IMG-LOGO
Humor

Santri Kampung Mengajak Ayahnya ke Dokter

Sabtu 26 Mei 2018 12:0 WIB
Bagikan:
Santri Kampung Mengajak Ayahnya ke Dokter
Ilustrasi humor.
Imron, santri kalong di sebuah kampung yang setiap hari ngaji bolak-balik tanpa menginap di pondok suatu ketika mengantarkan ayahnya ke klinik terdekat karena kena diare.

Bagi ayahnya Imron, diare merupakan istilah yang belum diketahuinya. Bahkan gejala mual dan muntah-muntah tersebut jarang didapatkannya.

“Nanti kalau sudah tiba di klinik dan ketemu dokter, sebutkan saja apa yang bapak rasakan ya,” ucap Imron memandu ayahnya.

“Kirain dokter langsung saja memeriksa, Mron dan dia tahu penyakitnya. Tanpa kita harus menjelaskan kepadanya,” ujarnya polos.

“Udah pak, ikuti kata Imron saja ya,” kata Imron diikuti anggukan ayahnya.

Tibalah mereka ke klinik. Tanpa harus mengantre lama, ayahnya Imron mendapat giliran untuk diperiksa sang dokter.

“Sakit apa pak?” tanya dokter yang terlihat bertubuh tambun itu.

Anu dok, mual-mual dan muntah-muntah,” jawab ayah Imron.

“Terus, buang air besarnya bagaimana?” dokter bertanya lagi.

“Seperti biasa dok, jongkok.” (Ahmad)
Tags:
Bagikan:
Sabtu 26 Mei 2018 15:15 WIB
Teh yang Paling Terkenal di Bulan Puasa
Teh yang Paling Terkenal di Bulan Puasa
Ilustrasi (ropso.sk)
Sholeh nyeletuk ke temannya saat mereka bersama-sama sedang nyeruput kopi di sebuah warung selepas tarawih.

"Kopi akhir-akhir ini kalah pamor sama teh."

"Masak?" tanya Sakimin heran.

"Beneran. Mungkin karena jenis teh ini sangat langka. Adanya setahun sekali."

Kening Sakimin makin mengkerut, "Teh apa sih?"

"Teh Ha Er!" 

Sakimin pun keselek. (Alif)
Jumat 25 Mei 2018 9:48 WIB
Santri dan Preman Naik Bus AC
Santri dan Preman Naik Bus AC
Ilustrasi humor. (ist)
Bayu Sukoco, santri asal Purworejo yang mondok di sebuah pesantren di Tuban, Jawa Timur hendak pulang ke kampungnya karena libur bulan Ramadhan telah tiba.

Di dalam bus AC yang ia tumpangi, Koco sapaan akrabnya, duduk persis di belakang seorang laki-laki kekar dan berambut gondrong.

Laki-laki yang dikenal sebagai preman kampung tersebut pertama kalinya naik bus AC. Udara yang keluar dari lubang AC berhembus kencang menimpa pundaknya.

Saking kencangnya angin AC, pundak si preman kampung bagaikan tertepuk. Dia refleks mengira pundaknya ada menepuk.

“Hei, siapa yang menepuk pundak gue?!” si preman sedikit berteriak.

Koco yang berada di belakang berkata, “Itu AC mas.”

“Jangankan ASE, si Asyong aja gue ladenin,” ujar si gondrong mengira AC (ASE) nama orang. (Fathoni)
Sabtu 12 Mei 2018 9:35 WIB
Sopir Angkot dan Pemuka Agama di Depan Pintu Surga
Sopir Angkot dan Pemuka Agama di Depan Pintu Surga
Alkisah dalam kebangkitan hidup di akhirat, tiga pemuka agama terlihat berdebat tentang siapa yang berhak masuk pintu surga terlebih dahulu. Malaikat tidak mau memutuskan siapa yang boleh masuk terlebih dahulu sebelum debat mereka clear.

Namun, tiba-tiba saja ada seorang pemuda compang-camping, tidak terlalu gagah mendekati pintu surga meminta masuk kepada Malaikat. Malaikat mengecek buku daftarnya, tak lama Malaikat mempersilakan pemuda itu masuk surga. Tiga pemuka agama tersebut protes.

Salah satu pemuka agama bertanya, “Pak Malaikat, itu tadi siapa? Kok langsung nyelonong masuk surga?”

“Itu si Ucok, pemuda rantau asal sebuah desa di ujung Sumatera,” jawab Malaikat.

“Emang dia kelebihannya apa dibanding kita bertiga, kok nggak ditanya?”

“Dia sopir angkot jurusan Senen-Kampung Melayu tukang ngebut,” jelas Malaikat.

“Loh, lha kita bertiga ini pemuka agama. Kita lebih berhak masuk surga duluan dibanding dia.”

Malaikat mengungkap, “Ah sampeyan bertiga ini gimana. Justru karena si Ucok ini tukang ngebut saat bawa angkot membuat para penumpang selalu menyebut-nyebut nama Gusti Allah supaya nggak kecelekaan. Sampeyan bertiga ini sebaliknya, kalau ceramah dan khotbah bikin jamaah bosen dan ngantuk semua. Boro-boro jamaah mau berkhidmah dan ingat kepada Allah.” (Ahmad)

Disarikan dari buku “Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam (2013).
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG