IMG-LOGO
Daerah

Kiai Subhan: Pahala Shalat Jamaah 25 atau 27 Derajat?

Senin 2 April 2018 17:30 WIB
Bagikan:
Kiai Subhan: Pahala Shalat Jamaah 25 atau 27 Derajat?
Kiai Subhan (tinggi) bersama jamaah.
Tegal, NU Online
Kiai Subhan Makmun adalah salah satu kiai di Jawa Tengah yang cukup banyak menggunakan waktunya untuk kepentingan ilmu. Selain sibuk mengajar kitab di pesantrennya, Pondok Assalafiyah Luwungragi juga memiliki banyak jadwal kajian kitab di luar pesantren yang diikuti masyarakat umum khususnya para ustadz dan kiai di wilayah Brebes, Tegal, dan Pemalang Jawa Tengah.

Bisa disebutkan setiap hari Selasa siang hingga menjelang Maghrib, Kiai Subhan mengkaji kitab Fathul Bari dan Ar-Ruh di kediamannya. Hari Rabu sore mengkaji kitab Ihya Ulumiddin di Masjid Agung Islamic Center Brebes, hari Jumat sore mengkaji kitab Tafsir Ibnu Katsir di masjid pesantrennya, Sabtu pagi mengkaji kitab Jam’ul Jawami’ beserta beberapa kiai lainnya dengan tempat berpindah-pindah di Tegal dan Pemalang. Ahad pagi di Masjid Islamic Centre Brebes mengkaji kitab Tafsir Al-Munir dan Riyadlus Sholihin.

Banyaknya jadwal kegiatan keilmuan beliau dengan jumlah pengikut yang tak sedikit menjadikan salah seorang Rais PBNU ini menjadi rujukan dan tempat bertanya masyarakat terhadap berbagai permasalahan khususnya masail diniyah. Tak jarang dalam setiap kajiannya ada peserta kajian yang mengajukan pertanyaan yang sering kali tidak ada hubungannya dengan materi yang sedang dibahas.

“Pernah satu ketika pada saat kajian di hari Sabtu seseorang bertanya kepada saya perihal pahala shalat berjamaah,” cerita Kiai Subhan. Orang tersebut menanyakan, bahwa ada dua hadits yang mengungkapkan tentang pahala shalat berjamaah namun satu sama lain berbeda. 

Satu hadits menyatakan bahwa pahala shalat berjamaah dibanding shalat sendirian adalah dua puluh lima derajat, sedangkan hadits satunya lagi menyebutkan pahalanya dua puluh tujuh derajat. Mana yang benar? Demikian pertanyaan jamaah.

Atas pertanyaan itu Kiai Subhan menjawab, “Insya Allah keduanya benar, hanya saja penempatannya yang berbeda,” katanya mengawali keterangan. 

Shalat berjamaah dibanding shalat sendirian pahalanya dua puluh lima derajat itu bila shalat yang dilakukan adalah shalat dengan bacaan sirri seperti shalat Dhuhur dan Ashar. “Sedangkan yang pahalanya dua puluh tujuh derajat itu bila shalat dengan bacaan jahr atau keras seperti shalat Maghrib, Isya dan Subuh,” urainya.

Lebih lanjut Kiai Subhan menjelaskan, “Mengapa demikian? Selisih dua pahala itu karena ketika shalat dengan bacaan yang keras seorang makmun mendapat pahala mendengarkan bacaan Al-Qur’an sang imam dan pahala membaca amin bersama dengan imam,” ungkapnya. 

Sedangkan kedua, pahala ini tidak didapat dalam shalat berjamaah pada waktu shalat dengan bacaan lirih atau sirri.
Lebih lanjut kiai ini menerangkan bahwa shalat berjamaah dapat rmemberikan futuh kepada pelakunya. “Futuh itu ada dua; futuh dalam hal ilmu dan futuh dalam hal rejeki,” katanya.

Menurutnya, orang yang selalu mengikuti shalat berjamaah maka akan difutuh hatinya oleh Allah sehingga mudah dalam mempelajari ilmu. “Dan akan difutuh pula rezekinya sehingga akan mendapatkan keluasan rezeki dengan mudah. (Yazid Muttaqin/Ibnu Nawawi)

Tags:
Bagikan:
Senin 2 April 2018 23:30 WIB
Ada Materi Dakwah Medsos di Makesta Wonosalam Demak
Ada Materi Dakwah Medsos di Makesta Wonosalam Demak
Demak, NU Online
Kebutuhan berdakwah via online yang semakin mendesak membuat Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Wonosalam Demak Jawa Tengah sigap. Salah satunya dengan memberikan wawasan pengelolaan media sosial untuk berdakwah dalam kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Demak, Ahad (01/03).

Acara Makesta diikuti oleh sekitar seratusan pelajar se-Kecamatan Wonosalam dan sekitarnya bertujuan untuk menjaring kader pejuang Aswaja. Peserta dikenalkan dengan teladan tokoh-tokoh NU sekaligus strategi mereka dalam berdakwah mempertahankan aqidah ahlussunnah wal jamaah annahdliyyah. 

"Tahun ini materi kita tambah dengan strategi dakwah melalui media sosial agar warganet tidak dijejali paham yang aneh-aneh," kata Lukman selaku Ketua Panitia.

Muhammad Syafi'i pegiat media sosial dan Pengelola Fathan Center menilai, generasi muda NU harus meramaikan media sosial dengan dakwah kiai NU. Di samping itu ia juga menghimbau agar tidak mudah mem-viralkan sesuatu yang tidak jelas ajaran dan landasan pemikirannya. 

"Minimal menginformasikan pengajian NU, manfaatkan media sosial untuk dakwah Aswaja ala NU," katanya. 

Dalam kesempatan itu, Syafi'i juga menjelaskan sesuatu hal yang viral tidak mesti benar dan baik untuk dibagikan, terlebih jika itu memuat ujaran kebencian atau serangan kepada tokoh maupun golongan tertentu. Generasi muda NU diharapkan bisa selektif dan hanya membagikan hal-hal positif di media sosial.

"Isilah medsos itu dengan Islam yang penuh rahmat, hakekat dakwah itu mengajak, bukan menghina atau berujar kasar," jelasnya. 

Pun dengan konten hoaks, pria kelahiran Sayung, Demak itu mengingatkan bahaya hoaks sangat besar. Ancaman yang ditimbulkan sebab hoaks tidak hanya salah paham tetapi juga perpecahan, peperangan dan kerusakan. 

"Periksa konten itu hoaks atau bukan, jangan sampai kita membagikan kehancuran kepada orang lain," imbuhnya. 

Di akhir materinya ia mengingatkan kepada generasi muda NU, khususnya wilayah Demak, Kudus, Jepara, dan sekitarnya agar tidak terlena dengan jumlah yang besar tetapi minim prestasi dakwah. 

"NU itu besar, tapi jangan bangga dengan jumlah saja, kita harus buktikan itu dengan kebaikan-kebaikan demi umat yang penuh dengan kesejahteraan," pesan Syafi'i. (M. Farid/Muiz)
Senin 2 April 2018 22:30 WIB
Pemkab Brebes Gelar Tahlil Mengenang 40 Hari Korban Longsor Salem
Pemkab Brebes Gelar Tahlil Mengenang 40 Hari Korban Longsor Salem
Brebes, NU Online
Pemerintah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Senin (2/4) sore memperingati 40 hari terjadinya bencana longsor di Desa Pasirpanjang, Salem dengan menggelar Tahlil dan Doa bersama. 

Tahlil diikuti ratusan warga Salem bersama Bupati Brebes Hj Idza Priyanti dan pejabat lainnya di Masjid Jami Nurul Huda Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem.

Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Salem KH Cholid Nawawi menjadi imam tahlil, doa bersama dan tausiyah.

Dalam tausiyahnya, Kiai Cholid mengingatkan bahwa rejeki, jodoh dan maut menjadi kehendak mutlak Allah SWT dan selalu menjadi rahasia. 

"Seperti kematian, tiada yang berkehendak tetapi itu kepastian yang semua mahluk bakal mengalaminya, untuk itu atas segala musibah yang menimpa diri kita harus diambil hikmahnya," ujar Kiai Cholid.

Dikatakan, namun sebagai manusia boleh meminta memperpanjang umur dan menambah rejeki dengan cara berdoa dan bersilaturahmi. Bencana bisa kita ambil hikmahnya  karena bisa jadi sebagai jalan turunnya berkah, maghfirah dan ditinggikannya derajat kita.

"Semoga korban tergolong mati Syahid dan Khusnul Khotimah," harapnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyampaikan terima kasih kepada warga Salem, TNI dan Polri serta relawan lainnya yang telah membantu dan bersinergi dalam penanganan bencana longsor.   

Bupati Idza meminta warga untuk bersabar, karena pemkab Brebes, provinsi, dan pusat tidak tinggal diam dan selama ini memperhatikan penuh keinginan warganya.

Turut hadir dalan acara tersebut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Brebes Eko Andalas Muchti, Kasdim 0713/Brebes Arif Suhartono, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Sosial Kemasyarakatan, Sekda Brebes H Athoilllah, Kepala Dinkominfotik Johari, Camat Salem Apriyanto, dan pejabat lainnya. (Wasdiun/Muiz)
Senin 2 April 2018 21:30 WIB
Norma Alumni Nurul Jadid Peroleh Beasiswa di Universitas Hong Kong
Norma Alumni Nurul Jadid Peroleh Beasiswa di Universitas Hong Kong
Norma Indriyani
Jember, NU Online
Norma Indriani Maftuhul Jannah alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur berhasil menembus salah satu perguruan tinggi di Hong Kong setelah mendapat beasiswa untuk mengikuti seminar internasional di negara berpenduduk sekitar 7 juta jiwa itu. 

Dalam kegiatan yang digelar selama dua hari  (27-28/3) Norma sapaan akrabnya  mempresentasikan makalahnya di hadapan peserta lainya yang diantaranya datang  dari Kanada, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan. 

“Makalah itu memang salah satu syarat untuk dapat dana ke negara tujuan,” ucapnya di Jember, Ahad (1/4).

Dikatakan, makalah yang  sudah dibuatnya berjudul  Student’s Ability  Insolving  Radical Equation  Problem itu,  soft copy-nya dikirim ke International Society for Engineers and Researcher (ISER) yang berpusat di India. 

Setelah dinyatakan  lolos di situ,  baru calon peserta mengajukan beasiswa ke LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). 

Alhamdulillah  saat presentasi berjalan lancar. Saya jadi teringat saat sekolah di SMA Nurul Jadid, di situ setiap hari diharuskan  berkomunikasi dengan  bahasa Inggris,” lanjutnya.

Ia menambahkan, peserta seminar itu rata-rata sudah tua, bahkan ada beberapa yang sudah profesor, sementara dirinya dan empat rekannya dari Indonesia masih muda-muda, bahkan tergolong paling muda diantara peserta lainnya. 

Alumni SMP 4 Jember itu saat ini tengah menempuh pendidikan Pascasarjana Unversitas Negeri Malang, jurusan Pendidikan Matematika dengan biaya penuh dari LPDP. Sebelum berangkat ke Hong Kong, ia berhasil mempertahankan tesisnya di hadapan  tim penguji, dan kini tinggal menunggu diwisuda. 

Dara kelahiran 1993 itu kelak bisa langsung melanjutkan ke jenjang S3, juga dengan biaya dari LPDP. Selamat, semoga sukses dan barokah. (Aryudi Abdul Razaq).

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG