IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Pengurus Tarekat NU Se-Jawa Barat Dilantik Serentak

Rabu 7 Maret 2018 16:30 WIB
Bagikan:
Pengurus Tarekat NU Se-Jawa Barat Dilantik Serentak
Purwakarta, NU Online 
Pengurus Pimpinan Pusat Jam'iyyah Thoriqoh Al-Mu'tabaroh Annahdliyah (JATMAN) melantik 16 Pengurus Pimpinan Cabang se-Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Rabu (7/3). Pelantikan dilakukan KH Eep Nurudin. 

Pengurus Pimpinan Cabang JATMAN yang dilantik yaitu Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Kuningan, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta, Kota Depok, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Bekasi. 

Sekretaris Umum PP JATMAN KH Mashudi mengharapkan kepada semua pengurus Cabang JATMAN yang dilantik untuk membuat aktif dalam berorganisasi. 

“Jangan numpang nama saja untuk dilantik. Lalu setelah itu, diam ditempat saja. Tapi harus tahu diri bahwa kita adalah pengurus,” pintanya.  

Semua pengurus harus membuat kelompok kerja yang bagus, mengetahui dan melaksanakan tugas yang diembannya serta harus bertanggung jawab, dan yang paling penting bertanggung jawab terhadap Allah SWT. 

“Sekarang ini JATMAN sudah mengalami pergeseran ke gerakan-gerakan nyata,” lanjut KH Mashudi, “rutinitas wirid yang istiqamah harus terus dilakukan, tapi di samping itu, Pengurus JATMAN harus bergerakan untuk melihat kondisi sosial masyarakat; menengok apa yang terjadi dalam perkembangan zaman itu sangat penting. Agar hubungan dengan Allah SWT berjalan baik, dan hubungan dengan manusia juga harus tetap baik,” jelasnya.  

Fenomena sosial yang berkembang saat ini, sambungnya, mulai dari masalah ekonomi, politik, kebudayaan, pertahanan, dan keamanan perlu sentuhan dari para pengurus JATMAN. 

“JATMAN harus mampu berperan dalam menyikapi fenomena sosial tersebut,” tutup KH Mashudi.  (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Bagikan:
Rabu 7 Maret 2018 23:0 WIB
Rektor UIN Malang Sebut Dua Sasaran Dakwah di Era Digital
Rektor UIN Malang Sebut Dua Sasaran Dakwah di Era Digital
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang H Abdul Haris (tengah)
Jakarta, NU Online 
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang H Abdul Haris mengkategorikan sasaran dakwah di era digital. Menurutnya ada dua katagori yaitu digital native dan digital immigrant. Digital native adalah orang-orang yang sejak lahir sudah dikenalkan dengan teknologi. 

"Yang pertama (digital native) amat mudah menerima saluran teknologi itu tetapi amat sangat kritis dan ini perlu metodologi dakwah tersendiri," katanya saat mengisi diskusi "Peta Gerakan Jalan Dakwah di Era Digital" di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (7/3). 

Sementara digital immigrant adalah orang-orang baru yang melihat perkembangan digital dari nol. "Orang yang sedang proses memahami dan menggunakan teknologi informasi," ujarnya. 

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua LP Ma'arif NU Jawa Timur itu, di luar negeri, dakwah melalui saluran teknologi lebih efektif daripada secara konvensional. 

Begitu juga di Indonesia, ada beberapa mubaligh yang namanya terangkat dan dakwahnya bisa diakses banyak orang, khususnya oleh kelompok yang masuk kategori digital native

Namun, ia mengkhawatirkan, jika saluran teknologi digunakan oleh mubaligh yang tidak bertanggung jawab, seperti orang yang baru belajar agama kemudian langsung menjadi pendakwah. 

"Maka akan merubah dan ini menjadi kecenderungan, menjadi trend bagi digital native mengikutinya," kata alumnus Pesantren Tebuireng, Jawa Timur itu. 

Ia berharap, agar saluran-saluran teknologi tetap diisi dengan konten yang ramah dan berisi. Ia meminta NU dari semua struktur supaya mulai rajin mengisi dakwah di internet, termasuk media sosial. (Husni Sahal/Zunus)
Rabu 7 Maret 2018 22:44 WIB
Menpora Minta LADI Maksimalkan Pengawasan Doping di Asian Games 2018
Menpora Minta LADI Maksimalkan Pengawasan Doping di Asian Games 2018
Jakarta, NU Online
Menpora Imam Nahrawi memberikan perhatian penting kepada Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) untuk maksimal dalam pengawasan doping di ajang Asian Games 2018. Perhatian tersebut disampaikan langsung Menpora ketika menerima Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) Zaini Kadhafi Saragih, Rabu  (7/3) sore di kantor Kemenpora, Jakarta. 
  
Menpora sangat mendukung terhadap keterlibatan LADI dalam setiap pemeriksaan doping.  "Saya akan menyiapkan perangkat untuk menyampaikan kepada stakeholder  untuk melibatkan LADI dalam setiap kegiatan pemeriksaan doping," ujar Menpora. 
 
Ia juga meminta kepada LADI untuk memaksimalkan perannya dan menjadi bagian penting penyelenggaraan Asian Games, karena tidak cukup sukses penyelenggaraan, sementara atlet tidak kita antisipasi dengan pengetahuan tentang doping ini," tambah Menpora yang didampingi Deputi bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Deputi bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana. 
 
Sementara, menurut Zaini pertemuan dengan Menpora untuk membahas  keterlibatan LADI dalam  pengawasan doping di Asian Games 2018. Selain itu, Zaini juga melaporkan terkait perubahan kebijakan World Anti-Doping Agency (WADA). "Perubahannya ini salah satunya adalah LADI harus tahu semua kegiatan pemeriksaan  doping di seluruh Indonesia,' ujarnya. 
 
"Karena itu, kami memohon dan senang jika Pak Menteri bisa menyampaikan kepada semua stakeholder olahraga untuk melibatkan LADI setiap ada pemeriksaan doping di Indonesia baik itu event nasional maupun internasional," tambahnya. (Red-Zunus) 
Rabu 7 Maret 2018 22:41 WIB
6 Metode Ini Jadi Kunci Sukses Dakwah Rasulullah
6 Metode Ini Jadi Kunci Sukses Dakwah Rasulullah
Jakarta, NU Online
Rais Syuriyah PBNU KH Zaki Mubarok memaparkan enam sistem komunikasi dalam berdakwah yang efektif dan efisien dengan metode qur'ani dan dilakukan oleh Rasulullah. Menurutnya, enam metode tersebut merupakan asas dakwah yang santun, toleran, dan humanis yang merupakan faktor penting dalalm kesuksesan dakwah Rasulullah. 

"Dengan metode tersebut mengantarkan manusia menjadi terpuji dan menjadi rahmat bagi umat semesta," katanya pada acara Diskusi Live Streaming dengan tema "Peta Gerakan Jalan Dakwah di Era Digital" di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (7/3).

Pertama, qoulan maysura. Kalimat ini mengarahkan umat manusia agar menggunakan kalimat-kalimat yang ringan, singkat, tapi berbobot. 

"Dalam dakwah abad dakwah ini hendaknya dilakukan dengan kalimat-kalimat yang singkat dan tidak bertele-tele, tapi sarat dengan makna dan dengan kalimat yang menarik," katanya. 

Kedua, qulan syadida. Suatu kalimat yang benar, lurus dan jujur. Menurutnya, berdakwah dengan cara seperti ini akan mengantarkan para dai dan pendengarnya berjalin kelindan dalam suatu hubungan batin di antara kalbunya, sehingga pesan2 dakwah akan mudah diterima.

Tiga, qoulan layyina. Perkataan yang lemah lembut, menimbulkan simpati dan empati terhadap para jamaah dan sesama para dai. 

Keempat, qoulan ma’rufa. Kalimat yang baik dan bermutu yang sesuai dengan situasi dan kondisi serta sesuai dengan kearifan lokal. 

"(Ini) penting. Dalam komunikasi tidak cukup benar saja, tapi juga harus tepat," jelasnya. 

Kelima, qoulan baligho. Kalimat yang sangat mendalam sehingga menyentuh sanubari seseorang dan merasuk ke dalam lubuk hatinya. 

"Sehingga pesan dai akan terasa dan terus dikenang para pendengarnya," katanya.

Keenam, qoulan karima. Perkataan yang mulia dan terlepas dari perkataan yang menyinggung atau menyakiti orang lain.

"Dengan pendekatan ini sehingga para dai akan diterima oleh para jamaahnya dengan penuh kerinduan," jelasnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG