IMG-LOGO
Daerah

Ketua Yayasan Pesantren Tebuireng Lantik Direktur LSPT

Jumat 2 Maret 2018 8:30 WIB
Bagikan:
Ketua Yayasan Pesantren Tebuireng Lantik Direktur LSPT
Jombang, NU Online
 Afif Abdur Rakhim resmi dilantik sebagai direktur baru Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT. Dirinya dikukuhkan sebagai pengganti Khairul Rozaq yang masa khidmatnya telah selesai. Prosesi pelantikan berlangsung di ruang rapat gedung KH Yusuf Hasyim, pesantren setempat, Rabu (28/2). 

Ketua Yayasan Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng, H Ali Faisol menyampaikan sejarah singkat didirikannya LSPT pada 2007 silam oleh KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) yang juga pengasuh pesantren. 

Sebelum Gus Sholah mendirikan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng, terlebih dahulu melakukan kunjungan ke sejumlah lembaga serupa. Hal tersebut karena potensi alumni dan jangan pesantren demikian luas. "Kita mempunyai alumni di mana-mana, bahkan di seluruh Indonesia,” katanya di hadapan undangan. 

Setelah LSPT didirikan, ternyata masih banyak rintangan. “Kita masih susah mencarikan orang yang mau berzakat atau berdonasi melalui lembaga ini,” tandasnya. Baru setelah KH Abdurrahman Wahid meninggal, banyak peziarah yang berinfak melalui kota amal yang disediakan di area makam, sehingga LSPT bisa berkembang, lanjutnya. 

Selama ini pemasukan LSPT paling banyak masih dari infak peziarah yakni hingga 70 persen, dan sisanya dari donatur. “Harapan kami ke depan, minimal infak peziarah dan donatur bisa beriringan, atau sama dengan infak peziarah,” tandasnya. 

Sekretaris Yayasan Pesantren Tebuireng H Abdul Gofar menambahkan bahwa ke depan LSPT akan dijadikan Lembaga Amil Zakat atau LAZ  dan memanfaatkan teknologi seperti aplikasi daring. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah para alumni Tebuireng dan donatur untuk berdonasi.

“Untuk menjadikan LSPT sebagai LAZ tingkat kabupaten, minimal pendapatan lembaga di atas 3 miliar,” ujarnya. Sedangkan LAZ propinsi sekitar 40 miliar dan LAZ Nasional di atas 60 miliar. Sehingga saat ini LSPT baru bisa mengurus perizinan menjadi LAZ tingkat kabupaten, lanjutnya. 

Pertemuan ini dihadir juga oleh H Hasyim Karim selaku Ketua Majlis Keluarga Pesantren Tebuireng beserta seluruh karyawan LSPT. (Ibnu Nawawi) 
Bagikan:
Jumat 2 Maret 2018 23:0 WIB
Samakan Tujuan, AIS Jawi Wetan Adakan Pertemuan
Samakan Tujuan, AIS Jawi Wetan Adakan Pertemuan
Mojokerto, NU Online
Untuk menyamakan tujuan dan menyambung silaturahim antaranggota, Arus Informasi Santri (AIS) Jawi Wetan akan mengadakan Gathering AIS Jawi Wetan, Sabtu-Ahad, 3-4 Maret 2018. Kegiatan yang diberi tema Aku, Kowe Siji ini akan diselenggarakan di Villa Al-Husna Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

Ulinnuha Lazulfaa WM, Koordinator Daerah (Korda) AIS Jawi Wetan, menuturkan Jumat (2/3) acara ini merupakan agenda rutin AIS Jawi Wetan.

"Untuk menambah keakraban antaranggota," jelasnya.

"Selain itu, acara juga bertujuan untuk merencanakan beberapa agenda kami ke depan," imbuhnya.

Mengenai pelaksanaannya, hari pertama dari kegiatan ini akan diisi dengan istigotsah, masak bareng, rapat program, dan pengukuhan angota secara simbolis dengan penyematan pin. Kesemua kegiatan yang ada di hari pertama tersebut hanya diikuti oleh anggota AIS Jawi Wetan, sedangkan untuk hari kedua untuk umum.

"(Acara hari kedua) untuk umum, bisa dari followers dan anggota AIS Nusantara," kata Ulin.

Terkait harapan setelah diadakan kegiatan, Ulin mengatakan selepas acara berlangsung hubungan komunikasi antaranggota dapat lebih akrab serta mampu lebih aktif dalam berproses.

"Selain itu, kami juga berharap anggota lebih berperan dalam membangun AIS Nusantara dan AIS Jawi Wetan lebih baik dari sebelumnya," jelas pemilik akun instagram @cahpondok itu.

Ia menambahkan bahwa pemilihan tema Aku, Kowe Siji' memiliki maksud tersendiri. Menurutnya Aku, Kowe Siji merupakan satu semboyan yang menjadi lambang persatuan yang menyatukan perbedaan.

"Sebab di dunia ini tidak ada yang sama, mulai akun, kultur, dan cara berfikir," jelasnya.

Ke depan diharapkan mereka bisa bersatu untuk mewujudkan digitalisasi dakwah ala thariqati jam'iyyah Nahdlatil Ulama.

"Sebab kekuatan AIS Nusantara itu ada di Instagram, Twitter, dan sosial media lainnya," tutupnya. (Hanan/Kendi Setiawan)
Jumat 2 Maret 2018 22:30 WIB
Pemuda Cilegon Siap Jadi Kader Siber Kebangsaan
Pemuda Cilegon Siap Jadi Kader Siber Kebangsaan
Cilegon, NU Online
Bertempat di Aula Rupatama Mapolres Kota Cilegon, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Cilegon bersama Satintelkam Polres Cilegon menggelar Pelatihan Kader Cyber Kebangsaan, Jumat-Sabtu, 2-3 Maret 2018. Pelatihan mengambil tema Teknologi Digital dan Media Sosial sebagai Fasilitas Pemantapan Nilai Pancasila.

Kasatintelkam Polres Kota Cilegon H Awab mengapresiasi pelatihan.

"Kondisi media sosial hari ini perlu diisi konten positif dan nilai-nilai Pancasila," ujar Awab yang juga membuka kegiatan, Jumat (2/3) sore.

Ketua PCNU Kota Cilegon KH Hifdulloh mengatakan anak-anak muda hari ini mengalami intervensi dan disintegrasi ideologi bangsa melalui media sosial yang diserbu oleh kelompok radikal dan membawa kecenderungan provokasi.

"Ini berbahaya karena bisa membuat masyarakat ribut karena provokasi tersebut," kata Kiai Hifduloh.

Ia mendorong kader PMII harus hadir sebagai kelompok intelektual pada ruang tersebut.

Ketua Umum PC PMII Kota Cilegon, Andra Imam Putra mengatakan pelatihan bertujuan meningkatkan kualitas wawasan dan pengetahuan mengenai ruang komunikasi digital yang sulit untuk diawasi.

"Diharapkan para peserta dapat menjadi kader-kader yang mengisi ruang komunikasi digital itu dengan konten yang positif, sejuk, berwawasan dan tetap memiliki nilai-nilai Pancasila dalam landasannya," kata Andra.

Pelatihan mendatangkan pemateri dari Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) PBNU untuk memperkaya wawasan dan memperkuat narasi Nahdlatul Ulama dalam menyiapkan generasi emas anak-anak muda NU, khususnya pada 100 tahun usia NU. 

Kegiatan diikuti puluhan peserta yang merupakan kader PMII Cilegon yang telah lolos seleksi. Pada pembukaan turut hadir Ketua PC GP Ansor Kota Cilegon Ustadz Sholeh Syafe'i. (Red: Kendi Setiawan)

Jumat 2 Maret 2018 21:45 WIB
Malas Baca Timbulkan Sikap Konsumtif
Malas Baca Timbulkan Sikap Konsumtif
Bekasi, NU Online
Raden Ajeng (RA) Kartini dapat dikenang dan dikenal banyak orang karena meninggalkan sejarah berupa tulisan. Ia populer dengan karya agungnya berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Sebuah tulisan yang dihasilkan atas perlawanan yang dilakukannya ketika itu.

Demikian contoh yang diberikan Maman Suherman saat memberi motivasi menulis pada Pekan Edukasi Siswa-Siswi (Perkusi) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Jawa Barat, di Gedung Muzdalifah, Asrama Haji Kota Bekasi, Jumat (2/3).

"Kartini pernah dituding sebagai seorang yang anti Islam. Padahal, kita tahu bahwa bukunya itu berasal dari kandungan Al-Qur'an, yaitu yukhrijuhum minadzh-dzhulumati ilannur. Ia telah berhasil keluar dari kegelapan menuju sebuah cahaya pembebasan," ungkapnya.

Pria berkepala plontos itu menyiratkan makna dari kandungan Al-Qur'an yang dikutip RA Kartini sebagai sinyal bahwa menulis merupakan jalan keluar dari kegelapan.

Untuk menulis, perlu ketekunan membaca. Namun sayangnya, sebut Maman, tingkat membaca di Indonesia hanya 0,0001% dari jumlah penduduk yang ada saat ini.

"Dari 1000 orang yang berkumpul secara bersamaan, hanya satu orang yang punya minat tinggi untuk membaca. Bahkan, perpustakaan pun kini sepi. Hampir mirip dengan kuburan," katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Maman ini, malas membaca akan menimbulkan sikap konsumtif. Orang yang malas membaca juga sangat mudah dipengaruhi oleh berbagai kejahatan, salah satunya adalah narkoba. Sebaliknya, dengan membaca akan melatih seseorang mampu berpikir kritis.

"Perintah pertama dalam Islam itu adalah 'Iqra'. Kalimat itu bukan hanya sebagai perintah untuk membaca, tetapi lebih dari itu, yaitu amati dan amalkan apa-apa yang telah menjadi bahan bacaan. Dengan demikian, kita sebagai Umat Islam tidak lagi bisa dininabobokan oleh hegemoni zaman kekinian," pungkasnya. (Aru Elgete/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG