::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pemuda Taat, Satu dari Tujuh Golongan yang Dinaungi di Hari Kiamat

Sabtu, 09 Juni 2018 07:00 Daerah

Bagikan

Pemuda Taat, Satu dari Tujuh Golongan yang Dinaungi di Hari Kiamat
Ilustrasi
Rembang, NU Online
Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengatakan salah satu golongan dari tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan di hari kiamat adalah pemuda yang taat beribadah.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat gelar Tadaraus Qur'an Keliling dan Buka Bersama IPNU IPPNU Rembang di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Rabu (6/6).

"Syaabun nasya bi ibadah tillah yang artinya pemuda yang akan mendapatkan naungan Allah di hari kiamat karena ketaatannya beribadah. Nabi menyampaikan syaabun (pemuda) bukan lelaki atau perempuan, tapi pemuda," kata Bupati.

Hafidz yang juga pernah aktif di IPNU menambahkan karena jiwa dan karakter pemuda tidak stabil, IPNU IPPNU harus menjadi contoh pemuda yang taat beribadah kepada Allah dan mampu mengendalikan hawa nafsu.

Bupati menyampaikan bahwa kegiatan yang digagas IPNU IPPNU Rembang sebagai hal positif yang harus dipertahankan. "Itu (tadarus Al-Qur'an) tidak lepas dari tuntunan dan tuntutan dari agama Islam," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama KH M Munib Muslich, wakil syuriah PCNU Rembang, mengatakan Al Qur'an secara tekstual sejak turunnya sampai kiamat tidak mengalami perubahan. "Namun, hingga saat ini tetap dapat diaplikasikan di semua tempat meskipun berbeda budaya dan tradisi sebagai pedoman hidup," terangnya.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kelima yang diadakan IPNU IPPNU Rembang pada Ramadhan ini. Acara dihadiri  400 kader IPNU IPPNU dari sembilan anak cabang, tamu undangan, Banom NU seperti  Ansor dan Banser, sertasegenap alumni IPNU IPPNU.(Ahmad Humam/Kendi Setiawan)