IMG-LOGO
Daerah

Bencana di Brebes Nyaris Menyeluruh, Bupati Ajak Warga Waspada


Sabtu 10 Maret 2018 21:30 WIB
Bagikan:
Bencana di Brebes Nyaris Menyeluruh, Bupati Ajak Warga Waspada
Bupati saat meninjau lokasi bencana

Brebes, NU Online

Tidak disangka, ternyata bencana alam di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah  nyaris menyeluruh di setiap kecamatan. Bencana alam itu mengepung kawasan Brebes utara, tengah dan selatan. Terbukti untuk wilayah utara, daerah  yang dilanda banjir meliputi Kecamatan Brebes, Jatibarang, Wanasari, Tanjung dan Losari. Wilayah tengah juga banjir melanda Kecamatan Songgom, Ketanggungan dan Banjarharjo.

 

Sedangkan wilayah selatan, bencana berupa tanah longsor menerjang Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem, dan tanah bergerak di Desa Rajawetan, KecamatanTonjong serta yang terakhir di Desa Waru Kecamatan Bantarkawung. 

 

"Saya mohon maaf, baru bisa silaturahim ke sini karena baru sempat," ujar Bupati Brebes Hj Idza Priyanti ketika meninjau kondisi masyarakat yang tertimpa bencana alam tanah bergerak di Desa Waru Kecamatan Bantarkawung, Jumat (9/3) malam.

 

Dijelaskan bupati, karena kejadiannya hampir bersamaan, maka hal tersebut menyita waktunya untuk meninjau bencana dalam rangka pemulihan.

 

Idza mengaku prihatin dengan bencana yang datang bertubi-tubi. Untuk itu, dia menyarankan agar masyarakat selalu waspada, dan secepatnya mengungsi bila terjadi bencana. "Bantu anak-anak dan orang.tua yang sudah sepuh untuk penyelamatan," ajaknya.

 

Dirinya mengungkapkan sudah mendapatkan data dan tengah diusulkan ke kementerian agar mendapat penggantian rumah yang rusak.

 

Idza menyarankan agar tanah dan bangunan yang rusak jangan ditempati dulu. "Lebih aman bila mengungsi dengan ikut saudara, keluarga ataupun teman," tandasnya.  Pada sat yang sama, ia juga mengajak warga untuk sabar dan berdoa, serta harus kuat, serta semangat. 

 

Pihaknya masih menunggu kajian dari ahli geologi, apakah kawasan yang ada dan tertimpa sejumlah bencana alam nantinya berbahaya atau tidak bagi kelangsungan hidup selanjutnya. Bila memang tidak memungkinkan, apakah perlu direlokasi.

 

Camat Bantarkawung Gunarto menjelaskan, bencana tanah bergerak terjadi pada 21 Februari silam sekitar pukul 17.30 WIB atau sebelum bencana longsor di Pasirpanjang Salem. 

 

Korban tanah bergerak berupa pergerakan tanah yang mengakibatkan rumah ambruk, dan juga retak retak, jalan juga pecah. Kondisi paling parah di Desa Waru yang menimpa 55 Kepala Keluarga (KK), desa Banjarsari 4 KK, Sindangjaya 10 KK, Pengarasan 10 KK, Tlaga 6 KK dan Cinanas 7 KK.

 

Pada kesempatan tersebut, bupati juga memberikan bantuan sembako kepada para korban tanah bergerak. 

 

"Insyaallah, saya ke sini lagi ya. Yang sabar ya, dan berdoa semoga tidak terjadi lagi bencana," pungkasnya sembari pamitan kepada warga yang hadir. (Wasdiun/Ibnu Nawawi)

 

Tags:
Bagikan:
IMG
IMG