::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Santri Garut Ikuti Kajian Nuzulul Qur'an

Jumat, 01 Juni 2018 05:30 Daerah

Bagikan

Santri Garut Ikuti Kajian Nuzulul Qur'an
Garut, NU Online
Untuk kesekian diadakan pesantren kilat (Sanlat) di Masjid Al Rayyan, Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (31/5). Masjid Al Rayyan berada di  Komplek Pesantren Daarul Mutaallimin yang dahulu didirikan oleh Almarhum Mama Ajengan Iding Cibatu.

Ustadzah Fitri Shofi menjadi pemateri pada kegiatan yang diikuti oleh 50 santri dan santriwati. Ia mengatakan saat ini sudah memasuki pertengahan bulan Ramadhan. Sebagaimana diyakini pada Ramadhan ini ada malam Lailatul Qadar. Umat Islam menyakini pada malam tersebut Allah SWT menurunkan kitab suci Al-Qur'an dengan wasilah malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW yang berada di dalam Gua Hira.

"Lailatul qadar merupakan malam yang sangat dipenuhi dengan keberkahan. Para ulama Nahdliyin menganjurkan Muslimin-Muslimat  untuk mengisinya dengan beribadah dan mengadakan peringatan Nuzulul Qur'an," kata Ustadzah Shofi. 

Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar harus terus diingat, dikaji dan dipahami. "Supaya kita tahu bagaimana melewatinya hingga meraih keberkahan dari Allah SWT," tegas Teh Fitri panggilan akrabnya.

Ia menyebut, di dalam Surat Al An'am ayat 155, Allah SWT berfirman, "Ini merupakan kitab (Al-Qur'an ) yang telah Kami turunkan dengan keberkahan, maka ikutilah (ajaran Al-Qur'an) dan bertakwalah supaya kalian menjadi orang-orang yang dirahmati."

"Ayat tersebut menjelaskan Al-Qur'an itu diturunkan dengan keberkahan yang pasti bisa diraih oleh setiap insan bertakwa. Tentunya harus dikaji dan dipelajari dengan bimbingan para alim ulama yang nasab dan keilmuannya jelas, dapat dipertanggungjawabkan. Dekati dan raihlah ilmu dari Ulama Nahdliyin, yakinlah akan meraih keberkahan Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar," imbaunya. 

Menjadi insan yang dirahmati merupakan sebuah cita-cita agung. "Itu target yang harus diraih kita semua dalam mengarungi kehidupan, tanpa mengenal ulama Nahdliyin kita akan terlena dibuai keindahan semu dunia," ucap Teh Fitri. 

Menjadi santri Nahdliyin merupakan suatu kebanggaan. "Insyallah tidak akan tersesat karena santri pengikut ulama Nusantara yang biasa dakwah menyampaikan Islam rahmatan lil alamin akan terus dibimbing hingga ke liang lahat," imbuhnya.

Pada Ramadhan, sambungnya, berniatlah untuk melanjutkan jiwa kesantrian yang berakhlakul karimah. "Santri yang kelak mengisi negeri ini dengan berbagai aktivitas positif demi jaya dan damainya NKRI. Keberkahan dan eksistensi negeri ini karena ulama, umara, umat dan santri selalu bersatu padu dalam mengamalkan ajaran Islam Ahlisunnah wal jamaah Annahdliyah," paparnya. 

Selain itu, Ustadzah Fitri menyebut nuzul artinya turun. Dengan wasilah Nuzulul Qur'an manusia di dunia menjadi terahmati, menjadi pemikir. "Dengannya justeru ada hal indah yang menjadikan kita meningkatkan derajat, karena Al-Qur'an turun demi meningkatkan derajat manusia di segala aspek kehidupan," tutup Ustadzah Fitri. (Abdul Hadi Hasan/Kendi Setiawan)