IMG-LOGO
Daerah
HARLAH KE-56 LESBUMI

Ini Cara Lesbumi Kabupaten Bekasi Memperkenalkan Diri

Rabu 28 Maret 2018 23:17 WIB
Bagikan:
Ini Cara Lesbumi Kabupaten Bekasi Memperkenalkan Diri
Jakarta, NU Online 
Meski di tingkat nasional berdiri tahun 1962 di Bandung, Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) di Kabupaten Bekasi baru seumur jagung. Lembaga di bawah naungan NU tersebut berdiri November akhir tahun lalu. 

Sebagai upaya memperkenalkan diri kepada para senimdan dan budayawan serta masyarakat lus di kabupaten tersebut, Lesbumi mengadakan kegiatan Pagelaran Seni Budaya dan Sastra Bekasi di Gedung Juang 45 Tambun, 25 Maret lalu.

Hadir pada kesempatan itu beragam seniman berragam latar belakang, di antaranya ada Bang Kubil, Bang Syamsuri Komika dan teman-temannya. Tidak hanya warga NU yang hadir, mereka di antaranya ada warga Front Pembela Islam (FPI), bahkan nonmuslim.

Menurut Ketua Panitia kegiatan tersebut, Sujadi, ragam seni ditampilkan pada kegiatan tersebut, di antaranya tari, puisi, musik etnik, pencak silat, karinding, stand up comedy, situn, teater puisi. 

Tidak hanya itu, lanjut dia, kegiatan yang menggandeng Disbudpora Kabupaten Bekasi itu juga diwarnai dengan santunan anak yatim piatu, senam jantung sehat dan bazar.  

“Lesbumi di Kabupaten Bekasi baru lahir dan perlu adanya pengenalan kepada semua padepokan-padepokan seni budaya,” kata Sekretaris Lesbumi Kabupaten Bekasi tersebut, ketika dihubungi NU Online dari Jakarta Rabu (28/3) malam. 

Lebih lanjut, ia mengatakan, maraknya isu politik, khususnya di Kabupaten Bekasi menjadi ajang pembuktian bahwa Lesbumi bersama para tokoh seniman dan budayawan tidak berpihak secara praktis kepada partai politik mana pun. 

“Terbukti acara kmarin ada partai yang memberikan tawaran untuk pendanaan, kita tolak karena ada politik kepentingan arahnya,” tegasnya. (Abdullah Alawi)

Bagikan:
Rabu 28 Maret 2018 22:30 WIB
UNSIQ Bantu Pemerintah Atasi Angka Kematian Ibu Hamil
UNSIQ Bantu Pemerintah Atasi Angka Kematian Ibu Hamil
Wonosobo, NU Online
Berbagai langkah untuk mengatasi tingginya angka kematian ibu melahirkan terus dilakukan pemerintah. Di antaranya adalah strategi pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk melibatkan mahasiswa dari jurusan kedokteran, kebidanan, dan keperawatan.

Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo melalui program studi kebidanan dan keperawatan turut mendukung upaya pemerintah tersebut dengan melaksanakan program One Student One Clien atau OSOC.
 
UNSIQ bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng melaksanakan pembekalan pendamping ibu hamil berisiko tinggi kepada dosen dan pegawai Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas daerah yang dilaksanakan digedung fakultas ilmu kesehatan (Fikes) kampus setempat, Selasa (27/3).
 
Dekan Fikes UNSIQ, Asmaji Muchtar menyampaikan bahwasannya tindak lanjut dari kegiatan tersebut akan disosialisasikan oleh dosen kepada mahasiswa. Nantinya mereka akan diberdayakan untuk pendampingan intensif kepada ibu hamil yang ada di Wonosobo.

"Nanti kita akan memberdayakan mahasiswa semester atas untuk terjun langsung ke masyarakat, mendampingi ibu hamil khususnya yang berisiko tinggi dalam kehamilannya baik sebelum melahirkan maupun setelahnya melahirkan,” kata Asmaji.
 
Selanjutnya dirinya juga menyampaikan bahwa pada dasarnya hal ini ditujukan agar ahasiswa mengetahui secara riil kondisi di lapangan. Juga tujuan terpenting adalah agar mahasiswa bermanfaat bagi masyarakat .

"Ketika di lapangan, nantinya satu orang mahasiswa menangani satu ibu hamil,” katanya. Dengan tujuan terpenting mahasiswa tahu kondisi sebenarnya yang ada di lapangan. Dan terpenting lagi mahasiswa UNSIQ melalui OSOC bisa bermanfaat bagi masyarkat khususnya Wonosobo, lanjut Asmaji.
 
Turut hadir sebagai pembicara Fatikhu  Yatuni Asmara selaku dosen keperawatan UNDIP Semarang dan Khobibah, dosen AKPER Pemkab  Kendal. (Sholeh Nahru/Ibnu Nawawi)

Rabu 28 Maret 2018 21:0 WIB
Rijalul Ansor Jakarta Timur Siap Jihad Lawan Hoaks
Rijalul Ansor Jakarta Timur Siap Jihad Lawan Hoaks
Jakarta, NU Online
Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA) Jakarta Timur (Jaktim) menggelar acara silaturrahim di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap Rabu, (28/3).

"Acara ini mengambil tema Jihad Melawan Hoaks, mengingat potensi kerusakan yang bisa diciptakannya," kata Ketua RA Jaktim, Gus Rifqi Taufiqurrahman.

Sementara itu Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jaktim, Gus Mahmud Muzoffar menyebut bahwa organisasi pemuda NU siap melawan hoaks. "Hoaks begitu cepat menyebar dan mudah dipercayai masyarakat. Kami siap melawan hoaks, apalagi menyangkut fitnah agama yang merugikan NU,” tegasnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakapolda Metro Jaya dan dihadiri ratusan santri dan kader Ansor Banser se-Jaktim.

"Kita apresiasi Polda Metro Jaya yang bisa meringkus penyebar hoaks. Tapi pimpinan Polda juga harus bisa mengawasi anggotanya, agar ditindak bila ada yang suka menyebar hoaks,” canda KH Lukman Hakim, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap Jaktim. (Red: Ibnu Nawawi)

Rabu 28 Maret 2018 20:0 WIB
NU Sulut Gunakan Dana Hibah Pemprov untuk Rehab Gedung
NU Sulut Gunakan Dana Hibah Pemprov untuk Rehab Gedung

Manado, NU Online

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara (Sulut) menerima dana hibah dari pemerintah provinsi setempat. Dana yang telah diterima akan digunakan untuk merehabilitasi gedung sekretariat.


Hal tersebut disampaikan Ketua PWNU Sulut, H Saban Mauludin usai menerima dana hibah dari Pemprov Sulut sebanyak 1 milyar rupiah, bersama sejumlah organisasi lain di ruang kerja wakil gubernur, Selasa (27/3).


"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian bapak gubernur dan bapak wakil gubernur. Bantuan ini akan digunakan untuk merehabilitasi gedung sekretariat dari satu lantai menjadi dua lantai," katanya.


Steven Kandouw selaku Wakil Gubernur Sulut menyerahkan langsung secara simbolis dana hibah tersebut kepada perwakilan organisasi yang ada


"Dana hibah adalah bentuk perhatian dari Pemprov Sulut terhadap eksistensi organisasi baik keagamaan maupun pendidikan di Sulut. Ini wujud komitmen gubernur sehingga bantuan hibah ini dapat diserahkan," katanya.


Kandouw berharap seluruh dana hibah dapat digunakan optimal sesuai kebutuhan setiap pihak penerimanya. Penyerahan dana hibah telah melalui seluruh aturan yang ditentukan.


"Berdasarkan himbauan BPK, dana hibah tidak boleh diterima setiap tahun oleh penerima yang sama. Tentunya imbauan ini harus dipatuhi. " tandasnya.


Hadir pada kesempatan tersebut Kepala BPKAD Gemmy Kawatu, Ketua PW Muhammadiyah Sulut Nasruddin Yusuf dan Ketua PHBI Sulut Syahrul Poli. (Red: Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG