Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Tiga Kepala Desa Trenggalek Ikuti Diklatsar Banser

Tiga Kepala Desa Trenggalek Ikuti Diklatsar Banser
Trenggalek, NU Online 
Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Munjungan, Kabupaten Trenggalek mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser, Sabtu (17/2). Di antara 105 calon anggota Banser tersebut, ada tiga kepala desa di dalamnya.

Tiga kepala desa yang masih muda tersebut adalah Kepala Desa Karangturi Puryono, Kepala Desa Sobo Sumardi, dan Kepala Desa Bangunjaya Puguh Hadi Santoso.

Puryono mengungkapkan alasannya ikut Diklatsar selama empat hari (15-18/2) tersebut. Selain ingin menjadi Banser yang berkomitmen menjaga NKRI dan ulama, ada satu motivasi khusus yang mendorongnya ikut Diklatsar.

"Ingin membumikan Ahlussunnah wal Jama'ah di lapisan bawah, masyarakat grass root," ungkap Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Trenggalek.

Keinginan kuat Puryono untuk menjadi anggota Banser diketahui sejak lama. Menurut Trianto, Ketua Panitia Diklatsar yang juga dekat dengannya, Puryono sebenarnya ingin daftar jadi anggota Banser sejak Diklatsar angkatan pertama diadakan di Trenggalek. Namun berhubung kendala waktu, Puryono baru bisa ikut di Diklatsar angkatan kesebelas ini.

"Dari dulu, berkali-kali Kang Pur menanyakan ke saya dan teman-teman lainnya kapan ada Diklatsar Banser," kata Trianto.

Maka begitu Diklatsar digelar di Kecamatan Munjungan, tidak tanggung-tanggung, Puryono memberangkatkan 13 pemuda Karangturi untuk turut serta, yang berdasar informasi dari Ketua Panitia, biaya registrasi semuanya ditanggung oleh Puryono.

"Sebenarnya ada dua perangkat desa yang siap ikut (Diklatsar), tapi berhubung ada kegiatan mendesak di desa, mereka tidak jadi ikut," ungkap Puryono.

Terkait dengan tugas-tugasnya sebagai kepala desa selama mengikuti Diklatsar, Puryono mengaku tidak terganggu. Selain sudah mengkoordinasikan dengan perangkat desanya, ia juga berkoordinasi dengan panitia. 

Hal itu dibenarkan oleh Trianto. Menurut Trianto, ada toleransi khusus bagi kepala desa yang ikut Diklatsar. Meskipun demikian, sudah disiapkan tugas jika terpaksa izin tidak mengikuti materi tertentu agar seluruh materi Diklatsar tetap bisa diterima dengan baik.

"Sahabat Puryono dan dua Kades lainnya menjadi Komandan Pleton. Sangat aktif di seluruh giat yang dijadwalkan. Hanya kemarin tapi tidak lama, Sahabat Puryono izin karena ada keperluan mendesak di desanya," imbuh Trianto.

Diklatsar Banser angkatan XI tersebut bertempat di Kantor Desa Sobo, Kecamatan Munjungan. Diklatsar berlangsung selama empat hari dan diikuti 105 peserta se-Kecamatan Munjungan. Agenda Diklatsar ditutup dengan Bedah Rumah salah satu warga tidak mampu. (Androw Dzulfikar/Abdullah Alawi)

Posisi Bawah | Youtube NU Online