IMG-LOGO
Daerah

LPNU Sragen Wujudkan Kemandirian NU Tidak Sekadar Tulisan

Jumat 9 Februari 2018 10:0 WIB
Bagikan:
LPNU Sragen Wujudkan Kemandirian NU Tidak Sekadar Tulisan
Pameran LPNU Sragen pada Rakornas NU Care 2018. Foto: Pria Santi
Jakarta, NU Online
Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama(LPNU) Kabupaten Sragen, Agung Prakoso, mengungkapkan kemandirian Nahdliyin dalam menyongsong 100 tahun NU adalah cita-cita besar yang memang harus diemban LPNU.

“Gerbang ekonomi (Nahdliyin) adalah LPNU. Kalau gerbang ini tidak pernah diisi, akan mustahil mewujudkan kemandirian NU,” kata Agung di sela-sela Pameran LPNU pada ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) NU Care-LAZISNU di Pesantren Walisongo, Sragen, Jawa Tengah, akhir Januari lalu.

(Baca: Program LPNU Sragen dari Sekolah Entrepreneur hingga Jual Pakaian Dalam)

Pemilik sejumlah showroom itu menegaskan ketika disebut membesarkan NU dalam konteks 100 tahun sebagai visi besar NU yang mandiri, gerbang tersebut harus dimanfaatkan betul.

“Kalau dibiarkan hanya akan menjadi tulisan saja,” imbuhnya.

Karenanya melalui LPNU Sragen Agung terus memperluas gerakan ekonomi Nahdliyin.
(Baca: Pameran LPNU Meriahkan Rakornas)
Penggerakan peran tersebut diawali dengan merekrut para pengusaha dan calon pengusaha yang berjiwa militan untuk bergabung bersama LPNU.
 
“Nyuwun sewu (mohon maaf) mereka yang bergabung di LPNU masuk rangking pengusaha militan. Kapasitas mereka untuk berbagi itu tinggi. Dengan begitu, barulah orang-orang terakomodir dengan bagus,” papar Agung BH, sapaan populernya.

Menurut Agung jika barisan ini sudah kuat hingga tingkat ranting NU, ranting tidak membebankan pihak lain dalam persoalan finansial untuk kegiatan-kegiatan NU.

“Karena finansial juga penting,” Agung menegaskan.

Ia menyadari anggapan sebagian pihak terhadap LPNU yang disebut sebagai lembaga yang tidak favorit dan tidak bonafid.

”Dengan mengatakan LPNU cuma mengurusi duit,” ujar pria 51 tahun ini.

Berangkat dari anggapan tersebut, LPNU Sragen berkomitmen memaksimalkan peran.

“Ketika LPNU dijelek-jelekkan orang, teman-teman LPNU menjadikan sebagai barang antik yang dengan itu kami ingin terus berkomitmen menggerakkan usaha ekonomi kepada Nahdliyin,” tandasnya. (Kendi Setiawan)

Bagikan:
Jumat 9 Februari 2018 22:30 WIB
HARLAH KE-92 NU
Warga Lintas Agama Hadiri Harlah NU di Tangsel
Warga Lintas Agama Hadiri Harlah NU di Tangsel
Tangerang Selatan, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengadakan Peringatan harlah NU yang ke-92, Jumat (9/2) melalui Kirab Persatuan.

Peringatan harlah NU PCNU Tangsel didesain untuk mempersatukan berbagai masyarakat dan agama yang berbeda untuk mendoakan NKRI dan menjadi momentum persatuan masyarakat dari berbagai elemen.

Kegiatan yang digelar di lapangan Sunbust ini dihadiri Walikota Tangsel Airin Rahmi Diani, Komandan Kodim Kota Tangsel, Kapolres Kota Tangsel Fadli Widiyanto, Ketua PCNU Tangsel KH Muhammad Tohir, dan para pemuka dan penganut agama Islam, Protestan, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu.

Walikota Tangsel Airin Rahmi Diani mengatakan janganlah kepercayaan menjadi pembeda di antara.

"Janganlah perbedaan menjadi perpecahan. Perbedaan adalah anugerah yang Allah berikan untuk menjadi suatu keanekaragaman," kata Walikota.

Bila hal itu diterapkan, Walikota meyakini NKRI menjadi negara yang dibanggakan dan bermanfaat.

Ramijan, (66) warga Pamulang sangat mengapresiasi Kirab Persatuan dan mengatakan NU sangat luar biasa.

"Karena dapat mempersatukan semua agama dalam kegiatan ini," ujar dia.

Ketertarikan dari warga lintas agama yang berbeda dalam mengikuti Kirab Persatuan tampak sangat besar.

"Mereka menghormati dan menghargai setiap perbedaan yang ada," kata Ramijan.

Menurutnya Tuhan mengajarkan kebaikan kepada semua umatnya.

"Jika melihat kembali kepada perjuangan para pahlawan terdahulu, maka sepatutnya kita bersama menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI ini," imbuhnya. (Nubzah Tsaniyah/Kendi Setiawan)

Jumat 9 Februari 2018 21:3 WIB
FSTM Jakarta Tolak Politisasi Masjid
FSTM Jakarta Tolak Politisasi Masjid
Jakarta, NU Online
Baru-baru ini ada seorang politisi yang meminta kadernya untuk berjamaah di masjid guna meraup suara. Hal ini menunjukkan bahwa masjid sudah dipolitisasi. Sebelumnya, pada perhelatan Pilkada serentak dua tahun silam, masjid juga jadi ajang kampanye.

Jelang Pilkada serentak yang akan digelar beberapa bulan mendatang, Forum Silaturahim Takmir Masjid (FSTM) se-Jakarta menyatakan menolak segala bentuk politisasi masjid. Hal itu dapat menyebabkan persatuan umat terpecah belah.

Oleh karenanya, penolakan itu harus diwujudkan dengan mengembalikan masjid sebagaimana fungsinya.

“Mengembalikan masjid sesuai dengan fungsinya, yaitu menjadi perekat umat, penguat bangsa, dan negara,” ujar Ketua FSTM Husni Mubarok Amir pada awak media usai Halaqoh di Masjid Baitur Rahmah, Jalan Cawang Baru Utara, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Jumat (9/2).

Husni juga meminta agar seluruh masyarakat bahu membahu mewujudkan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, bukan lagi kegiatan politik.

“Mengajak kepada seluruh stakeholder, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan partai, para calon kepala daerah danpara tm sukses untuk menjaga netralitas masjid agar lepas dari kampanye dan kepentingan pragmatis,” katanya.

Selain menghindarkan masjid dari politik, mimbar masjid juga harus suci dari cacian, ujaran kebencian, dan ajakan permusuhan.

“Mengajak kepada seluruh imam, dai, dan muballigh agar menjadikan mimbar-mimbar masjid sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerijma perbedaan dan saling menjunjung toleransi bukan caci maki, menyampaikan ujaran kebencian serta ajakan permusuhan,” kata Wakil Sekretaris PP Lakpesdam tersebut.

Paham radikal juga kerap kali masuk ke masjid-masjid tanpa disadari. Demi keutuhan NKRI, hal tersebut tentu harus dihindari dan dicegah sejak dini.

“Menolak paham radikal yang menyusup dari masjid ke masjid sebagai upaya menjaga dan merawat NKRI,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta KH Makmun Al Ayyubi, Ketua LTM NU Jakarta H Hamdi Masyhuri, Ust Busyrol Karim, dan Habib Ali Hasan Bahar. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan takmir masjid se-DKI Jakarta. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Jumat 9 Februari 2018 20:1 WIB
Kepada Puluhan Tukang Becak, LAZISNU Banyumas Bagikan Sembako
Kepada Puluhan Tukang Becak, LAZISNU Banyumas Bagikan Sembako
Banyumas, NU Online
Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Banyumas kembali membagikan puluhan paket sembako, Jumat (9/2) pagi. Paket sembako diberikan kepada para pengayuh becak yang berada di sekitar Pasar Cerme Purwokerto.

Kegiatan bagi-bagi bingkisan ini dilaksanakan pagi ini pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB oleh perwakilan pengurus UPZIS NU Care-LAZISNU Kabupaten Banyumas.

Bendahara LAZISNU Banyumas Bambang menerangkan bahwa kegiatan bagi-bagi bingkisan ini merupakan program Jumat berbagi kedua yang dilakukan pada bulan ini.

"Putaran pertama, untuk 25 pemulung di TPA Kalibagor diserahkan langsung oleh Pak Ketua. Yang kedua ini untuk 35 tukang becak di Pasar Cerme, saya," kata Bambang.

Ia menambahkan bahwa paket sembako tahap pertama dan kedua isinya sama yaitu beras, minyak goreng, gula pasir, susu, kopi, teh, kecap, mi instan, dan biskuit. Paket bingkisan ini kemudian dibungkus dalam satu kardus.

Bambang berharap bantuan ini dapat meringankan beban para mustahik. "Untuk penerima, semoga dapat bermanfaat meringankan beban," ujarnya.

Ia juga berharap para donatur senantiasa mempercayakan donasinya di LAZISNU Banyumas. "Untuk para muzakki, percayakanlah sepenuhnya urusan zakat kepada LAZISNU Banyumas. Insya Allah amanah," kata Bambang. (Kifayataul Akhyar/Alhafiz K)
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG