabi Muhammad SAW. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

    

Senin 11 Desember 2017 22:43 WIB
Puluhan Pelajar Desa Ikuti Pelatihan Relawan Antinarkoba
Puluhan Pelajar Desa Ikuti Pelatihan Relawan Antinarkoba
Tulungagung, NU Online
Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Batangsareng Kecamatan Kauman mengadakan pelatihan relawan antinarkoba pada Ahad, 3 Desember 2017 pukul 08.00 WIB sampai 13.00 WIB. Kegiatan itu dikerjasamakan dengan Badan Narkotika Nasional atau BNN Kabupaten Tulungagung,

Kegiatan berlangsung di balai desa setempat tersebut diikuti 50 peserta dari kalangan pelajar. Bahkan sejumlah tokoh berkenan hadir dan mendampingi peserta hingga kegiatan selesai.

Pelatihan yang difasilitasi Pemuda Mandiri Membangun Desa binaan Kementerian Pemuda dan Olahraga ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah desa setempat. 

"Kegiatan yang diadakan IPNU IPPNU seperti ini sangat penting untuk mengembangkan desa," tutur Ir. Ripangi. 

Kepala Desa Batangsaren tersebut juga berterimakasih kepada sejumlah peserta yang dengan antusias mengikuti kegiatan. 

Usai pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi oleh Tri Arief. Kasi P2M BNN Kabupaten Tulungagung menyampaikan tentang jenis dan dampak penyalahgunaan narkoba, serta kasus narkoba di kawasan tersebut. 

Salah satu kasus yang diceritakan adalah penangkapan pengedar narkoba di kecamatan Ngunut. Melalui cerita tersebut, diharapakan seluruh peserta pelatihan bisa waspada terhadap gerak mencurigakan di lingkungan sekitar.

"Saya sangat senang karena materi yang saya dapat di pelatihan ini menyadarkan untuk berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba," ujar Ni'mah, salah satu Pengurus Ranting IPPNU Batangsaren yang mengikuti pelatihan.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta dikukuhkan sebagai relawan anti-narkoba. Mereka memiliki tugas menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba dan kampanye menolak peredaran bahan berbahaya tersebut di desa dan sekolah. (Puspita Hanum/Abdullah Alawi)

Senin 11 Desember 2017 22:1 WIB
Bersama NU Care, Mahasiswa Tasikmalaya Bantu Warga Terdampak Tanah Bergerak Desa Sukarasa
Bersama NU Care, Mahasiswa Tasikmalaya Bantu Warga Terdampak Tanah Bergerak Desa Sukarasa
Jakarta, NU Online
NU Care-LAZISNU bekerjasama dengan Himpunan Mahasiwa Tasikmalaya (Himalaya) Jakarta, menyalurkan bantuan bagi warga terdampak tanah bergerak Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya Sabtu-Ahad, 9-10 Desember 2017.

Barang bantuan berupa sembako dan baju layak diberikan untuk membantu meringankan  warga terdampak. 
Penyerahan bantuan dilakukan oleh  Himalaya Peduli Tasikmalaya, disaksikan anggota DPRD Tasikmalya, tokoh masyarakat Desa Sukarasa, Kepala Desa Sukarasa, Kepala Dinas Sosial Tasikmalaya.

Di Desa Sukarasa, sudah hampir satu bulan sedikitnya 10 kepala keluarga menetap di Kantor Kepala Desa. Semula terdapat 32 KK yang menetap di kantor tersebut, namun karena di antara mereka masih memiliki sanak keluarga, mereka lalu mengungsi di rumah sanak kelurga. 

“Dan mereka (10 KK)  yang di sini tinggal orang-orang yang sudah tidak memiliki sanak keluarga dan rumah yang rusak  parah,” kata Rio Setiawan, salah satu anggota Himalaya.

Rio menegaskan penyaluran bantuan sebagai wujud bakti Himalaya terhadap tanah kelahiran Tasikmalaya. 

“Juga harapannya sedikitnya dapat meringankan beban mereka dan memotivasi anak-anak (dari keluarga terdampak) untuk terus semangat mengejar cita-cita,” lanjut Rio.

“Ini merupakan kepedulian NU Care-LAZISNU terhadap bencana-bencana yang menimpa beberapa wilayah Indonesia, salah satunya bencana tanah bergerak di Tasikmalaya,” ujar Nur Hasan, senior fundraising PP NU LAZISNU di Jakarta, Sabtu (9/12).

Trauma Healing
Selain pemberian bantuan berupa barang, anggota Himalaya juga melakukan trauma healing (penyembuhan trauma) untuk anak-anak. 

“Dengan trauma healing berhasil membuat warga terutama anak-anak merasa terobati atas ketakutan-ketakutan yang mereka alami selama hampir satu bulan ini,” Rio menambahkan.

Basuki Rahmat, anggota DPRD Tasikmalaya mengatakan apresiasinya atas kepedulian yang diberikan oleh para mahasiwa asal Tasik yang ada di Jakarta.

“Walaupun mereka menimba ilmu di Jakarta tapi tidak lupa dengan dari mana asal mereka,” ujar Basuki.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi mahasiswa lainnya, dari mana pun mereka berasal. 

Ilah warga yang mengungsi di kantor Desa Sukarasa sangat berterimakasih kepada para mahasiswa Tasikmalaya di Jakarta.

“Juga merasa terharu atas rasa peduli mereka, karena ada mahasiswa Tasikmalaya di Jakarta yang menunjukkan rasa pedulinya langsung,” kata Ilah. (Nubzah Tsaniyah/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG