IMG-LOGO
Nasional

KH Ma’ruf Amin Sayangkan Penyebar Hoaks Gunakan Kata ‘Muslim’

Kamis 1 Maret 2018 7:30 WIB
Bagikan:
KH Ma’ruf Amin Sayangkan Penyebar Hoaks Gunakan Kata ‘Muslim’
Rais 'Aam NU, KH Ma'ruf Amin.
Jakarta, NU Online
Ketua Umum MUI Pusat sekaligus Rais Aam Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin mengapresiasi keberhasilan polisi membongkar jaringan penyebar informasi dan berita palsu atau hoaks bernama Muslim Cyber Army (MCA).

Namun, di sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten ini menyayangkan penggunaan kata 'Muslim' untuk kepentingan menyebarkan kebohongan. Karena menurutnya, tindakan negatif tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Dia secara tegas melarang penggunaan istilah-istilah Islam untuk tindakan-tindakan provokatif dan jahat termasuk menyebar kebohongan karena prinsip Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.

"Jangan juga menggunakan nama Muslim kan dan yang penting jangan melakukan hoax itu supaya negara ini aman. Negara ini harus kita jaga kawal supaya keutuhan bangsa tetap terjaga," kata Kiai Ma'ruf dalam sebuah wawancara di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/2).

Menurutnya, penyebar hoaks dari mana saja atau siapa saja orang dan kelompoknya harus ditindak tegas. Karena hoaks memunculkan kegaduhan dan keresahan masyarakat sehingga bisa berujung konflik.

"Siapa saja yang menyebarkan hoaks itu, darimana saja, ya harus diproses. Itu menimbulkan kegaduhan, bisa terjadi konflik. Oleh karena itu, pihak kepolisian tidak usah ragu, dimana saja harus diproses," tegas Kiai Ma’ruf.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bersama Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelijen Keamanan mengungkap sindikat penyebar isu-isu provokatif di media sosial. Penangkapan dilakukan di beberapa tempat.

Adapun keempat tersangka yang ditangkap berinisial ML (40 tahun) di Tanjung Priok, RSD (35) di Pangkal Pinang, RS (39) di Bali, dan Yus (24) di Sumedang.

Sedangkan satu pelaku lainnya diketahui ada di Korea Selatan dan sedang diburu Polisi. Para pelaku tergabung dalam grup WhatsApp The Family MCA. (Red: Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Kamis 1 Maret 2018 22:0 WIB
STIPSI Yogyakarta Perguruan Tinggi NU Ke-265
STIPSI Yogyakarta Perguruan Tinggi NU Ke-265
Yogyakarta, NU Online
Sekolah Tinggi Ilmu Psikologi (STIPSI) Yogyakarta, didirikan oleh Yayasan Sekolah Tinggi Psikologi Primagama pada tanggal 4 April 2002 dengan nama Sekolah Tinggi Psikologi Primagama dengan mengantongi Surat Keputusan dari Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas No. 60/D/O/2002. 

Kemudian pada tahun 2004 dengan melihat kondisi terkini pimpinan yayasan mengubah nama Sekolah Tinggi Psikologi Primagama menjadi Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta dengan Surat Keputusan Dirjen DIKTI Nomor 04/D/O/2004 tertanggal 26 Januari 2005. 

Di tahun sama, Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta memperoleh Surat Keputusan Perpanjangan Izin Operasional dari Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas dengan Surat Keputusan No. 4549/D/T/2004 di tahun 2004, dan memperoleh ijin perpanjangan operasional dari Kopertis Wilayah V DIY dengan Surat Keputusan No.14221/D/T/K-V/2013 dan secara resmi menggunakan akronim STIPSI Yogyakarta.

Demikian isi sambutan Ketua STIPSI Yogyakarta periode 2014-2018 Galuh Setia Winahyu dalam Forum Silaturahim Sinergi PTNU untuk Membangun kelas International di di Gedung Kagama Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu, (28/2).

Saat ini STIPSI berlokasi di Graha Pogung Lor Kav. 2-4 Jl. Ring Road Utara, Pogung Sleman, DIY. Setelah pengambilalihan tata kelola oleh Witjaksono Foundation, Kampus STIPSI terintegrasi dengan LPTNU PBNU. 

“Selain itu, STIPSI akan membuka peluang kerja sama akademik dengan UNITI College Malaysia dengan Program Jarak Jauh (PJJ), berbasis App Mobile. PJJ ini satu satunya PJJ Live Interactive berbasis Aplikasi di Indonesia,” tambahnya.

Forum itu dihadiri H. Akhmad Mujahidin dari BAN PT. Hadir pula Pengurus LPTNU PBNU Randa Fatma Wilis, Pembina Witjaksono Foundation Witjaksono, Civitas Akademika UNITI College Malaysia, Keluarga Besar Alumni UGM dan Jajaran pimpinan STIPSI. 

Sebelum mengakhiri kegiatan, H. Akhmad Mujahidin, sempat menjawab  pertanyaan oleh salah satu peserta forum.

“STIPSI menjadi kampus PTNU yang ke berapa?” 

Kiai yang Guru Besar Ekonomi Islam UIN Suska Riau mengatakan itu mengatakan, jumlah Perguruan Tinggi (PT) yang dimiliki sekarang sudah mencapai 264 buah dan STIPSI menjadi PTNU yang ke-265. 

Setelah itu, ia menyampaikan, Islam rahmatan lil’alamin manhaj Ahlisunnah wal-Jama’ah an-Nahdliyah harus masuk ke berbagai aspek. Selama ini mind site yang terbangun adalah NU itu tarbiyah, syariah dan pesantren. Seolah-olah di luar itu tanda kutip urusan orang lain. 

“Di era kepemimpinan KH Said Aqil Siroj luar biasa, dengan sudah berdirinya begitu banyak PTNU di Indonesia. Ini menunjukan Paradigma keterbukaan sudah masuk dalam berbagai aspek tidak terkecuali aspek Ilmu Psikologi. Dan STIPSI dengan Prodi Psikologi yang di bina oleh LPTNU menjadi ikon pertama PTNU di Indonesia,” ujarnya sambil bersalaman pamit meninggalkan gedung Kagama UGM. (Mohependi/Abdullah Alawi)

Kamis 1 Maret 2018 21:47 WIB
Cikini Art Stage Ingin Promosikan Asian Games Lewat Seni Mural
Cikini Art Stage Ingin Promosikan Asian Games Lewat Seni Mural
Jakarta, NU Online
Menpora Imam Nahrawi mendapat kunjungan dari pengurus Cikini Art Stage di ruang rapat lantai 10, Kemenpora, Kamis (1/3) siang. Tampak mendapingi Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah, Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Pengawasan Kepramukaan Sanusi, dan Staf Khusus Kemitraan Anggia Ermarini. 

Kedatangan Cikini Art Stage ini ingin membantu pemerintah dalam mempromosikan Asian Games 2018 melalui seni Mural yang dikemas dalam Mural Competetion 2018. Dalam pertemuan tersebut Aidil Usman sebagai inisiator berterima kasih kepada Menpora yang sudah berkenan menerimanya. 

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Menpora yang sudah menerima  kami. Kedatangan kami kemari untuk mempresentasikan keinginan kami dalam mempromosikan Asian Games 2018 lewat seni," ucapnya. 

Usman mengaku bahwa seni merupakan sebuah nilai untuk menjembatani antara kreativitas dengan publik. Seni yang kita pilih agar publik bisa terlibat didalamnya adalah seni mural. Seni mural dapat memberikan semangat atau pesan-pesan secara estetik maupun artistik.

Ia melanjutkan, kegiatan ini bentuknya kompetisi. "Dengan diadakan kompetisi ini  sebenarnya kita ingin terlibat secara aktif. Karena bagi kami seni dan olahraga tidak bisa terpisahkan. Momentum penyelenggaraan Asian Games 2018 inilah sebagai ajang kita untuk bisa terlibat langsung. Kita akan menyeleksi 18 komunitas untuk ikut terlibat dalam kompetisi ini dan akan ada 18 tempat yang kita sesuai dengan agenda Asian Games. Untuk itu, kami ingin  Kemenpora mendukung kegiatan ini dengan cara memberikan bantuan pada kompetisi ini," katanya. 

Pada kesempatan tersebut, Menpora mengapresiasi keinginan para pengurus Cikini Art Stage yang sudah mau membantu pemerintah dalam mempromosikan Asian Gemes 2018 lewat seni mural.

"Saya berterima kasih pada teman-teman dari kalangan seniman yang sudah mau membantu pemerintah mempromosikan ajang Asian Gemes lewat mural. Terus terang, sekarang ini memang sudah pada tahap darurat untuk segera dilaksanakan, mengingat waktu sangat pendek," ucapnya. Berkaitan dengan izin, Menpora meminta waktu untuk menyambangi Kementerian PU dan Gubernur dalam menghias jalanan dari Soekarno Harta ke GBK dan Wisma Atlet. (Red-Zunus) 

Kamis 1 Maret 2018 20:15 WIB
Dibantu NU Care, Faysal Jalani Operasi Penutupan Kolostomi
Dibantu NU Care, Faysal Jalani Operasi Penutupan Kolostomi
Jakarta, NU Online
Faysal Kayana, bocah tiga tahun, warga Dusun Sukamanah, RT.02/03 Kecamatan Wado, Kabupaten  Sumedang, Jawa Barat kini tampak ceria.

Bocah penderita hirschsprung's disease atau penyumbatan pada usus besar yang terjadi akibat lemahnya pergerakan usus, berhasil menjalani operasi kedua, Rabu (28/2) di Rumah Sakit Advent, Cihampelas, Bandung, Jawa Barat.

Faysal berada di rumah sakit sejak Ahad (25/2) untuk persiapan operasi. Walaupun akan menjalani operasi, Faysal tetap tampak ceria. Sesekali ia berguling-guling dan loncat-loncat di kasur. Ditemani beberapa buah mainan mobil kesukaannya, Faysal terlihat riang.

Putra pertama pasangan Taryana dan Veti ini harus menjalani serangkaian pemeriksaan oleh dokter. Sebelumnya, Faysal harus menjalani wash out atau pembersihan pada bagian usus dan anus.
 
Operasi kedua ini adalah operasi pulltrongh, yakni penutupan colostomy. Proses operasi ini untuk memasukan usus yang selama ini menggunakan kantong untuk disambungkan ke anus. Operasi berlangsung selama lebih dari empat jam, dimulai pukul 11.00 hingga 15.28 WIB.

“Saat ini Faysal masih harus menjalani rawat inap di rumah sakit untuk proses pemulihan,” kata relawan NU Care-LAZISNU, Agus Fuat, Kamis (1/3).

Dikatakan Fuat, proses operasi Faysal berjalan lancar. Setelah operasi Faysal harus menjalani monitoring dari dokter. 

“Kata ibunya, hari ini Faysal muntah-muntah terus. Dokter masih coba mengecek penyebabnya. Kalau muntahnya warna hijau ada kemungkinan usus yang disambungkan ke anus menutup kembali,” tutur Fuat. 

Faysal bocah kelahiran 26 Januari 2015 diketahui mengalami hirschsprung's disease sejak umur lima hari. Saat itu langsung dipasang selang pembuangan melalui dubur.

Namun, menginjak usia 2 tahun 10 bulan, gangguan itu kambuh. Faysal menjalani operasi dikeluarkan ususnya. Sebelumnya operasi dilakukan tanggal 16 November 2017, di RS Umum Sumedang  dengan menggunakan kartu BPJS. 

Pascaoperasi pertama, Faysal masih harus melakukan rawat jalan untuk mengecek kondisi ususnya. Selain itu kantung plastik pembungkus ususnya harus diganti setiap hari. Jarak dokter spesialis yang mencapai sekitar 40 kilometer dari rumah mereka, semakin menambah beban bagi keluarga. Terlebih saat ini ayahnya tidak bekerja lagi.

Dana operasi Faysal pada tahap kedua dan uang perawatan berasal dari para donatur NU Care-LAZISNU. Penggalangan dilakukan antara lain melalui Operasi Usus Faysal.

“Para donatur yang baik hati, mari kita doakan supaya Faysal segera bisa pulih dan bisa bermain dengan teman-temannya di kampung halaman,” tutup Fuat. (Kendi Setiawan)



IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG