IMG-LOGO
Daerah

312 Posko Banser Jawa Tengah Siap Sambut Pemudik

Senin 11 Juni 2018 14:30 WIB
Bagikan:
312 Posko Banser Jawa Tengah Siap Sambut Pemudik
Semarang, NU Online
Menyambut pemudik untuk merayakan Idul Fitri 2018, Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Tengah, mengaktifkan 312 Pos Komando (Posko) Mudik Banser 2018, yang melibatkan 12.480 personel.

Sejumlah personel Banser tersebut memiliki keahlian atau terlatih dalam bantuan lalu lintas dan pertolongan pertama kecelakaan. Setiap Posko, bakal ditempatkan sekitar 40 personel tiap harinya, ditambah personel cadangan. Tiap hari dibagi 2 hingga 3 shift, dan tiap shift diterjunkan sekitar 15 sampai 20 personel.

Mereka disiagakan di tempat-tempat strategis rawan kecelakaan, terminal, stasiun, pelabuhan, masjid atau mushalia dan tempat wisata di sepanjang jalur Pantura, jalur tengah dan jalur selatan di wilayah Jawa Tengah.

"Kegiatan Posko Banser ini adalah kegiatan tahunan selama masa mudik lebaran. Tujuannya untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi berbagai hal yang timbul akibat mudik," kata PJS Kasatkorwil Banser Jawa Tengah, Muchtar Makmun, Senin (11/6).

Posko tersebut didirikan di Jalur Pantura sebanyak 117 Posko, Jalur Tengah ada 117 Posko, dan Jalur Selatan ada 78 Posko.
Jalur Pantura antaralain dari Brebes sampai Rembang, meliputi Brebes 15 Posko, Kota Tegal 4 Posko, Kabupaten Tegal 18 Posko, Kabupaten Pemalang 14 Posko, Kabupaten Pekalongan 13 Posko, Kota Pekalongan 5 Posko, Kabupaten Batang 9 Posko, Kendal 13 Posko, Kota Semarang 8 Posko, Demak 6 Posko. Kemudian Kudus 1 Posko, Pati 3 Posko, Rembang 8 Posko.

"Untuk Kabupaten Jepara tidak didirikan posko, karena pertimbangannya di daerah ini cenderung bukan jalur mudik," kata Muchtar Makmun atau akrab disapa Naga Bonar.

Selanjutnya di Jalur Tengah antaralain Banyumas 49 Posko, Purbalingga 13 Posko, Banjarnegara 4 Posko, Wonosobo 13 Posko, Temanggung 8 Posko, Kabupaten Magelang 11 Posko, Kota Salatiga 3 Posko, Kabupaten Semarang 6 Posko, Boyolali 3 Posko, Grobogan 4 Posko, Blora 3 Posko.

Di Jalur Selatan, antaralain Cilacap 12 Posko, Kebumen 18 Posko, Purworejo 13 Posko, Klaten 13 Posko, Wonogiri 3 Posko, Sukoharjo 7 Posko, Kota Surakarta 3 Posko, Sragen 5 Posko, Karanganyar 4 Posko.

"Dengan total 312 Posko yang melibatkan 12.480 personel di seluruh wilayah Jawa Tengah, Banser berupaya menekan dampak negatif tradisi mudik yang sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat kita," kata Naga Bonar. (Red: Ibnu Nawawi)

Tags:
Bagikan:
Senin 11 Juni 2018 23:0 WIB
Jadikan Internet Sebagai Ajang Mengais Rejeki
Jadikan Internet Sebagai Ajang Mengais Rejeki
Memanfaatkan internet untuk kegiatan usaha
Sumedang, NU Online
Dalam rangka menambah kapasitas dan ngabuburit ramadhan, admin Instagram santri Sumedang menggelar diskusi Internet Marketing, senin (11/5) yang bertempat di Pondok Pesantren Modern An-Nur Sumedang.

Dalam kegiatan diskusi tersebut, pengelolanadmin IG santri Sumedang mengundang wakil ketua umum Ikatan Marketing Nahdlatul Ulama (IMNU) Fahmi Baihaqqi sebagai narasumber. 

Fahmi Baihaqqi dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa seorang santri yang notabennya remaja dan asik dengan internet, harus memulai mengambil manfaat dari internet tersebut. 

"jangan sampai internet hanya dipakai untuk curhat saja, tapi saat ini mulailah pergunakan untuk menghasilkan uang," ujar Fahmi. 

Dikatakan, untuk memulai usaha lewat internet harus meningkatkan skill terlebih dahulu. "Setelah kemampuan atau skill telah kita kuasai baru kita pasarkan lewat internet," lanjutnya. 

Fahmi juga menyampaikan bahwa dakwah di hari ini jika tanpa dan tidak diiringi peningkatan ekonomi susah untuk berkembang. 

"Usaha dulu baru dakwah," tegas Fahmi. 

Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa pengurus santri pondok pesantren yang ada di Sumedang, salah satunya dari pondok pesantren An-Nur Sumedang, Darul Qur'an Cimalaka, dan Al-Hikamussalafiyyah Tanjungkerta. (Nahru/Muiz)
Senin 11 Juni 2018 22:0 WIB
Bantu Para Pemudik Sebagian dari Jihad
Bantu Para Pemudik Sebagian dari Jihad
Para Personel Posko Mudik PCNU Lampung Selatan
Lampung Selatan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Selatan KH Mahfudz Attijani memberikan apresiasi kepada para anggota Banser, Ansor, Pagar Nusa, IPNU dan Muslimat NU Lampung Selatan yang telah bahu-membahu, bekerjasama memberikan pelayanan kepada para pemudik yang melintasi Kabupaten Serambi Sumatera tersebut.

"Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada sahabat-sahabat Banser NU yang telah berjihad siang malam 24 jam memberikan pelayanan menjaga dan mengamankan para pemudik," ungkapnya melalui pesan tertulis kepada NU Online, Senin (11/6).

Ia menjelaskan bahwa kiprah dan bakti sosial mereka ini dikatakan jihad karena di saat masyarakat sibuk mempersiapkan lebaran di rumah masing-masing, mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu saudara-saudara yang sedang melakukan perjalanan mudik lebaran untuk dapat bertemu dan berlebaran dengan orang tua dan keluarganya.

Jalur lintas Sumatera yang melewati Lampung Selatan memang menjadi jalur utama pemudik tujuan daerah di pulau Sumatera. Oleh karenanya dalam rangka mudik lebaran 2018, Keluarga Besar NU Lampung Selatan ikut berpartisipasi membantu  perjalanan mudik saudara-saudara yang sedang melakukan perjalanan mudik untuk berlebaran bersama orang tuanya dan saudara saudaranya yang ada di daerah sumatera yang melintasi jalan lintas Sumatera.

"Posko Mudik Lebaran KBNU Lampung Selatan bertempat di area kantor PCNU Lampung Selatan dengan alamat Jalan Trans Sumatera Km 35 Kelurahan Lubuk Kamal, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan dengan jarak dari turun kapal pelabuhan Bakauheni lurus terus sekitar 35 km sebelah kiri," jelasnya.

Untuk memberikan kenyamanan para pemudik, posko tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas di antaranya buka puasa dan minum kopi gratis, parkir luas dan aman, masjid, kamar mandi dan toilet, klinik kesehatan dan juga pijat gratis bagi pemudik yang kelelahan.

"Kami berharap para pimpinan dan pengurus NU dan stakeholders (pemangku kebijakan) untuk membantu memikirkan sahabat-sahabat Banser dengan memberikan reward (hadiah) supaya tambah semangat," ajaknya. (Red: Muhammad Faizin)
Senin 11 Juni 2018 20:30 WIB
Ini Penyebab Potensi Zakat Tidak Sesuai Harapan
Ini Penyebab Potensi Zakat Tidak Sesuai Harapan
Jember, NU Online
Potensi zakat di Indonesia sungguh dahsyat. Jika dikelola dengan baik, tidak hanya dapat membantu mengentas keterbelakangan dan kemiskinan yang diderita oleh sebagian banyak umat Islam, tapi juga bisa mengangkat derajat ekonomi masyarakat.

Demikian diungkapkan Direktur Aswaja NU Center Jember, Jawa Timur, KH Abdul Haris saat menjadi narasumber pada acara Diagra (Dialog Agama Via Udara) di Masjid Besar Al Baitul Amin, Senin (11/6).

Menurutnya, dari berbagai pemikiran yang mengemuka,  besarnya potensi dan manfaat  zakat di Indonesia, tak diragukan lagi. "Namun sayang, hal tersebut masih belum bisa direalisasikan secara optimal," katanya.

Dalam pandangan Kiai Abdul Haris, belum maksimalnya pemanfaatan zakat setidaknya  disebabkan oleh dua hal.

Pertama, terkait konsep amil atau panitia zakat yang muncul secara sporadis. “Masing-masing amil tidak ada koordinasi sama sekali, dan bekerja sendiri-sendiri,” ungkapnya. Selain itu, amil tidak punya data base tentang siapa yang wajib mengeluarkan zakat dan yang berhak menerima, lanjutnya.

"Kendala yang lain, amil tidak pro aktif, hanya menunggu muzakki atau orang yang wajib zakat,"  jelasnya.

Kedua, terkait dengan orientasi pembagian zakat. Dikatakan Kiai Abdul Haris, pembagian zakat seharusnya bukan untuk kepentingan konsumtif tapi produktif. Misalnya, untuk keperluan pengembangan usaha. Sehingga dana zakat dapat menciptakan lapangan kerja atau setidaknya memberdayakan penerima zakat.

"Harapannya kelak, mustahik yakni penerima zakat dapat berubah menjadi muzakki," jelasnya.

Koordinator Komisi Fatwa MUI Jember itu lalu mengutip sebuah penelitian bahwa potensi zakat di Indonesia mencapai Rp. 300 triliun per tahun. Sebuah angka yang sungguh luar biasa besar. Namun potensi tersebut belum bisa diarasakan manfaatnya oleh masyarakat karena dua kendala di atas.

Katanya, yang menetapkan kewajiban zakat bukan manusia tapi Allah. Sehingga dalam catatan sejarah, siapapun yang tidak membayar zakat, maka diperangi.

"Amil kalau mempunyai legalitas hukum, boleh memaksa muzakki untuk menarik zakat. Dengan demikian potensi zakat bisa digali lebih dalam," tandasnya. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG