IMG-LOGO
Daerah

Kepemimpinan Fatayat Kalteng Ini Patut Diteladani


Rabu 13 Desember 2017 12:07 WIB
Bagikan:
Kepemimpinan Fatayat Kalteng Ini Patut Diteladani
Pangkalan Bun, NU Online
Mar'atus Sholihah (30) warga Desa Melawen Kecamatan Pangkalan Lada ini patut mendapatkan apresiasi ketika terpilih menjadi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) pada 2013 silam. Pasalnya, ibu dari tiga anak ini mulai berusaha menghidupkan kembali kegiatan ke-NUan yang saat itu beku.

"Saat saya mendapatkan amanah sebagai Ketua PAC saya mulai dengan mengundang 35 anggota Fatayat. Alhamdulillah, yang hadir cuma 3 orang," kata Mar'atus dengan nada sedih kepada NU Online.

Menurutnya, awal kepemimpinannya bertepatan dengan tahun politik. Maka tak ayal jika ada batasan untuk berkumpul, meskipun hanya kegiatan-kegiatan baca Al-Quran, shalawat dan tahlil, dan juga membicarakan soal syiar agama.

"Cukup berat waktu itu, meski saya sudah hati-hati dalam mengumpulkan anggota Fatayat. Namun masih saja ada yang menganggap itu bagian dari politik," ujar istri Ketua PAC Ansor Pangkalan Lada A Rozikin Z.

Seiring dengan berputarnya waktu, gagasan-gagasan mulai mucul. Tepatnya pada tahun 2015 ia ingin membentuk Usaha Kecil Menengah (UKM) Fatayat NU tingkat Kecamatan yakni usaha membuat sapu lidi dari pelepah kelapa sawit. Namun, gagasan tersebut tidak serta merta bisa dterima oleh anggotanya, bahkan suaminya sendiri pun menolaknya.

"Bukan hanya ditolak anggota saja, suami saya sendiri juga tidak setuju. Bahkan ada yang bilang ide gila, " imbuhnya.

Perempuan kelahiran Banyuwangi Jawa Timur ini rupanya tidak mudah berputus asa. Dengan keterbatasan ekonomi ia mengajak putranya yang masih kecil mengumpulkan pelepah kelapa sawit yang sudah tidak terpakai. Dengan telaten ia bersama anak-anaknya mulai membuat sapu lidi dan dijualnya.

"Sapu lidi yang sudah jadi saya jual selakunya. Bukan soal harga, namun saya ingin memberikan contoh kepada anggota Fatayat lainnya," katanya.

Berbuah ketelatenan, pada tahun berikutnya ia memberanikan diri mengirim pesan singkat (sms) kepada Bupati Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah H Ujang Iskandar yang sekaligus menjadi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

"Alhamdulillah, dengan usaha dan doa akhirnya kami mendapatkan pinjaman dari H Ujang Iskandar PCNU untuk modal UMK ini. Setelah kami luncurkan ke pasar, mulailah mereka mengenal dan selanjutnya kami bentuk 10 ranting Fatayat NU dari 11 desa," pungkasnya.

Ia juga mengatakan, Fatayat NU sekarang sudah banyak digandeng oleh para pengusaha swasta. Salah satunya, lanjutnya, adalah layanan travel umrah dari Jakarta. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua jajaran kepengurusan NU yang selama ini tidak kenal lelah sudah membantu dan membinanya. (Suhud Mas'ud/Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG