::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pamer Tidak Puasa, Sama Saja Menghina Agama Sendiri

Kamis, 31 Mei 2018 23:30 Daerah

Bagikan

Pamer Tidak Puasa, Sama Saja Menghina Agama Sendiri
Muhammad Haris, Wakil Katib Syuriyah PCNU Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Wakil Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu Ustadz Muhammad Haris mengungkapkan keprihatinannya terhadap kenyataan masih adanya warga masyarakat yang tidak menghormati bulan suci Ramadhan. Hal ini ditunjukkan dengan makan, minum maupun merokok di depan umum.

"Masih banyak yang mengatakan senang datangnya bulan puasa namun hanya di bibir saja. Buktinya setelah datang bulan Ramadhan malah pamer makan, minum dan merokok di depan umum. Dan ternyata yang banyak, malah orang Islam sendiri," kata Ustadz Haris.

Perilaku seperti ini menurutnya merupakan salah satu tingkah laku menghina dan melecehkan agamanya sendiri. Dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi para orang tua untuk memberikan tauladan serta membimbing putera puterinya agar tidak melakukan perbuatan tersebut.

"Bagaimanapun orang tua harus tetap menjaga dan mengarahkan anak-anaknya. Anak polah wong tuo kepradah (anak berulah orang tua ikut bertanggung jawab). Allah berfirman : Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka," tegasnya mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat At Tahrim ayat 6.

Oleh karenanya Ustadz Haris berharap tidak akan ada lagi para orang tua maupun anak-anak muda yang bangga pada dosa-dosa dengan mengumbar maksiat, menunjukkan dirinya pamer tidak berpuasa di depan umum.

"Mari berusaha semaksimal mungkin menjaga keturunan kita agar benar-benar mampu menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-larangan Allah SWT," ajaknya.

Penjelasan ini disampaikan Ustadz Haris saat memberi mauidzah hasanah pada Safari Ramadhan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu di Masjid Miftahul Huda Pengaleman, Ambarawa, Pringsewu, Lampung. (Fara Fatiha/Muhammad Faizin)