::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Menpora: Santri Lebih Siap Hadapi Perkembangan Zaman

Senin, 25 Desember 2017 07:04 Nasional

Bagikan

Menpora: Santri Lebih Siap Hadapi Perkembangan Zaman
Pacitan, NU Online
Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi menyebut santri pondok pesantren dewasa ini mampu bersaing dan lebih siap dalam menyambut perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat.

Hal ini disampaikan Menpora saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) dan Reuni Nasional ke-III Ikatan Alumni Pondok Tremas (IAPT) bertema Membangun Pesantren Peradaban di Era Globalisasi, Ahad (24/12) pagi.

"Saat ini pesantren adalah satu-satunya perguruan dan lembaga pendidikan yang memberi akhlak yang baik dalam peran sosial yang dibutuhkan negeri ini, para santrinya juga bisa mengover dan bisa beradaptasi dengan dunia modern yang saat ini berkembang pesat," katanya.

Ia melanjutkan bahwa Kemenpora saat ini sedang berusaha mengelola potensi para santri pondok pesantren. Salah satunya potensi olahraga sepakbola melalui Liga Santri.

"Para santri memiliki nilai-nilai etika bagus dan potensi yang luar biasa bahkan saat diberikan kartu kuning oleh wasit mereka perlihatkan etika yang baik dan sepak bola menjadi alat perekat bangsa, santri juga dilatih untuk siap siaga, kami mohon doa dan restu," tambahnya sembari memberikan beberapa bola sepak kepada pengasuh Pesantren Tremas KH Fuad Habib Dimyathi.

Di hadapan ribuan alumni pesantren Tremas yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ini, Menpora mengaku terkesan dengan Pesantren Tremas Pacitan. Ia menyebut Pesantren Tremas sangat bersejarah karena telah menelurkan para ulama dan tokoh nasional. Lebih-lebih para pendiri Nahdlatul Ulama banyak yang berguru di pesantren yang berdiri sejak 1830 ini.

Pengasuh Pesantren Tremas KH Fuad Habib Dimyati mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menpora H Imam Nahrawi di Pesantren Tremas Pacitan.

Kiai Fuad mengatakan Mubes dan Reuni Nasional kali ini terasa sangat istimewa. Karena dihadiri oleh ribuan alumni dari berbagai periode. Mulai tahun 1950 hingga 2017.

"Di Tremas ini kami mengemban amanah yaitu pendidikan Islam untuk terus dilanjutkan," tutur Kiai Fuad.

Mubes dan Reuni Nasional ke-III yang berlangsung selama dua hari, Ahad-Senin (24-25/12) diisi dengan beberapa sidang komisi yang akan menghasilkan sejumlah rekomendasi, baik internal maupun eksternal. Kegiatan ini diharap menghasilkan keputusan strategis dan fundamental bagi kemaslahatan Pesantren Tremas kedepan.  (Zaenal Faizin/Alhafiz K)