IMG-LOGO
Daerah

Santri dan Nahdliyin Ikuti Seminar Internet IMNU Yogyakarta

Jumat 11 Mei 2018 20:45 WIB
Bagikan:
Santri dan Nahdliyin Ikuti Seminar Internet IMNU Yogyakarta
Yogyakarta, NU Online                   
Pengurus Internet Marketers Nahdlatul Ulama atau yang disingkat IMNU Kota Yogyakarta menggelar seminar dengan mengangkat tema peran serta warga NU dalam internet marketing untuk kemandirian bangsa. Acara dilaksanakan di sekertariat IMNU yang berada di Dongkelan, Kamis (10/5).

Kegiatan dihadiri beberapa perwakilan badan otonom dan lembaga di bawah naungan NU, perwakilan pesantren, serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kota Yogyakarta. Juga tampak bergabung beberapa mahasiswa Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan sejumlah kampus lain.

Ketua II IMNU Kota Jogjakarta, Muhaimin mengemukakan tujuan seminar untuk memberikan dasar pemahaman dan orientasi awal kepada santri dan para nahdliyin. “Juga mendapatkan materi mengenai cara berdakwah dan menghidupkan ekonomi kerakyatan melalui internet,” katanya.

“Tujuan lain kegiatan ini meredam dan membendung paham ekstremisme, radikalisme serta banyaknya berita berita hoaks yang bersileweran di jagad dunia maya,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Said Muhammad. Dewan Penasihat IMNU Kota Yogyakarta ini mengatakan bahwa visi jangka panjang perkumpulan ini untuk mengentaskan kemiskinan melalui program amal dan ilmu Internet marketers. “Semoga warga makin berdaya melawan ketidaktahuan dan gagap teknologi, memutus mata rantai hoaks dan kemiskinan,” jelasnya.

Kepada anggota IMNU Yogyakarta, dirinya berpesan bahwa kalau sekiranya saat ini ada anggota yang belum lapang untuk berbagi harta. “Maka sudah lebih dari cukup jika ilmu yang ada pun selalu dibagikan,” katanya. Dan insya Allah IMNU hadir untuk berbagi keduanya, lanjut alumnus Pesantren Krapyak tersebut.

Acara diisi dengan empat sesi dan pemberian materi. Di akhir acara ditutup penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta yang hadir. (Sulaeman/Ibnu Nawawi)

Tags:
Bagikan:
Jumat 11 Mei 2018 23:45 WIB
Kursus Dai Muda, Bukan Lahirkan Ustadz Dadakan
Kursus Dai Muda, Bukan Lahirkan Ustadz Dadakan
Kursus Dai Muda Ansor Brebes
Brebes, NU Online
Maraknya ustadz dadakan yang tidak memiliki ilmu yang mumpuni, menjadi keprihatinan tersendiri bagi Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Brebes. 

Terbukti, para ustadz dadakan pemahamannya sangat dangkal karena hanya belajar di internet sebagai bekal materi untuk mengisi ceramah. Sehingga kerap menimbulkan fitnah seperti membid'ahkan ajaran-ajaran NU. 

Demikian disampaikan ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Brebes Ahmad Munsip dalam sambutan membuka Kursus Dai Muda Ansor (KDMA) di Majelis Ta' lim An-Nahdliyah Desa Keboledan Wanasari Brebes, Kamis (10/5) malam.

Untuk berdakwah, kata Munsip, kader Ansor telah memiliki ilmu yang cukup karena mayoritas berasal dari Pondok Pesantren serta mencari ilmu sejak dini. Sehingga tidak ada keraguan dalam kapasitasnya sebagai seorang dai. Untuk itu, dia meminta kader Ansor tidak perlu minder dan harus berani mendakwahkan ajaran-ajaran Ahlusunnah wal jamaah ala Nahdliyah. 

“Sampaikan dengan penuh hikmah, yang tentunya dengan metode dan trik yang jitu,” ucap Munsip.

Ketua PAC GP Ansor Wanasari  Bayu Rohmawan menjelaskan, digelarnya KDMA oleh GP Ansor Wanasari, Kabupaten Brebes selama dua hari bertujuan mencetak kader-kader muda NU untuk menjadi dai yang mumpuni, Kredibel dan berkapasitas. 

Pada program KDMA angkatan III ini, lanjut Bayu nantinya akan diterjunkan dalam kegiatan terawih keliling PAC GP Ansor  Wanasari di Bulan  Ramadhan. Selain itu, juga diberdayakan dalam kegiatan Majlis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor. 

"Setiap Ramadhan, Ansor Wanasari selalu mengadakan terawih keliling, maka dibutuhkan da'i muda Aswaja yang mampu mendakwahkan amaliyah-amaliyah NU dengan baik," jelas Bayu. 

Ketua panitia KDMA angkatan III PAC GP Ansor Wanasari Rizal  Amri menambahkan, kegiatan diikuti 15 orang dari perwakilan Pimpinan Ranting (PR) Se Kecamatan Wanasari dengan narasumber sejumlah dai yang berkompeten dalam bidang dakwah. (Wasdiun/Muiz)
Jumat 11 Mei 2018 23:15 WIB
Ingin Selamat dan Sukses? Hormati Ulama dan Orang Tua
Ingin Selamat dan Sukses? Hormati Ulama dan Orang Tua

Bandung, NU Online

Nahdliyin dan beberapa pejabat aparatur pemerintah Kota Bandung mengikuti pengajian rutin di Masjid Al-Ukhuwah. Kali ini kajian diisi KH Wahyul Afif Al Ghofiqi yang juga Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bandung. 


Dalam ceramahnya, Pimpinan Majlis  Taman Belajar Al Afifiyah Bandung tersebut menyampaikan materi terkait birrul walidain atau berbuat baik, tunduk patuh kepada kedua orang tua. 


"Menghormati kedua orang tua merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah SWT,” kata Kiai Wahyul Afif, Kamis (10/5). 


Menurutnya, setiap orang harus memahami kewajiban sebagai hamba Allah SWT. Juga tanggung jawab besar dalam menghargai kedua orang tua. “Penjelasan tentang hal ini ada di surat al-Isra dari ayat 23 hingga 24,” jelasnya. 


Dari firman tersebut dapat diambil pemahaman tugas anak kepada kedua orang tua, sekaligus sebagai hamba. “Sebagai hamba kita hanya dibolehkan menyembah Allah SWT, lalu kita dilarang menyekutukan-Nya,” ungkapnya. Dan jika ingin ibadah sempurna sesuai dengan yang diperintahkan, maka harus memiliki guru, murabbi, tiada lain adalah ulama, lanjutnya.


Pada kesempatan tersebut Kiai Wahyul Afif juga mengingatkan jangan pernah memutus tali silaturahim dengan para ulama, utamanya Aswaja Annahdliyah. “Dekat dengan mereka menjadikan kita mengetahui jawaban,” tegasnya.


Di hadapan jamaah, dirinya juga tiga hal penting yakni dari mana, sedangan di mana dan akan ke mana. "Dengan tiga pertanyaan filosofis tersebut kita dapat meningkatkan ibadah hanya Kepada Allah SWT dan menjadikan sebagai insan bermanfaat yang patuh tunduk, berbakti kepada kedua orang tua,” urainya. Semua itu telah dijelaskan dengan gambling ulama Aswaja Annahdliyah, lanjutnya.


Pada akhir paparan, Kiai Wahyul Afif mengingatkan bahwa ada syarat yang harus dimiliki mereka yang berharap sukses dalam hidup. "Ingin sukses di dunia dan akhirat, maka ikuti ulama dan orang tua,” pungkasnya. (Red: Ibnu Nawawi)


Jumat 11 Mei 2018 23:0 WIB
Kiai Basid Urai Tiga Macam Orang Mulia
Kiai Basid Urai Tiga Macam Orang Mulia
Kiai Abdul Basid Mansur
Sumenep, NU Online 
Kiai Abdul Basid Mansur menjadi penceramah dalam haflatul imtihan Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Utara Putri, Guluk-Guluk, Sumenep, Jum'at (11/5). 

Pengasuh Pesantren Nurul Jadid, Dusun Sakaddu' Barat, Desa Bungbaruh, Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur tersebut mengurai tiga macam manusia mulia.

"Orang bisa mulia karena tiga macam. Pertama, mulia karena pangkat. Contohnya seperti kepala desa, bupati, gubenur, dan sejenisnya," tegas Kiai Basid.

Kedua, tambah magister theologi Islam tersebut, adalah mulia karena punya keahlian atau profesi. Seperti tukang bangunan, penyanyi, jurnalis, dan sebagainya. 

"Yang ketiga ialah mulia karena ilmu. Ulama, ustadz, dan kiai itu semua mulia karena ilmunya," papar Kiai Basid.

Tapi kemulian karena jabatan dan profesi, tegasnya, tidak lama. Sebab, ia dibatasi dengan waktu.

Berbeda dengan orang mulia karena ilmu, tekan Kiai Basid, ia akan abadi sepanjang masa. Ilmunya tetap mengalir meskipun orangnya sudah meninggal karena diteruskan oleh santrinya.

"Betapa pentingnya ilmu bagi generasi muda untuk membangun masa depan yang cemerlang. Masa keemasan Islam dulu bisa kembali di era sekarang hanya dengan cara semangat mendidik anak-anak menjadi orang yang berilmu," tukasnya. (Hairul Anam/Muiz)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG