IMG-LOGO
Daerah

Berburu Berkah Ramadhan, Komunitas Bikers Buka Bersama Santri Tremas

Ahad 3 Juni 2018 19:0 WIB
Bagikan:
Berburu Berkah Ramadhan, Komunitas Bikers Buka Bersama Santri Tremas
Bikker bukber dengan santri Tremas
Pacitan, NU Online
Bulan suci Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan dimanfaatkan kaum muslimin untuk berburu berkah dan mendulang pahala. Seperti yang dilakukan Komunitas Bikers (Kombi) Pacitan Jawa Timur. Mereka menggelar buka bersama dengan para santri di Pesantren Tremas, Sabtu sore (2/6).

Ketua Kombi Pacitan, Jhon Vera Tampubolon mengatakan, kegiatan buka bersama bertema bersedekah berburu berkah ini digelar semata-mata untuk meraih berkah bulan suci Ramadhan dan berharap doa dari para santri yang masih menimba ilmu di pesantren.

"Pada kesempatan bulan suci Ramadhan, kami mencoba memberi cermin kepada seluruh Bikers agar mengejar kehidupan itu bukan hanya di jalan, tapi juga di jalan agama," katanya saat ditemui NU Online.

Komunitas motor mereka, kata Jhon Vera, tidak melulu berkutat dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat otomotif, namun juga memikirkan interaksi lingkungan dan sosial.  Selama ini, lanjut dia, komunitas motor memang dikenal syarat dengan kebebasan berekspresi dalam bentuk ragam modifikasi dan club serta selalu mengejar kepuasan taouring semata.

"Harapan kami sebagai bikers dan pencinta otomotif bisa mengambil hikmah-hikmah kehidupan di bulan suci Ramadhan dengan berbuka dan melakukan shalat berjamah dengan santri. Karena ini merupakan sebuah kebahagiaan," tandasnya.

Sebelum buka puasa berlangsung, anggota komunitas Bikers  yang sebagian besar para remaja  ini mendengarkan uraian  hikmah keutamaan bulan Ramadhan yang disampaikan salah seorang pengasuhan Pesantren Tremas, Gus Muadz Harits Dimyathi.

Gus Muadz menjelaskan, buka puasa bersama merupakan salah satu sunnah Nabi. Rasul mengatakan bahwa memberi makan orang yang berbuka mendapat pahala seperti berpuasa. 

Mewakili keluarga besar pesantren, ia menyampaikan ungkapan terimakasih kasih kepada komunitas motor yang berusaha memupuk kesalehan sosial dengan tetap menjaga silaturrahmi dan berbagi dengan para santri.

"Semoga apa yang dilakukan ini benar-benar mendapatkan berkah dari Allah SWT. Para santri juga selalu mendokan agar ke depan kita selalu diberi kebaikan dalam hal apapun," katanya.

Buka bersama yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan itu diakhiri dengan shalat Maghrib berjamaah.(Zaenal Faizin/Muiz)

Bagikan:
Ahad 3 Juni 2018 23:30 WIB
Peringati Nuzulul Qur’an dengan Malam Bina Iman dan Takwa
Peringati Nuzulul Qur’an dengan Malam Bina Iman dan Takwa
Magetan, NU Online
Untuk kesekian kalinya, remaja Masjid Al Mujahidin Panggung, Barat, Magetan, Jawa Timur mengadakan mabit atau malam bina iman dan taqwa. Kegiatan juga dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an yang dilangsungkan di masjid setempat yang sekaligus masjid tertua.

Rangkaian kegiatan diisi tadarusan Al-Qur’an, mabit, buka bersama, dan ditutup pengajian pada Ahad (3/6) malam. 

Ada salah satu acara yang unik dari acara mabit tersebut yaitu dilangsungkannya out bond pada tengah malam. Rute yang dilalui adalah jalan gelap dengan peserta santri cilik yang kebanyakan setingkat MI/SD baik laki maupun perempuan.

Menurut Rohmat Anshori, acara ini dimulai semenjak Ramadhan 2005 dengan berjalan dua hingga tiga orang peserta setiap kelompok. “Bahkan ada pos yang mana peserta diharuskan menemui panitia di kuburan untuk hafalan surat pendek,” katanya.

Out bond malam Ramadhan 1439 H ini dimulai dini hari. Dimulai dengan briefing dan berdoa terlebih dahulu. “Dalam tema tiap-tiap pos out bond mengambil topik di antaranya Pancasila, pendidikan Agama Islam, dan tantangan-tantangan yang beragam,” jelasnya.

“Out bond diikuti puluhan santri cilik, terbagi menjadi delapan kelompok dengan setiap kelompoknya ada empat hingga lima orang," ungkap Raham selaku ketua panitia.

Menurut Agung selaku pengarah acara menuturkan acara berlangsung sangat seru apalagi bagi yang pertama kali mengikuti out bond.

“Harapan dari acara out bond tengah malam hingga dini hari diharapkan peserta menjadi santri yang kuat secara religi, mempunyai semangat jiwa nasionalisme yang tinggi dan tidak mudah takut,” tandasnya. (Mukhlis Herwin M/Ibnu Nawawi)

Ahad 3 Juni 2018 23:0 WIB
Lailatul ijitimak Ke-64, PW NU NTB Isi dengan Nuzulul Qur'an
Lailatul ijitimak Ke-64, PW NU NTB Isi dengan Nuzulul Qur'an
Lailatul Ijtimak dan nuzulul qur'an PWNU NTB
Mataram, NU Online
Lailatul ijitimak putaran Ke-64, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Propinsi Nusa Tenggara Barat dirangkaikan dengan Peringatan Nuzulul Qur'an di aula Kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, Ahad (3/6).

Acara yang dimulai dengan Kultum oleh Ustadz Syamsul Arifin, Buka bersama hingga shalat taraweh segenap pimpinan Banom dan lembaga & Keluarga besar UNU NTB dan puluhan guru yang ada di bawah naungan LP Ma'arif NU di wilayah Bumi Gora.

Ketua PWNU NTB TGH Achmad Taqiuddin Mansur dalam pengantar singkatnya menyampaikan ucapan terimakasih karena apa yang dilakukan saat ini adalah bernilai ibadah. 

"Mestinya ini bisa kita lakukan setiap malam namun karena kesibukan masing-masing sehigga tidak memungkinkan. Oleh karena itu ia berharap Agar apa yang menjadi agenda ini baik yang tampak maupun tidak tampak," ujarnya.

Akademisi UIN Mataram Syamsul Arifin dalam kultumnya menyampaikan hari ini perubahan kehidupan terus berjalan. Khususnya perubahan teknologi. Dia menyebutkan perubahan teknologi yang begitu pesat membuat perubahan Tanpa perpindahan tempat duduk.

Di tengah perubahan teknologi yang pesat ia menyebutkan ke depan orang akan percaya bila bicara berbasis data.

"Tanpa data orang tidak akan percaya" katanya

Oleh karena lanjutnya,  lembaga Riset NU NTB perlu dimiliki untuk melawan data-data orang lain. Karena Tanpa data, ke depan apa yang di bicarakan orang, bahkan tokoh NU sekalupun akan sulit didengar. "Setiap ceramah atau pidato akan didengarkan sat itu tapi habis itu lewat," katanya.

Dia juga berharap kader-kader NU ke depan melahirkan kader kader penulis yang hebat dan berbasis data. (Hadi/Muiz)
Ahad 3 Juni 2018 22:30 WIB
SD NU Master Sokaraja Gelar Haflah Pertama
SD NU Master Sokaraja Gelar Haflah Pertama
Banyumas, NU Online
SD NU Master Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah  menyelenggarakan haflah akhirussannah dan khatmil Qur’an bil ghaib juz 30. Ini adalah kegiatan perdana yang diselenggarakan sekolah ini. Dalam perjalanannya yang baru setahun beroperasional, sebanyak 32 siswa dari total 70 siswa yang berhasil menghafalkan juz 30. 

Hadir dalam kesempatan tersebut Siti Asyiah selaku Wakil Ketua Pimpinan Cabang  Lembaga Pendidikan  Ma’arif NU Kabupaten Banyumas. Juga Pengurus Cabang NU Kabupaten Banyumas, Ketua Fatayat dan Muslimat Kecamatan Sokaraja. Bahkan terlihat pula Kepala BNI Cabang Sokaraja, Kepala UPK Kecamatan Sokaraja,dan segenap wali murid beserta tamu undangan.

Amin Munthoat selaku pengawas TK/SD Kecamatan Sokaraja menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih peserta didik. Karena di usia kelas 1 SD mereka sudah bisa menghafalkan 1 juz selama setahun dengan bacaan yang fasih secara makhraj, maupun benar sesuai ilmu tajwid. 

“Ini adalah prestasi yang patut dibanggakan,” katanya, Sabtu (2/6). Dan generasi seperti inilah yang mudah-mudahan bisa menjadi cikal bakal pemimpin umat dan membawa kebaikan pada masyarakat di mana mereka berada, lanjutnya.  

Hal senada disampaikan Kiai Slamet Subhi. “Anak-anak yang dididik menjadi shaleh dan shalehah kelak bisa menjadi penolong bagi orang tua, guru, dan orang-orang yang mengasuhnya di akhirat,” pesannya.

Dani Sistriani selaku Kepala Sekolah SD NU Master menyampaikan meskipun baru ada 32 anak yang berhasil menghafalkan juz 30, namun bukan berarti 28 anak yang lain tidak cerdas. “Kami meyakini, semua anak itu cerdas, dan memiliki keunikan yang membedakan satu anak dengan yang lain,” ungkapnya. 

Karenanya kerja sama orang tua dan sekolah adalah sebuah keniscayaan yang harus terus terjalin. “Sehingga bisa menemani anak-anak bertumbuh dan berkembang maksimal sesuai tahap tumbuh kembang mereka,” katanya. 

Acara dimeriahkan penampilan anak-anak didik SD NU Master Sokaraja, tari daerah dan modern. Juga ada penampilan hadrah dan juga tidak ketinggalan Pagar Nusa. 

Dengan dipandu tiga pembawa acara, mereka lancar membawakan materi dalam tiga bahasa yakni Arab, Inggris, dan Jawa. 

Pada kesempatan tersebut sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilan anak didik, segenap keluarga SD NU Master Sokaraja mengadakan donasi. Total sumbangan yang terhimpun senilai sepuluh juta rupiah dan diberikan pada anak yatim, piatu dan duafa usia sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Sokaraja.  

Kegiatan ditutup sungkeman kepada orang tua dan buka puasa bersama. (Musmuallim Ma’arif/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG