IMG-LOGO
Daerah

Di Belitung, Sejumlah Pejabat Ikuti Diklatsar Banser

Rabu 28 Februari 2018 9:0 WIB
Bagikan:
Di Belitung, Sejumlah Pejabat Ikuti Diklatsar Banser
Belitung, NU Online
Ada yang berbeda dengan pelaksanaan Diklatsar (pendidikan dan latihan dasar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Pramuka Belitung sejak 23 hingga 26 Februari tersebut diikuti sejumlah pejabat.

Di antara yang menjadi peserta aktif kegiatan ini adalah camat, petugas kesehatan dan beberapa kepala desa. Para pejabat itu tampak  tidak canggung bergabung dengan peserta lain.

“Sejak ada kabar akan ada Diklatsar, kami memang ingin ikut,’’ ujar Camat Badau, Robert Herison kepada NU Online saat ditemui di lokasi, Senin (26/2).

Disinggung mengapa tertarik bergabung dengan Banser, ia mengungkapkan karena Banser salah satu ormas pemuda yang tegas dalam menjaga agama dan NKRI. Tidak dalam tataran terori tapi dibuktikan dengan tindakan.“Yang saya tahu NU dan Ansor adalah salah satu unsur yang mendirikan NKRI. Dengan menjadi anggota Banser, saya ingin mengabdi dalam naungan NU dan Banser,” jelasnya.

Kendati ada keikutsertaan seorang camat, dalam pelaksanaannya panitia tidak memperlakukan istimewa. Tapi sebagimana peserta lain, secara serius Robet mengikuti seluruh materi.

Ia memang sempat terlambat datang karena harus menyelesaikan tugas kantor bersama Bupati Belitung di luar kota. Karena kejadian itu pula, maka dia harus rela menerima sanksi dari panitia. “Karena saya telat datang, maka saya diberi sanksi. Termasuk harus mengulang atau her materi wajib yang tertinggal. Alhamdulillah bisa diatasi,’’ katanya. 

Menurut Robet, ada lima  materi wajib yang harus diikuti peserta,  yakni materi Ahlussunah Wal Jamaah Annahdliyah, masalah NU, Ansor, Banser, juga materi bela negara. “Sesuai arahan panitia, seluruh peserta harus mengikuti materi wajib ini. Kalau tidak, maka tidak bisa lulus. Untuk itu tadi her dua materi. Untung pemateri masih di tempat,’’ ungkap alumnus Universitas Sriwijaya Palembang itu.

Sementara Diklatsar angkatan II yang diselenggarakan PC GP Ansor Kabupaten Belitung diikuti 48 peserta. Namun instruktur hanya meloloskan 46 peserta. Dua orang dinyatakan tidak lulus karena melanggar disiplin peserta. 

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Belitung, Renaldi mengatakan bahwa Diklatsar Banser angkatan kedua diselenggarakan terkait program kaderisasi di lingkungan GP Ansor dan Banser yang dipersiapkan untuk meningkatkan aktifitas dan kegiatan di daerahnya.

Untuk itu perekrutan anggota baru akan terus dilakukan. “Kalau selama ini diselenggarakan di Kabupaten, untuk selanjutnya nanti akan diselenggarakan di pimpinan anak cabang atau kecamatan,” ungkap Renaldi. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)
Bagikan:
Rabu 28 Februari 2018 22:30 WIB
Awal Maret Alumni Al Falah Ploso Gelar Munas Kedua
Awal Maret Alumni Al Falah Ploso Gelar Munas Kedua
Jombang, NU Online
Kegiatan Musyawarah Akbar lima tahunan Ikatan Alumni Pondok Ploso Kediri (Imap) akan digelar. Musyawarah Nasional untuk memilih Ketua Imap yang baru serta penetapan beberapa agenda, program, dan kebijakan organisasi ini akan dihelat di Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, 3-4 Maret mendatang.

Menurut panitia acara, peserta yang sudah konfirmasi kehadiran dari masing-masing kota dan provinsi se-Indonesia telah mencapai 500 orang dan sudah hampir 100 persen nama-namanya masuk ke panitia.

"Kami insyaallah sudah sangat siap untuk menyambut teman-teman untuk bermunas di sini," ujar KH Abdussalam Shohib, Rabu (28/2). 

Ia menambahkan bahwa bagi teman-teman mutakharrijin Ploso khususnya dari kota-kota di Jawa Timur yang berkenan hadir untuk turut meramaikan Munas ke 2 ini sangat diharapkan dan menjadi kegembiraan tersendiri terlebih pada acara penutupan Munas yang akan digelar pada Ahad, 4 Maret 2018 pukul 18.30 WIB.

Penentuan tempat acara di kota Jombang, selain Denanyar merupakan pondok salah satu alumni Ploso KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), juga dikarenakan adanya keterkaitan sejarah antara Pondok Pesantren Al Falah Ploso dengan pondok pesantren-pondok pesantren yang ada di kota Jombang. 

Sekadar diketahui bahwa pendiri Pondok Ploso KH Djazuli Usman pernah nyantri di Pondok Tebu Ireng Jombang. KH Djazuli Usman berguru kepada KH Hasyim Asy'ari yang ahli di bidang Ilmu Hadits. 

Di sisi lain sistem belajar mengajar dengan metode musyawarah antarsantri yang diilhami dari Pondok Tebu Ireng sampai sekarang tetap menjadi metode pembelajaran di Pondok Ploso yang mengutamakan diskusi keilmuan antar santri pada setiap bidang keilmuan di masing-masing jenjang kelas Madrasah Riyadhatul Uqul (Misriu) yang setingkat MTs dan MA.

Sejak Pondok Ploso didirikan pada 1 Januari 1925 hingga saat ini telah ribuan santri yang mendalami ilmu agama dengan disiplin keilmuan agama Islam yang beragam ala Ahlussunnah Waljamaah. Para santri ini datang dari seluruh penjuru pelosok negeri. 

Pondok Al Falah Ploso telah mencetak ribuan santri yang tersebar hampir di seluruh wilayah di Nusantara. Pada 3-4 Maret tahun ini segenap santri/pengurus organisasi Imap dan mutakharrijin (alumni) Ploso akan memadati Pondok Mamba'ul Ma'arif Denanyar untuk menggelar Munas ke-2. (Red: Kendi Setiawan)

Rabu 28 Februari 2018 20:45 WIB
Kondisi Sekolah Belum Normal, MANU Losari Gelar KBM di Rumah Warga
Kondisi Sekolah Belum Normal, MANU Losari Gelar KBM di Rumah Warga
Brebes, NU Online
Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi ratusan siswa Madrasah Aliyah (MA) NU Losari, Brebes, Jawa Tengah terpaksa dilakukan di sejumlah rumah warga akibat banjir yang melanda Losari pada Jumat (23/2) lalu.

"Alhamdulillah, tadi pagi sudah berlangsung KBM, dengan meminjam rumah warga sebab meskipun banjir sudah surut, kondisi sekolah belum normal," tutur Kepala MA Sayidin, Rabu (28/2).

Sayidin menjelaskan, sebanyak 120 siswanya belajar di tiga rumah milik pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Losari. Namun hanya separuh siswa saja yang berangkat karena masih membantu orang tuanya membersihkan rumahnya.

"Boleh jadi, mereka belum punya buku dan pakaian sehingga masih enggan berangkat sekolah," tuturnya.

Dilakukannya proses KBM di rumah warga karena kondisi madrasah yang belum layak untuk digunakan proses KBM. "Yang penting kita jalan dulu KBM, agar anak anak tetap semangat belajar," ungkapnya.

Dia menceritakan, kalau MANU Losari tenggelam banjir akibat jebolnya tanggul Kali Cisanggarung. Madrasah tersebut tenggelam hingga 125 cm sehingga memporakporandakan fasilitas yang dimiliki MA tersebut. 

"Meja, buku-buku, komputer, dan lain-lain rusak," terangnya. (Wasdiun/Fathoni)
Rabu 28 Februari 2018 20:30 WIB
Tugas Mahasiswa Hukum Cari Solusi Tiap Persoalan
Tugas Mahasiswa Hukum Cari Solusi Tiap Persoalan
Jakarta, NU Online
Syamsul Huda Yudha mengatakan tugas mahasiswa Hukum adalah mencari solusi setiap masalah yang ada dan menjadi agen perubahan masa depan bangsa.

Hal tersebut dikataannya pada Public Lecture dan Pelantikan Kepengurusan Hima Hukum periode 2018-2019, Selasa (27/2) di Ruang Aula lantai 4 Kampus Nusantara Unusia Jl Taman Amir Hamzah 5 Pegangsaan, Jakarta Pusat.

Ia mengajak para mahasiswa agar bergerak dan berjuang untuk perubahan lebih baik bagi masa depan Indonesia.

"Mahasiswa Unusia khususnya mahasiswa Hukum terlebih Hima Hukum itu menjadi kawah candradimuka dan sebagai agen perubahan bangsa," kata dia.

Selain itu, Hima Hukum Unusia hendaknya jangan cuma pintar diskusi saja.

"Tapi harus bisa mengaplikasikan diskusi, kajian dan penelitian tersebut agar bisa diterapkan dan bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Ia pun mendorong sebagai agen-agen perubahan mahasiswa Hukum Unusia menyusun pembuatan naskah akademik. (Alfin/Kendi Setiawan)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG