IMG-LOGO
Daerah

Anak Muda NU Garut Berlatih Desain Grafis

Ahad 17 Desember 2017 21:19 WIB
Bagikan:
Anak Muda NU Garut Berlatih Desain Grafis
Garut, NU Online 
Anak-anak muda NU Kabupaten Garut mengikuti pelatihan desain grafis yang diadakan Madrasah Design Community (MDC) di Gedong Hejo Pancalikan kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut, Ahad (17/12).

Peserta kegitan itu adalah utusan dari IPNU, IPPNU, PMII, MWCNU dan santri dari berbagai pondok pesantren. 

Menurut ketua MDC Garut Aceng Fuad, pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan kader muda NU dalam menghadapi era digital seperti saat ini, khususnya dalam menyikapi media sosial.

Ia menambahkan, di media sosial, konten itu sebenarnya penting. Namun, ternyata kemasan itu tak kalah penting. 

"MDC bertujuan untuk dakwah melalui media grafis karena zaman now, perang media tergantung kemasan,” jelasnya. 

Karena itulah, kader muda NU harus mampu membuat kemasan NU dan kegiatan NU menjadi lebih baik. 

Pelatihan itu dihadiri Ketua LTNNU Kabupaten Garut Muhammad Salim, Ketua Santri Design Communty Dodi Nurcahyo, dan pengurus AIS Nusantara. (Red: Abdullah Alawi)



Bagikan:
Ahad 17 Desember 2017 22:27 WIB
Pelajar Kota Bekasi Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina
Pelajar Kota Bekasi Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina
Bekasi, NU Online
Puluhan pengurus serta anggota Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putra dan Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kota Bekasi mengutuk keras klaim Presiden AS Donald Trump yang menetapkan Yerusalem sebagai Ibu Kota negara Israel pada 6 Desember 2017 lalu.

Penolakan tersebut disuarakan pada Ahad (17/12), di depan Sekretariat PC IPNU IPPNU Kota Bekasi Jl Veteran No 22 Bekasi Selatan. Tak hanya menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina lewat aksi, para pelajar NU juga menggelar istighotsah dan doa bersama. 

Ketua IPNU Kota Bekasi Adi Prasetyo mengatakan, sudah semestinya, sebagaimana amanat UUD 1945, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

"Apalagi Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945," ungkapnya.

Aksi bertajuk Solidarity for Palestine tersebut menginginkan agar Pemerintah Indonesia dapat menjadi problem solver atas konflik yang terjadi. Mereka mengajak seluruh komponen masyarakat Kota Bekasi untuk menyatakan sikap dan turut mendoakan rakyat Palestina.

"Kami harap agar Presiden Trump tidak congkak dengan kebijakan-kebijakan yang kontraproduktif dengan upaya menciptakan perdamaian dunia hanya demi kepentingan pragmatis. Ini preseden yang buruk bagi kemanusiaan kita," imbuh Ketua IPPNU Kota Bekasi Yuni Febriyani.

Ketua PCNU Kota Bekasi KH Zamakhsyari Abd Majid mengapresiasi aksi IPNU IPPNU Kota Bekasi terhadap tragedi di Palestina. Menurutnya, segala bentuk kezaliman harus dilawan, terutama sebab di Yerusalem terdapat banyak bangunan bersejarah umat Islam. (Rabiatul Adawiyah/Kendi Setiawan)

Ahad 17 Desember 2017 20:3 WIB
Ingin Selamat dan Cukup Segala Kebutuhan, Perbaikilah Kualitas Shalat!
Ingin Selamat dan Cukup Segala Kebutuhan, Perbaikilah Kualitas Shalat!
Probolinggo, NU Online
Shalat merupakan media bagi manusia untuk berkomunikasi dengan Allah SWT dalam menyampaikan apapun yang sedang menjadi hajat dan permasalahan hidupnya. Karena setiap bacaan dari shalat intinya adalah doa kepada Allah. Oleh sebab itu shalatlah dengan khusyu', santai dan jangan tergesa-gesa.

Demikian disampaikan oleh A’wan PWNU Jawa Timur H Hasan Aminuddin ketika menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid At-Taqwa Desa Sokaan Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo, Kamis (14/12) malam.

Hasan sangat menyayangkan atas semakin banyaknya orang-orang yang lalai dan malas dalam mendirikan shalat, tidak terkecuali baik orang kota maupun orang desa. 

“Saya pernah menghitung, mulai dari wudhu sampai selesai shalat dengan khusu' dan nyantai. Ini hanya memakan waktu 5 menit saja dan jika dikalikan dengan 5 x waktu shalat wajib maka hanya 25 menit waktu kita untuk shalat dari 24 jam umur kita dalam sehari,” katanya. 

Dalam kesempatan tersebut Hasan mengajak masyarakat untuk introspeksi diri terhadap hablumminallah dan hablumminannas kualitas ibadah, khususnya ibadah shalat lima waktu. 

“Jika ingin berkah dan tenang dalam hidup, selamat dunia akhirat serta tercukupi segala kebutuhannya maka tingkatkan kualitas shalat lima waktu,” tegasnya.

Menurut Hasan, hablumminallah dan hablumminannas dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas ibadah. Jika hal itu dilakukan maka niscaya akan dicukupkan rezekinya dan anak cucunya. 

“Tidak itu saja, ahli kubur orang tua kita juga akan mendapatkan aliran pahala, karena anak yang sholeh merupakan penyambung pahala bagi orang tuanya,” terangnya.

Lebih lanjut Hasan juga mengingatkan kepada semua hadirin agar memperbanyak amal sodaqoh kepada sesama. Selain untuk menghindarkan dari bala' dan musibah, Allah juga menjanjikan balasan berkali-kali lipat. 

“Setiap rezeki Allah yang dikeluarkan di jalan Allah akan diganjar 700 kali lipat, ini janji Allah," pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Ahad 17 Desember 2017 19:2 WIB
Pagar Nusa Dikembangkan tanpa Acuhkan Kearifan Lokal
Pagar Nusa Dikembangkan tanpa Acuhkan Kearifan Lokal
Jember, NU Online
Pagar Nusa ingin mengembangkan pencak silat tanpa mengabaikan kearifan lokal. Sebab, ketika kearifan lokal diacuhkan, maka ia sangat berpotensi menimbulkan ketegangan, bahkan benturan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua PW Pagar Nusa Jawa Timur H Faidhul Mannan saat memberikan pengarahan dalam acara Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di Pondok Pesantren Al-Qodiri, Gebang, Jember, Ahad (10/12).

Menurutnya, Pagar Nusa akan mengakomodasi kelompok silat manapun untuk bergabung, membangun kekuatan demi kejayaan NU, bangsa dan negara. "Oleh karena itu, saya mengajak bagi warga (pesilat) NU yang masih berada di mana-mana, mari kembali ke habitat aslinya.  Sekarang NU sudah punya wadah pesilat resmi, yaitu Pagar Nusa," ucapnya.

Pria kelahiran Situbondo itu menambahkan bahwa di tubuh Pagar Nusa sendiri cukup beragam aliran silat sesuai dengan budaya daerah, misalnya aliran Cimande, Kuntu, Gasmi, Pamor (Pamekasan), Jokotole, Bawean, dan sebagainya. Aliran-aliran silat tersebut tetap bisa eksis, bahkan dikembangkan dengan catatan platform dan visi misinya harus mengikuti Pagar Nusa.

"Kalau di Jember berkembang  aliran Cimande, ya tidak apa-apa. Silakan diakomodasi, dan ciri khas Cimandenya tak akan hilang, namun tetap harus mengikuti garis besar Pagar Nusa," ungkapnya.

Ketua Pencak Silat Pagar Nusa Jember H Fathorrozi menegaskan bahwa kegiatan UKT dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas para pesilat secara berjenjang sehingga semakin  lama semakin banyak pesilat yang memenuhi kualifikasi. "Saya punya target, dalam lima tahun kedepan minimal ada 5000 pelatih," tukasnya saat memberikan sambutan.

UKT itu sendiri diikuti oleh 600-an pesilat Pagar Nusa yang datang dari berbagai  kecamatan di Kabupaten Jember. Hadir dalam acara  tersebut, fungsionaris Pimpinan Pusat Pagar Nusa Lora Fadil Muzakki yang  menjadi tuan rumah, Wakil Ketua PCNU Jember H Misbahus Salam. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG