IMG-LOGO
Nasional

Kapolri Temui Ormas-ormas Islam di PBNU

Rabu 31 Januari 2018 18:34 WIB
Bagikan:
Kapolri Temui Ormas-ormas Islam di PBNU
Jakarta, NU Online 
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian bertemu dengan pengurus ormas-ormas yang tergabung di Lembaga Persahabatan Ormas Islam di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (31/1) sore. Pertemuan dilakukan secara tertutup di ruangan Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj. 

Perwakilan ormas yang hadir adalah Nahdlatul Ulama, Al-Irsyad, Sarikat Islam Indonesia, Persatuan Islam, Al-Ittihad Al-Islamiyah, Mathla’ul Anwar, Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), IKADI, Adzikra, Al-Washliyah, Perti, HMBI, dan Nahdlatul Wathon.

Selepas pertemuan, Kiai Said mengatakan, Kapolri telah bertemu dengan pengurus 14 ormas Islam. 

“Tujuannya untuk memperkuat silaturahim, saling terbuka, saling sharing, tukar pendapat demi menjaga keamanan, ketenangan menghadapi tahun politik ini,” kata kiai yang juga ketua Umum PBNU itu. 

Pertemuan itu mengharapkan agar pilkada yang akan berlangsung tahun ini berjalan dengan damai, aman penuh kerja sama antara kepolisian dan ormas Islam yang ada di LPOI dan ormas lain. 

Sementara Tito mengatakan, pertemuan antara Polri dan LPOI bukan pertama kali. Sebelumnya ia pernah bertemu saat ia menjabat di Kapolda, di BNPT, dan sekarang saat menjadi Kapolri. 

Ia menambahkan, Polri membangun hubungan dengan semua ormas Islam. 

“Polri berkepentingan membangun kerja sama dengan ormas sevisi, yang berdieologi Pancasila. Ke depan saya akan berkunjung ke ormas-ormas,” katanya. (Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Rabu 31 Januari 2018 20:1 WIB
HARLAH KE-92 NU
Presiden Joko Widodo: NU Selalu Tampilkan Islam Ramah dan Damai
Presiden Joko Widodo: NU Selalu Tampilkan Islam Ramah dan Damai
Jakarta, NU Online
Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat hari lahir ke-92 tahun Nahdlatul Ulama melalui akun Twitter pribadinya, Rabu (31/1) malam. Ketika berita ini ditulis twit itu telah dibalas 110 kali, ditwitt ulang 1193 kali  dan disukai 1944 kali. 

“Sejak lahir hingga sekarang NU selalu menampilkan Islam yang ramah, Islam yang damai. Selamat Hari Lahir ke-92 NU, 31 Januari 2018 –Jkw,” ungkapnya. 

Beberapa Menteri Jokowi seperti hanif Dhakiri dan Rudiantara misalnya, juga mengucapkan harlah ke-92 NU melalui akun pribadinya. 

Ribuan ungkapan dari warganet menghiasi Twitter dengan tagar #Harlah92NU, 92 NU, #HarlahNU92. Setelah tagar-tagar itu tenggelam, ketika berita ini ditulis, muncul tagar #NUMasaDepan #NUperekatBangsa. (Abdullah Alawi)

Rabu 31 Januari 2018 19:16 WIB
Temui Ormas-ormas Islam, Kapolri Klarifikasi Video Pidato Viral
Temui Ormas-ormas Islam, Kapolri Klarifikasi Video Pidato Viral
Jakarta, NU Online 
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian mengklarifikasi video pidatonya yang sempat viral di media sosial beberapa hari lalu. Menurut dia, video itu merupakan pidato dia di Pondok Pesantren An-Nawawi, Tanara Banten pada 8 Februari tahun lalu. Keseluruhan durasi video itu, kata dia, sekitar 26 menit. Kemudian ada pihak yang memotongnya menjadi 2 menit.  

“Mungkin ada pertanyaan sehubungan dengan adanya viral video pada saat saya memberikan kata sambutan, yang mungkin dalam bahasanya kurang nyaman,” katanya saat bertemu dengan pengurus ormas-ormas yang tergabung di Lembaga Persahabatan Ormas Islam di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (31/1) sore.  

Menurut dia, karena dipotong menjadi dua menit tersebut, ada kesan dan membuat beberapa pihak tidak nyaman. Oleh karena itu ia mengklarifikasi konteks pidato saat itu kepada pimpinan-pimpinan ormas di LPOI.

“Alhamdulillah bisa dipahami dan tidak sedikit pun ada niat dari saya selaku Kapolri apalagi institusi Polri untuk tidak membangun hubungan dengan organisasi Islam di luar NU dan Muhammadiyah. Polri sangat berkepentingan untuk membangun hubungan baik dengan ormas mana pun sepanjang itu satu visi, artinya untuk menegakkan NKRI dan Pancasila. Karena Polri konsisten dengan itu."

Ia berjanji, itu ke depan pihaknya akan membangun hubungan lebih erat dengan ormas-ormas Islam yang lainnya, selain NU dan Muhammadiyah. 

Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj menegaskan, setelah pimpinan ormas-ormas Islam dengan Kapolri di PBNU, polemik video tersebut selesai. 

“Video viral itu sudah selesai. Tidak ada kelanjutan. Sudah tidak diperlukan lagi untuk tabayun. Sudah selesai di sini. Kalau ada yang ingin mengembangkan itu, berarti ada tujuan yang kurang baik,” pungkas kiai yang Ketua Umum PBNU itu. 

Pimpinan-pimpinan ormas yang hadir pada pertemuan itu adalah Nahdlatul Ulama, Al-Irsyad, Sarikat Islam Indonesia, Persatuan Islam, Al-Ittihad Al-Islamiyah, Mathla’ul Anwar, Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), IKADI, Adzikra, Al-Washliyah, Perti, HMBI, dan Nahdlatul Wathon. (Abdullah Alawi)

Rabu 31 Januari 2018 18:27 WIB
Nama Ulama Betawi Lebih Tepat untuk Nama Jalan Mampang-Buncit
Nama Ulama Betawi Lebih Tepat untuk Nama Jalan Mampang-Buncit
(© iNews.)
Jakarta, NU Online
Rencana perubahan nama Jalan Mampang-Buncit menjadi Jalan Jenderal AH Nasution oleh Pemrov DKI Jakarta dinilai tidak bijak. Pasalnya, rencana Pemrov DKI Jakarta ini mengabaikan banyak tokoh jenius lokal dengan kaliber nasional.

Demikian disampaikan Ketua Forum Silaturahmi Bangsa (FSB) H.A Djunaidi Sahal ketika menanggapi rencana Pemprov DKI Jakarta terkait perubahan nama jalan mulai dari perbatasan Jalan Jendral Gatot Subroto, Jalan Mampang Raya, Jalan Buncit Raya, sampai perbatasan Jalan Letjen T.B Simatupang yang mulai disosialisasikan.

Penasihat PW GP Ansor DKI Jakarta ini mengingatkan bahwa kebijakan Pemprov DKI Jakarta terkait perubahan nama jalan juga harus memenuhi sisi kearifan lokal, khususnya di Jakarta.

“Tokoh-tokoh ulama Betawi masih banyak diingat dan dicintai oleh warga Jakarta. Selain itu penting juga bagi kita untuk mengenalkan kembali tokoh-tokoh ulama Betawi yang juga mempunyai jasa besar terhadap bangsa Indonesia, khususnya untuk masyarakat Jakarta,” kata H.A Djunaidi Sahal kepada NU Online, Selasa (30/1) malam.

Jakarta Selatan, kata Djunaidi, memiliki banyak tokoh untuk diangkat dan dikenalkan kembali kepada masyarakat. Ia menyebutkan sejumlah nama, antara lain Guru Mughni, Guru Ma'mun, dan Guru Amin. Tokoh-tokoh tersebut mempunyai jasa besar khususnya di Jakarta Selatan.

“Kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang ingin mengganti nama jalan dari perbatasan Jalan Jenderal Gatot Subroto sampai perbatasan Jalan T.B Simatupang menjadi Jalan Jenderal Nasution merupakan tindakan yang tidak arif dan tidak menghormati tokoh-tokoh ulama Betawi serta tidak menghormati umat Muslim di Jakarta,” tegas Djunaidi.

Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta ini mengusulkan dan memberikan opsi perubahan nama jalan tersebut yakni Jalan Guru Mughni, Jalan Guru Ma'mun, atau Jalan Guru Amin. (Alhafiz K)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG