IMG-LOGO
Nasional

Ki Dalang Cahyo Kuntadi: Kehormatan Diundang Pentas Wayang oleh PBNU

Senin 9 April 2018 20:45 WIB
Bagikan:
Ki Dalang Cahyo Kuntadi: Kehormatan Diundang Pentas Wayang oleh PBNU
Jakarta, NU Online 
Ki Dalang Cahyo Kuntadi mengaku bangga mendapat undangan PBNU untuk mengisi peringatan harlah ke-95 NU dengan pementasan wayang kulitnya. Ia mementaskan lakon Jamus Kalimasada di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (7/4) malam.

“Sebuah penghormatan, penghargaan yang sangat istimewa dan luar biasa bagi kami,” katanya ketika dihubungi NU Online dari Jakarta, soal pementasan tersebut, Senin (9/4).

Menurut Ki Cahyo, Nahdlaltul Ulama adalah salah satu organisasi Islam yang peduli dan mau merawat mengembangkan, menjaga NKRI dan juga kebudayaannya, termasuk wayang. 

Ia mengaku sejak kecil, di desa kelahirannya, di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, telah mengenal NU. Bisa dikatakan penduduk di desanya beragama sebagaimana cara berpikir dan praktik seperti NU.  

“Yang saya tahu hanya NU, karena lingkungan kami, yang ada hanya NU. Di situ saya merasakan kehidupan yang nyaman, enak, tidak ada permusuhan, perselisihan. Yang ada adalah saling menghormati dan menghargai,” ceritanya.  

Pementasan wayang itu diawali dengan pidato Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. Menurut dia, dalam Al-Qur’an Allah selalu menggunakan masal, perumpamaan, metafora. 

“Misalnya suatu ayat disebutkan nyamuk, menggunakan laba-laba, tawon. Banyak sekali yang digunakan Allah yamg mengandung nilai-nilai filsafat kehidupan,” katanya pada kegiatan bertajuk mengangkat tema Menuju Satu Abad NU, Memperkokoh Ukhuwah Wathoniyyah (persaudaraan berdasar kebangsaan) untuk Indonesia yang Lebih Sejahtera.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur, Jakarta Selatan ini, wayang merupakan cara menyampaikan ajaran melalui perumpamaan. 

Bahkan disisipkan nilai-nilai ajaran Islam,” lanjutnya. 

Pada pembukaan kegiatan tersebut, dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan politisi senior Akbar Tanjung, para pengurus PBNU, dan Nahdliyin. (Abdullah Alawi)

Tags:
Bagikan:
Senin 9 April 2018 23:15 WIB
Dukung Reformasi Agraria, LPP PBNU Sosialisasi Pengelolaan Hutan
Dukung Reformasi Agraria, LPP PBNU Sosialisasi Pengelolaan Hutan
Lombok, NU Online
Lembaga Pengembangan Pertanian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau LPP PBNU mengadakan kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Hutan dalam Mendukung Program Perhutanan Sosial di Hotel Holiday Resort Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (9/4).

Para pemateri yang terdiri dari perwakilan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Desa, Pemprov NTB, Kantor Staf Presiden, serta PBNU menyampaikan hal-hal yang terkait dengan penggunaan lahan oleh masyarakat di NTB.

Acara yang berlangsung pada tanggal 9-11 April 2018 ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat sinergi antara beberapa kementerian dengan PBNU khususnya terkait perhutanan sosial dan reforma agraria. Adapun para audiens terdiri dari para pengurus PCNU se-Nusa Tenggara Barat.

Acara ini dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat khususnya warga NU untuk menggunakan lahan dan memberikan ruang seluas-luasnya untuk partisipasi dalam program tersebut. Semisal untuk pariwisata yang memang sesuai dengan kultur sosial di daerah lombok.

Wakil Sekjen PBNU Bidang Pertanian dan Perhutanan Imam Pituduh menyampaikan tentang keseriusan PBNU dalam menyikapi program presiden terkait reformasi agraria dan perhutanan sosial. Menurutnya, aplikasi NU Mobile sudah menyiapkan perangkat yang diberi nama dengan kanal "lapor" yang terhubung langsung dengan Kantor Staf Presiden.

Kegiatan bersama yang sedang berlangsung ini dilakukan di beberapa provinsi dan rencananya akan berakhir di Istana Negara bersama Presiden RI dengan tema besar rembuk nasional reforma agraria dan perhutanan sosial. (Red: Mahbib)

Senin 9 April 2018 22:45 WIB
Kenapa Orang Rindu untuk ke Tanah Suci? Ini Penjelasan Quraish Shihab
Kenapa Orang Rindu untuk ke Tanah Suci? Ini Penjelasan Quraish Shihab
Jakarta, NU Online
Ahli tafsir terkemuka Indonesia Quraish Shihab menyebutkan, ada dua hal yang menyebabkan orang Islam rindu untuk berkunjung ke tanah suci (Makkah). Pertama, doa Nabi Ibrahim. Setelah Ka’bah dibangun Nabi Ibrahim, pada saat itu wilayah di sekitarnya masih sepi dan tidak air hingga kemudian ditemukan sumur zam-zam.  

“Salah satu doa Nabi Ibrahim adalah Ya Allah jadikanlah hati orang-orang selalu cenderung kepada Makkah. Doa ini makbul (dikabulkan),” kata Quraish dalam sebuah video yang diunggah akun Najwa Shihab di Youtube, Senin (9/4).

Nabi Ibrahim, lanjutnya, juga berdoa agar Allah menganugerahi kota Mekkah dengan aneka buah-buahan. Lagi-lagi, doa ini dikabulkan meski di sana hingga hari ini tidak ada pohon dari buah-buahan itu.

Kedua, ada Ka’bah. Direktur Pusat Studi Al-Qur’an ini menyebutkan, alasan orang berbondong-bondong berkunjung ke Mekkah adalah karena di sana ada baitullah atau rumah Allah Ka’bah. Jika seseorang mencintai orang lain, maka ia akan mengunjungi rumahnya.

Namun demikian, imbuhnya, seseorang yang berkunjung ke rumah kekasih belum tentu bertemu dengan sang kekasih. 

“Ada orang yang pergi haji, tanya dapat rumah-Nya aja, tidak pernah bertemu dengan Allah,” terang penulis buku Tafsir Al-Misbah ini.

Quraish mengatakan, seseorang yang tidak mampu untuk berkunjung ke baitullah atau rumah Allah, maka orang tersebut bisa mengundang Allah untuk datang ke hatinya. 

‘Kerinduan itu karena merasakan bahwa di sini ada kekasih,” jelasnya.

“Walaupun Allah ada di mana-mana, tapi Dia jadikan meeting point (tempat pertemuan) di sana. Jadi orang rindu ke sana,” tambahnya. (Muchlishon)
Senin 9 April 2018 22:15 WIB
Nabil Haroen: Pagar Nusa Wajib Sowan Kiai dan Sesepuh
Nabil Haroen: Pagar Nusa Wajib Sowan Kiai dan Sesepuh
Magelang, NU Online
Pagar Nusa berkomitmen untuk loyal kepada kiai dan ulama. Karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi para pengurus dan anggota seni bela diri ala NU ini untuk menyempatkan waktu minimal dalam sebulan untuk menjalin silaturahim dengan para sesepuh dan ulama setempat.

"Kami sudah berikrar di hadapan para kiai, bahwa Pagar Nusa wajib sowan sesepuh,” kata Nabil Haroen, Ketua Umum Pagar Nusa, Ahad (8/4). 

Alumnus Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur tersebut mengemukakan agar para pengurus dan anggota Pagar Nusa menyempatkan silaturahim dan sowan kepada ulama dan kiai setempat sekali dalam sebulan.  “Kalau ada anggota Pagar Nusa, atau mengaku Pagar Nusa, tapi tidak mau sowan kepada kiai, itu bukan Pagar Nusa," tandas Gus Nabil, sapaan akrabnya.

Penegasan tersebut disampaikannya saat melantik Pimpinan Rayon Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kaliabu, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Pelantikan ini sekaligus dirangkai dengan haul KH Muhsonudin selaku muassis Pondok Pesantren Mambaul Huda Kaliabu yang diselenggarakan di halaman pesantren setempat. 

Memang pelantikan dan pengukuhan pengurus masa khidmat 2018 hingga 2020 tersebut istimewa lantaran dihadiri Ketua Umum Pagar Nusa, Nabil Haroen. Tampak bergabung pula, pengurus wilayah, Ketua PCNU Kabupaten Magelang KH Mahsun Mahfudz, para alim ulama se-Kabupaten Magelang, serta 4000 tamu undangan.

Rangkaian acara pelantikan dan haul  ditutup dengan mauidlah hasanah oleh KH Arja' Imroni dari PWNU Jawa Tengah. (Nasir/Ibnu Nawawi
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG