IMG-LOGO
Daerah

Peringati Nuzulul Qur'an, JQHNU Pacitan Gelar Musabaqah

Sabtu 2 Juni 2018 15:45 WIB
Bagikan:
Peringati Nuzulul Qur'an, JQHNU Pacitan Gelar Musabaqah
MTQ JQHNU Pacitan
Pacitan, NU Online
Pengurus Cabang Jam'iyyatul Qurra' Wal Huffadz (JQHNU) Pacitan Jawa Timur memperingati malam Nuzulul Qur'an 1439 H dengan menggelar Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kabupaten di Masjid Agung Darul Falah Pacitan, Jum'at (1/6) malam.

Puluhan peserta mengikuti beragam cabang lomba, diantaranya cabang tartil yang diikuti golongan anak-anak tingkat SD/MI/sederajat baik negeri maupun swasta dan cabang tilawah serta khath Al-Qur'an bagi remaja tingkat SLTP/SLTA dan Pondok Pesantren.

Sekretaris JQH NU Pacitan Nur Arifin Hamid menerangkan, musabaqah yang digelar rutin setahun sekali tiap bulan suci Ramadhan ini dilaksanakan sebagai upaya membumikan Al-Quran di tengah-tengah masyarakat utamanya generasi muda.

"Banyak yang bisa dipetik dari digelarnya MTQ ini, salah satunya ialah menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci Al-Qur'an," katanya kepada NU Online.

Melalui momentum Nuzulul Qur'an ini diharapkan masyarakat  terus mendekatkan diri dengan Al-Qur'an dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

"Selain menjadi petunjuk bagi umat, Al Qur'an juga sebagai obat," katanya.

Organisasi para hafidz dan hafidzah Al-Qur'an NU Pacitan ini juga memiliki program pembinaan rutin kepada para pelajar santri, dengan menyelenggarakan latihan tiap satu minggu sekali yang digelar di Masjid  Agung Pacitan.

"Kami memiliki program latihan rutin qiro'atul Qur'an (membaca Al-Qur'an), cabang tilawah setiap hari Jumat," ucapnya.

Sementara selama bulan suci Ramadhan ini, JQHNU juga mengisi berbagai kegiatan kultum dan kuliah subuh di beberapa masjid di Pacitan.

"Selain tadarus di masjid Agung, kami juga melakukan tadarus Al-Qur'an pada acara Qur'an On Air di stasiun radio Puspa FM dan radio Suara Pacitan," jelasnya.

MTQ ini ditutup dengan penampilan qari' qari'ah terbaik, dari senior maupun junior serta penampilan peserta yang meraih juara. (Zaenal Faizin/Muhammad Faizin)
Bagikan:
Sabtu 2 Juni 2018 23:30 WIB
Kapolda Lampung Beri Kejutan Santri Hafal Yasin
Kapolda Lampung Beri Kejutan Santri Hafal Yasin
Irjenpol Suntana, Kapolda Lampung
Lampung Tengah, NU Online
Saat melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darussa’adah Lampung Tengah, Sabtu (6/2) Kapolda Lampung Irjenpol Suntana memberikan kejutan kepada para santri asuhan Rais Syuriyah PWNU Lampung KH Muhsin Abdillah.

Kapolda yang pada hari itu juga sedang berulang tahun secara spontan memberikan kesempatan kepada santri yang hafal Surat Yasin untuk maju dan menunjukkan hafalannya.

Setelah beberapa santri menyatakan hafal, akhirnya salah satu santri ditunjuk maju dan menghafalkan Surat Yasin. Kagum dengan santri yang hafal tersebut, Suntana langsung menghadiahi santri tersebut dengan uang tunai sebesar 1 juta rupiah.

Nampaknya Kapolda Lampung ini sedang mengungkapkan rasa syukurnya atas segala nikmat yang ia dapatkan selama ini, setelah perjuangan dari kecil menuntut ilmu dan menempuh cita-cita yang sekarang sudah diraihnya.

Pada kesempatan tersebut Suntana menceritakan kisah perjuangan hidupnya yang terlahir dari seorang anak penjahit. Ia sudah menjadi yatim saat masih SMP. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolahnya ia berjualan air dengan menggunakan derigen (tempat minyak).

Di tengah perjuangan tersebut pun ia tidak lupa mengaji di masjid tiap malam. Kedisiplinannya tidak pernah absen belajar menjadi santri di masjidnya, ditularkannya kepada para santri. Ia banyak memberi motivasi, kedisiplinan, rajin belajar, menyayangi orang tua dan hormat pada guru. Menurutnya itulah yang harus dilakukan agar berhasil meraih impian.

Menurut salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Hj Malikhah Sa’adah, kedatangan Kapolda tersebut merupakan kunjungan dalam rangka safari Ramadhan 1439 H.

“Beliau sengaja datang ke Pondok Pesantren Darussadah untuk sowan (bersilaturahmi) Rais Syuriyah PWNU KH Muhsin Abdillah dan silahturrahmi bersama santri,” katanya kepada NU Online.

Menurut Ning Malikhah, begitu ia biasa disapa, Kapolda berharap sepuluh tahun kedepan para santri Pondok Pesantren Darussa’adah mampu meraih impian dan cita-cita serta menjadi orang-orang yang hebat dan sukses. (Red: Muhammad Faizin)

Sabtu 2 Juni 2018 23:0 WIB
Harlah Pancasila Lintas Agama Jakarta Santuni Yatim
Harlah Pancasila Lintas Agama Jakarta Santuni Yatim
Jakarta, NU Online
Tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai hari lahir (harlah) Pancasila. Peringatan Harlah Pancasila 2018 sangat istimewa, karena bertepatan hari Jumat dan malam ke-17 Ramadhan yang juga hari kemerdekaan Indonesia berdasarkan kalender Hijriah.

Sebagai bentuk mensyukuri peringatan tersebut, sejumlah lembaga kemanusiaan melaksanakan kegiatan sosial dan doa lintas agama untuk bangsa. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta dirangkai dengan berbuka bersama, santunan anak yatim, dongeng anak NUsantara oleh Kak Toni dari LPBI NU DKI Jakarta.

Paket diserahkan kepada 100 anak yatim dari berbagai daerah di sekitar DKI Jakarta. Isi paket meliputi perlengkapan shalat, peralatan sekolah, snack dan uang tunai.

Selain itu dilakukan juga doa bersama oleh para tokoh agama, di antaranya KH. Mastur Anwar (Islam), Romo Julius Sigit (Katolik) Pendeta Victor Rembert (Kristen) Rudi Efendi (Budha), Risma Lumalessil (ARK Care) dan Aryo Sanjaya (tokoh pemuda). 

Dalam Sambutannya KH Mastur Anwar atas nama PWNU DKI Jakarta, menyampaikan bahwa kegiatan ini bentuk kepedulian kita sebagai bangsa untuk selalu menciptakan harmoni antar ummat beragama khususnya di Jakarta

Sementara Pendeta Victor Rembert menyampaikan bahwa lahirnya pancasila harus disyukuri karena sebagai pondasi atau asas dalam kehidupan baik sosial maupun dalam bernegara. Pancasila juga tepat dilaksanakan di NU, karena NU lah yang punya andil dan peran dalam penyusunan Pancasila serta aktif dalam merawatnya.

Sementara Romo Sigit menilai pelaksanaan kegiatan untuk memperingati Harlah Pancasila dengan berbuka puasa dan santunan anak yatim merupakan bentuk membumikan Pancasila. Pasalnya kegiatan ini bagian dari mengamalkan Pancasila, terlebih dilaksanakan pada bulan Ramadhan yang penuh berkah.

M Wahib Emha, ketua LPBI NU DKI Jakarta yang juga inisiator kegiatan, menyatakan bahwa harmonisasi hubungan antarlembaga bencana lintas agama akan terus dilakukan. Bukan hanya terkait isu penanggulangan bencana, namun juga isu yang lebih luas yaitu kemanusiaan. "Karena tugas agama sejatinya adalah memanusiakan manusia," ujarnya.

kegiatan terlaksana atas dukungan PWNU DKI Jakarta, Lembaga Daya Darma Keuskupan Agung Jakarta (LDD KAJ), Forum Komunikasi dan Kebersamaan Tempat Ibadah (FKKTI) Agama Budha, Himpunan Pengusaha Muda Infonesia (HIPMI) Peduli, dan ARK Care serta para donatur lembaga maupun perorangan. (Red: Kendi Setiawan)
Sabtu 2 Juni 2018 22:30 WIB
Ketua NU Pringsewu: Kiai Adalah Jimat
Ketua NU Pringsewu: Kiai Adalah Jimat
H Taufik Qurrohim, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu Lampung H Taufik Qurrahim mengajak seluruh warga NU merapatkan barisan untuk memperkuat amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah an Nahdliyah agar tidak mudah terpengaruh dengan berbagai fitnah dan ujaran kebencian yang saat ini ditujukan kepada para ulama dan kiai NU.

“Sekarang gencar gerakan menjauhkan warga NU dari para ulama dan kiai yang bertujuan untuk mengadu domba sehingga NU mudah untuk dilemahkan. Ini sangat berbahaya karena jika NU lemah maka NKRI pun akan lemah. Mari rapatkan barisan untuk menjaga para kiai,” ajaknya saat melakukan Safari Ramadhan di Masjid Al Munawarah Enggal Rejo, Adiluwih Pringsewu, Lampung, Sabtu (2/6).

Menurut pria yang akrab disapa Mas Taufik ini, kiai adalah azimat. Kiai adalah pemersatu umat di setiap wilayahnya. Kiai adalah sosok yang menjadi panutan hidup dalam tingkah laku, moral dan amaliah hariannya. Sehingga sudah menjadi kewajiban warga NU untuk menjaga para kiai yang ada di wilayahnya masing-masing.

“Kiai adalah jimat yang harus dijaga nama baiknya. Baik kiai yang ada disekitar kita, di kabupaten, provinsi dan seluruh kiai di Indonesia harus dijaga," tegasnya.

Sementara Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Munawir mengingatkan kepada generasi muda NU untuk selalu memegang teguh amaliah yang sudah dicontohkan oleh para kiai dan orang tua. Apalagi lanjutnya, setelah para pemuda keluar dari desa atau daerahnya untuk merantau mencari ilmu di perkotaan.

“Tantangan paham keislaman bagi generasi muda saat ini sangat berat ketika di daerah perkotaan. Generasi muda yang hanya mengandalkan kecerdasan tanpa dibarengi kepekaan terhadap pergerakan paham Islam transnasional mudah terbawa arus,” ungkapnya.

Hal ini menjadi tugas berat bagi orang tua untuk terus memantau perkembangan putra-putrinya setelah jauh dari rumah. Jangan sampai setelah pulang dari merantau memiliki paham yang berbeda dengan orang tuanya. Apalagi memiliki pemikiran radikal dan menyalahkan amaliah yang sudah dilakukan oleh orang tuanya. (Fara Fatiha/Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG