IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Lengkapi Pemahaman Shalat dengan Kitab Sullam Taufiq

Kamis 12 April 2018 16:30 WIB
Bagikan:
Lengkapi Pemahaman Shalat dengan Kitab Sullam Taufiq
Kendal, NU Online
Majelis Rijalul Ansor Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah menggelar refleksi peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Mushala Assalam Desa Kebonharjo, Rabu (11/4).

Acara yang dimulai setelah kegiatan shalat Isya berjamaah ini dihadiri pengurus dan anggota Ansor dan Banser se-Kecamatan Patebon. Pada kesempatan tersebut, kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan shalawat.

Tampil sebagai penceramah yakni Kiai Muhammad Adib dan memberikan pemahaman mengenai fiqih shalat dalam kitab Sullam Taufiq karya Syaikh Nawawi Al-Bantani.

“Shalat merupakan tiang agama yang menjadi perintah dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad dan umatnya melalui peristiwa Isra’ Mi’raj,” katanya di hadapan jamaah. 

Tidak semata mengetahui waktu shalat, yang juga sangat penting dipahami adalah sejumlah rukun yang melingkupi kewajiban tersebut. “Dan lewat karya Syaikh Nawawi Al-Bantani ini kaum Muslimin dapat mempelajari rukun dan syarat yang ada,” ungkapnya.

Akhmad Sodiq selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Patebon mengatakan bahwa Majelis Rijalul Ansor di kawasannya mengadakan rutinan setiap dua bulan sekali. 

“Kegiatan tersebut dalam rangka melestarikan nilai-nilai keaswajaan baik melalui kegiatan yasinan, tahlilan, maulid, manakib, dan kajian kitab kuning untuk menambah keilmuan para kader,” tandasnya. (Muhammad Kridaanto/Ibnu Nawawi)

Tags:
Bagikan:
Kamis 12 April 2018 23:0 WIB
Lapas Bondowoso Gelar Isra' Mi'raj untuk Ingatkan Napi
Lapas Bondowoso Gelar Isra' Mi'raj untuk Ingatkan Napi
Bondowoso, NU Online
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Bondowoso Gelar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1439 H mengingatkan para narapidana (napi) untuk tekun beribadah.

Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 300 narapidana yang dilaksanakan di dalam lapas kelas II B Kabupaten Bondowoso Jalan Jaksa Agung Suprapto No 5 Kelurahan Dabasah Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Kamis (12/4)

Kasi Bimbingan Narapidana dan kegiatan kerja Lapas Kelas  II B Bondowoso Kamisworo menjelaskan, Kegiatan Isra' Mi'raj ini kita laksanakan untuk mengingatkan dan mendidik para narapidana tentang sejarah perjalanan dan perjuangan Rasulullah dalam memperjuangkan shalat lima waktu.

Oleh karena itu Isra' Mi'raj ini merupakan sejarah perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha saat memperjuangkan shalat lima waktu.

"Para napi dapat mengetahui bagaimana perjuangan Rasulullah dalam memperjuangkan umat Islam dan selalu ingat kepada shalatnya," jelasnya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan Isra' Mi'raj di lapas ini para Narapidana dapat meningkatkan iman dan ketaqwaanya dan ketika nanti sudah keluar dari Lapas, mereka berubah dan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali. 

Turut hadir pula perwakilan Koramil Kota Bondowoso, Lurah Dabasah, para petugas Lapas dan bertindak sebagai penceramah acara tersebut KH Muhammad Hasan Almaliki Pengasuh Pondok Pesantren Al-Maliki Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Muiz)

Kamis 12 April 2018 22:0 WIB
Tanggung Jawab Seorang Kiai Tidak Ringan
Tanggung Jawab Seorang Kiai Tidak Ringan
KH Malik Sanusi, Bondowoso
Jember, NU Online
Menjadi seorang kiai tidaklah gampang, tanggung jawabnya terhadap masyarakat juga besar. Sudah begitu, terkadang  kiai masih disalahkan. 

Hal tersebut diungkapkan muballigh asal Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, KH Malik Sanusi saat menyampaikan tausiyah dalam Peringatan Isra’ Mi’raj di Pesantren Nurul Huda, Dusun Bedengan Desa Mulyorejo Kecamatan Silo, Jember, Jawa Timur, Rabu (11/4). 

Menurutnya, sungguh tidak ringan beban yang dipikul seorang kiai. Ia mengibaratkan kiai dengan pesantrennya sebagai bengkel yang dituntut untuk dapat memperbaiki barang yang rusak, segala merek  kendaraan dengan jenis kerusakan yang beragam dipasrahkan ke bengkel.  

“Pesantren tidak hanya mendidik pemula, tapi kadang orang kalau rusak baru dibawa ke pesantren. Kemudian kalau ada santrinya yang berperilaku tak karuan di masyarakat, kiainya kadang diseret-seret. Makanya tidak gampang menjadi kiai,” ucapnya.

Kendati demikian, kiai tetap ikhlas dan sabar dalam menjalankan tugasnya sebagai penjaga moral generasi penerus bangsa. Tidak hanya cukup di pesantren, santri-saninya ketika sudah terjun ke masyarakat juga masih dibimbing melalui doanya setiap malam. 

“Ya Allah, kiai betul-betul agung jiwanya,” ucapnya. 

Kiai Malik menyatakan begitu besarnya peran dan jasa seorang kiai. Boleh dikata bahwa kiailah yang menjadi paku bumi bagi tegaknya insan-insan beradab dan berakhlak mulya. Di luar itu, kiai masih melayani pengajian, memberi pencerahan akidah kepada masyarakat, dan tak jarang juga menjadi tempat pengaduan warga dari berbagai macam persoalan  sosial yang terjadi. Tanpa kiai tak bisa dibayangkan betapa terpuruknya moral anak bangsa.  

“Termasuk kiai-kiai kampung yang mengajar ngaji di desa-desa terpencil, mereka juga ikhlas luar biasa. Mariah kita doakan semoga kiai panjang umur, dan tetap istiqamah dalam membimbing masyarakat,” urainya (Aryudi Abdul Razaq/Muiz).

Kamis 12 April 2018 21:0 WIB
LTN-NU Target Terbitkan Buku Profil Kiai se-Jombang
LTN-NU Target Terbitkan Buku Profil Kiai se-Jombang
Ainur Rofiq Al-Amin. (dok.istimewa)

Jombang, NU Online

Dalam satu periode, Pimpinan Cabang Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PC LTN-NU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur mematok untuk menerbitkan satu buku tentang sosok para kiai se-Jombang dari berbagai sisi.


"Target kita nanti ada satu buku yang berkisah tentang kiai se-Jombang," kata Ketua PC LTN-NU Jombang, Ainur Rofiq Al-Amin, Kamis (12/4).


Sesuai konsep yang telah dirumuskan di internal pengurus setempat, buku tersebut selain mengupas berbagai sisi dari kiai-kiai di Jombang, juga akan memuat beragam spesifikasi peran masing-masing kiai tersebut. Tak ketinggalan juga para kiai yang memiliki kedekatan khusus dengan para pendiri NU di Jombang.


"Baik kiai pesantren, kiai spiritual, kiai yang punya kaitan dengan NU Jombang zaman old seperti kiai yang punya kisah dengan Mbah Hasyim, Mbah Wahab dan Mbah Bisri Syansuri," ungkapnya.


Dosen pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel tersebut menyatakan, ada sekian banyak kiai yang dapat menjadi objek penggalian data buku tersebut. Gus Rofik, sapaan akrabnya meminta kepada tim penulis untuk mulai mengumpulkan dan menyusun data-data tersebut. 


"Mulai saat ini sudah bisa mencari data dan menulisnya," terangnya.


Lebih jauh dosen di Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah atau Unwaha Jombang ini memaparkan beberapa titik yang dapat dijadikan objek penggalian data. Di antaranya Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Pesantren Tebuireng, Mamba’ul Ma’arif Denanyar, dan Darul Ulum Rejoso Peterongan.


Juga ada pesantren yang ada di kawasan Diwek, Sumobito, Mojoagung, Perak, Swaru Gayam. “Termasuk orang tua almarhum cendekiawan muslim Nurcholis Madjid, juga orang tua budayawan Cak Nun atau MH Ainun Nadjib, Kiai Nawawi, Ketua NU Jombang pertama dan seterusnya,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Ibnu Nawawi)


 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG