IMG-LOGO
Nasional

Setelah Pendampingan di Jepara, LPBI Pindah di Kudus

Selasa 10 April 2018 14:30 WIB
Bagikan:
Setelah Pendampingan di Jepara, LPBI Pindah di Kudus
Kudus, NU Online
Junaidi, Sekretaris BPBD Kudus mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) yang telah menjadi mitra BPBD Kudus, telah banyak kegiatan yang disinergikan dan dokumen untuk dan bermanfaat untuk kemanusiaan di Kudus, sebagai bahan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat di Kudus.

BPBD Provinsi Jawa Tengah Fajar Kasi Kesiapsiagaan mewakili Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi yang kesekian kalinya atas peran LPBI NU dalam melaksanakan kegiatan diantaranya dalam penyusunan beberapa dokumen yang sangat manfaat bagi masyarakat, 
 
Lilik Kurniawan, Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB menyampaikan bahwa bencana harus dikelola, dan harus ada upaya-upaya atau ikhtiar untuk dapat mencegah atau paling tidak mengurangi risiko, kami sangat bangga karena LPBI NU yang selama ini menjadi mitra strategis BNPB terus dapat bersinergi di masyarakat. 

Program Manager LPBINU Yayah Ruchyati mengatakan, kegiatan ini adalah lanjutan program pendampingan LPBI NU selama 2 tahun di kabupaten Kudus yang telah menghasilkan beberapa dokumen penting antara lain kajian risiko kabupaten, mekanisme penanganan darurat bencana, SOP peringatan dini banjir, SOP kedaruratan bencana tingkat kabupaten, dan rencana kontinjeni banjir di Desa Karangrowo Kabupaten Kudus.

Geladi Ruang penanganan banjir melibatkan OPD, Polres, Kodim, dan  komponen  tingkat kabupaten Kudus serta perangkat dan perwakilan masyarakat Desa Karangrowo. (Red:Muiz)
Tags:
Bagikan:
Selasa 10 April 2018 23:45 WIB
Keyakinan Menpora terhadap IPNU-IPPNU
Keyakinan Menpora terhadap IPNU-IPPNU
Jakarta, NU Online
Menpora Imam Nahrawi didampingi Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni`am, Staff Khusus Bidang Komunikasi dan Kemitraan, dan Kepala Biro Humas dan Hukum Sanusi menerima rombongan Pengurus Pusat IPNU dan IPPNU di ruang kerjanya, Lantai 10 Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (10/4) siang. 
 
Ketua Umum IPPNU Puti Hasni mengucapkan terima kasih kepada Menpora yang sudah menerima kami. "Saya ucapkan terima kasih pada Manpora yang sudah menerima kami. Kedatangan kami kesini untuk melaporkan program kerja IPPNU yang sudah kami lakukan. Kami di IPPNU sudah menggelar beberapa program kaderisasi di empat zona yaitu zona Jawa, zona Kalimatan, zona Sumatera dan zona Indonesia bagian timur. Program kaderisasi ini berjalan dengan sukses dan lancar berkat dukungan Kemenpora," ucapnya. 
 
"Ke depan kader-kader keluarga NU yang terdiri dari pelajar perempuan yang berbasis Ahlussunnah wall Jamaah akan terus meningkatkan  potensi di bidang apa saja. Saat ini yang yang sedang dikembangkan adalah wirausaha muda. Mereka sangat antusias karena disamping mereka belajar di IPPNU mereka juga ingin bisa mandiri. Sebenarnya banyak sekali program yang bisa disenergikan oleh IPPNU. Selanjutnya yang ingin saya sampaikan bahwa sekarang ini adalah tahun ketiga dimana ini merupakan tahun terakhir kami menjabat sebagai ketua umum. Insyaallah akhir tahun ini akan di gelar kongres IPNU dan IPPNU," ucapnya
 
Menanggapi hal tersebut Menpora menyampaikan bahwa IPNU dan  IPPNU adalah organisasi yang melahirkan orang-orang hebat. Karena itu, pengurus IPNU dan IPPNU merupakan kader penerus dan estafet kepengurusan dan perjuangan NU di masa yang akan datang. Oleh karena itu, pengurus IPNU dan IPPNU ini harus memiliki jiwa yang kuat dalam membesarkan organisasi. 
 
"Kalau kalian masuk ke dalam pemerintahan, kalian harus berpikir rahmatan lil'alamin. Kalau kalian masuk di pemerintahan kalian harus mengayomi semuanya, jangan karena kalian  berasal dari kelompok A, terus tidak mengayomi yang lain,"ucapnya. 
 
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa anak anak IPNU dan IPPNU harus menjadi kaya secara ekonomi maupun skill. Maka program-program dan realisasinya harus yang memberdayakan umat agar mandiri secara ekonomi. 
Selasa 10 April 2018 21:0 WIB
Romo Benny: NU Jangkar NKRI
Romo Benny: NU Jangkar NKRI
Romo Benny Susetyo
Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) dalam pandangan Romo Benny Susetyo merupakan jangkar negara. Hal itu menurutnya sudah terbukti dalam sejarah, bahwa NU lebih mencintai bangsa dan negara ini lebih daripada politik identitas.

Sejak awal, NU sudah mengatakan NKRI berdasar kebangsaan, bukan negara berlandaskan agama tertentu.

“Kesadaran itu nampak terus,” katanya usai menghadiri peluncuran buku NU Penjaga NKRI di Aula Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, Selasa (10/4).

Ia mencontohkan bahwa dalam kemerdekaan, NU selalu muncul dalam situasi genting. Ia juga menceritakan pada tahun 1965, NU setia menjaga negara.

“Mei (1998) juga sama,” katanya.

Di samping itu, Romo Benny juga mengungkapkan bahwa keberhasilan NU mempertemukan Islam dan budaya menjadikannya sebagai pusat peradaban.

"NU sebenarnya menjadi pusat. Tidak hanya pusat penjaga NKRI, tetapi juga pusat peradaban," ungkap pria kelahiran Malang itu.

Hal itu menurutnya, melahirkan ajaran agama yang penuh kasih sehingga mewujud dalam hubungan relasinya.

Oleh karena itu, NU selalu berada di garda terdepan dalam setiap krisis yang dihadapi bangsa ini. Gus Dur, misalnya, menjadi pelekat demokratisasi yang selalu pasang badan pada pembentukan reformasi.

Melihat hal tersebut, sampai saat ini, NU dibutuhkan bangsa guna menjadi alat pemersatu bangsa. Gersangnya kondisi sosial politik yang terus bergejolak, menjadikan NU sebuah oase. NU menjadi penyejuk dengan merangkul semua elemen dan kalangan. Hal inilah yang menurut Romo Benny menjadi sebab NU sebagai pusat peradaban.

"Bangsa ini berhutang terhadap NU," katanya.(Syakir NF/Muhammad Faizin)
Selasa 10 April 2018 20:45 WIB
PBNU: Islam Ajarkan Akidah dan Akhlak
PBNU: Islam Ajarkan Akidah dan Akhlak
Jakarta, NU Online
Islam itu agama yang mengajarkan akidah dan akhlak. Kalau ajaran Budha hanya menitikfokuskan pada persoalan akhlak, Islam tidak demikian. Islam jelas akidahnya. Yaitu mengakui keberadaan Allah Yang Maha Esa dan Rasulullah sebagai utusan-Nya. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj saat menerima kunjungan dari Pengurus Wilayah (PW) NU Kalimantan Selatan di Gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

"Budha itu mengajarkan soal cinta kasih, jangan menyakiti sesama, bahkan membunuh hewan saja tidak boleh. Tapi, Islam mengajarkan bagaimana berakidah. Tidak boleh mempersekutukan Allah," katanya. 

Namun, Kiai Said justru menyayangkan umat Islam kekinian yang berlebihan dalam beragama. Yakni, sekelompok orang yang mempertahankan akidah tapi justru menabrak ajaran akhlak.

"Sekarang ini banyak yang begitu, teriak Allahu Akbar, mengampanyekan akidah bahwa Allah itu Esa, tapi sembari mengkafirkan orang lain yang tidak sepaham. Nah, orang NU adalah umat Islam yang memegang prinsip akidah dan akhlak," pungkas Pengasuh Pondok Pesantren Ats-Tsaqafah di depan rombongan PWNU Kalimantan Selatan. (Aru Elgete/Muiz)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG