IMG-LOGO
Daerah

Bantu Para Pemudik Sebagian dari Jihad

Senin 11 Juni 2018 22:0 WIB
Bagikan:
Bantu Para Pemudik Sebagian dari Jihad
Para Personel Posko Mudik PCNU Lampung Selatan
Lampung Selatan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Selatan KH Mahfudz Attijani memberikan apresiasi kepada para anggota Banser, Ansor, Pagar Nusa, IPNU dan Muslimat NU Lampung Selatan yang telah bahu-membahu, bekerjasama memberikan pelayanan kepada para pemudik yang melintasi Kabupaten Serambi Sumatera tersebut.

"Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada sahabat-sahabat Banser NU yang telah berjihad siang malam 24 jam memberikan pelayanan menjaga dan mengamankan para pemudik," ungkapnya melalui pesan tertulis kepada NU Online, Senin (11/6).

Ia menjelaskan bahwa kiprah dan bakti sosial mereka ini dikatakan jihad karena di saat masyarakat sibuk mempersiapkan lebaran di rumah masing-masing, mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu saudara-saudara yang sedang melakukan perjalanan mudik lebaran untuk dapat bertemu dan berlebaran dengan orang tua dan keluarganya.

Jalur lintas Sumatera yang melewati Lampung Selatan memang menjadi jalur utama pemudik tujuan daerah di pulau Sumatera. Oleh karenanya dalam rangka mudik lebaran 2018, Keluarga Besar NU Lampung Selatan ikut berpartisipasi membantu  perjalanan mudik saudara-saudara yang sedang melakukan perjalanan mudik untuk berlebaran bersama orang tuanya dan saudara saudaranya yang ada di daerah sumatera yang melintasi jalan lintas Sumatera.

"Posko Mudik Lebaran KBNU Lampung Selatan bertempat di area kantor PCNU Lampung Selatan dengan alamat Jalan Trans Sumatera Km 35 Kelurahan Lubuk Kamal, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan dengan jarak dari turun kapal pelabuhan Bakauheni lurus terus sekitar 35 km sebelah kiri," jelasnya.

Untuk memberikan kenyamanan para pemudik, posko tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas di antaranya buka puasa dan minum kopi gratis, parkir luas dan aman, masjid, kamar mandi dan toilet, klinik kesehatan dan juga pijat gratis bagi pemudik yang kelelahan.

"Kami berharap para pimpinan dan pengurus NU dan stakeholders (pemangku kebijakan) untuk membantu memikirkan sahabat-sahabat Banser dengan memberikan reward (hadiah) supaya tambah semangat," ajaknya. (Red: Muhammad Faizin)
Tags:
Bagikan:
Senin 11 Juni 2018 23:0 WIB
Jadikan Internet Sebagai Ajang Mengais Rejeki
Jadikan Internet Sebagai Ajang Mengais Rejeki
Memanfaatkan internet untuk kegiatan usaha
Sumedang, NU Online
Dalam rangka menambah kapasitas dan ngabuburit ramadhan, admin Instagram santri Sumedang menggelar diskusi Internet Marketing, senin (11/5) yang bertempat di Pondok Pesantren Modern An-Nur Sumedang.

Dalam kegiatan diskusi tersebut, pengelolanadmin IG santri Sumedang mengundang wakil ketua umum Ikatan Marketing Nahdlatul Ulama (IMNU) Fahmi Baihaqqi sebagai narasumber. 

Fahmi Baihaqqi dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa seorang santri yang notabennya remaja dan asik dengan internet, harus memulai mengambil manfaat dari internet tersebut. 

"jangan sampai internet hanya dipakai untuk curhat saja, tapi saat ini mulailah pergunakan untuk menghasilkan uang," ujar Fahmi. 

Dikatakan, untuk memulai usaha lewat internet harus meningkatkan skill terlebih dahulu. "Setelah kemampuan atau skill telah kita kuasai baru kita pasarkan lewat internet," lanjutnya. 

Fahmi juga menyampaikan bahwa dakwah di hari ini jika tanpa dan tidak diiringi peningkatan ekonomi susah untuk berkembang. 

"Usaha dulu baru dakwah," tegas Fahmi. 

Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa pengurus santri pondok pesantren yang ada di Sumedang, salah satunya dari pondok pesantren An-Nur Sumedang, Darul Qur'an Cimalaka, dan Al-Hikamussalafiyyah Tanjungkerta. (Nahru/Muiz)
Senin 11 Juni 2018 20:30 WIB
Ini Penyebab Potensi Zakat Tidak Sesuai Harapan
Ini Penyebab Potensi Zakat Tidak Sesuai Harapan
Jember, NU Online
Potensi zakat di Indonesia sungguh dahsyat. Jika dikelola dengan baik, tidak hanya dapat membantu mengentas keterbelakangan dan kemiskinan yang diderita oleh sebagian banyak umat Islam, tapi juga bisa mengangkat derajat ekonomi masyarakat.

Demikian diungkapkan Direktur Aswaja NU Center Jember, Jawa Timur, KH Abdul Haris saat menjadi narasumber pada acara Diagra (Dialog Agama Via Udara) di Masjid Besar Al Baitul Amin, Senin (11/6).

Menurutnya, dari berbagai pemikiran yang mengemuka,  besarnya potensi dan manfaat  zakat di Indonesia, tak diragukan lagi. "Namun sayang, hal tersebut masih belum bisa direalisasikan secara optimal," katanya.

Dalam pandangan Kiai Abdul Haris, belum maksimalnya pemanfaatan zakat setidaknya  disebabkan oleh dua hal.

Pertama, terkait konsep amil atau panitia zakat yang muncul secara sporadis. “Masing-masing amil tidak ada koordinasi sama sekali, dan bekerja sendiri-sendiri,” ungkapnya. Selain itu, amil tidak punya data base tentang siapa yang wajib mengeluarkan zakat dan yang berhak menerima, lanjutnya.

"Kendala yang lain, amil tidak pro aktif, hanya menunggu muzakki atau orang yang wajib zakat,"  jelasnya.

Kedua, terkait dengan orientasi pembagian zakat. Dikatakan Kiai Abdul Haris, pembagian zakat seharusnya bukan untuk kepentingan konsumtif tapi produktif. Misalnya, untuk keperluan pengembangan usaha. Sehingga dana zakat dapat menciptakan lapangan kerja atau setidaknya memberdayakan penerima zakat.

"Harapannya kelak, mustahik yakni penerima zakat dapat berubah menjadi muzakki," jelasnya.

Koordinator Komisi Fatwa MUI Jember itu lalu mengutip sebuah penelitian bahwa potensi zakat di Indonesia mencapai Rp. 300 triliun per tahun. Sebuah angka yang sungguh luar biasa besar. Namun potensi tersebut belum bisa diarasakan manfaatnya oleh masyarakat karena dua kendala di atas.

Katanya, yang menetapkan kewajiban zakat bukan manusia tapi Allah. Sehingga dalam catatan sejarah, siapapun yang tidak membayar zakat, maka diperangi.

"Amil kalau mempunyai legalitas hukum, boleh memaksa muzakki untuk menarik zakat. Dengan demikian potensi zakat bisa digali lebih dalam," tandasnya. (Aryudi Abdul Razaq/Ibnu Nawawi)
Senin 11 Juni 2018 20:0 WIB
Pasar Murah LPNU Cirebon Ramai Dikunjungi Nahdliyin
Pasar Murah LPNU Cirebon Ramai Dikunjungi Nahdliyin
Operasi pasar murah LPNU Cirebon
Cirebon, NU Online
Lembaga Perekonomian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon kembali menggelar operasi pasar murah (OPM). Kali ini, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Astanajapura menjadi tuan rumahnya.

Rais PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin menuturkan bahwa kegiatan tersebut mendapat respons yang sangat antusias dari warga Cirebon, khususnya nahdliyin.

"Ternyata yang kami lakukan ini diminati betul oleh warga Nahdlatul Ulama khususnya, masyarakat Kabupaten Cirebon pada umumnya," ujarnya kepada NU Online di tengah ramainya pengunjung di halaman Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren pada Senin (11/6).

Pasalnya, semula PCNU menyediakan 300 paket di setiap titiknya. Tetapi, permintaan membludak hingga lebih dari dua kali lipat, sejumlah 700 paket.

Kiai Wawan menuturkan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah membantu meringankan masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Tidak ada subsidi. Tetapi ini harganya harga grosir jadi relatif lebih murah," ujarnya.

Selain itu, lanjut pengasuh Pondok Pesantren Nur Arwani, Buntet Pesantren, Cirebon itu, kegiatan ini juga guna mencegah turunnya daya beli masyarakat. Adapun yang dijual pada OPM itu antara lain adalah beras, minyak goreng, bawang, gula, telur, hingga sirup.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah LPNU Kabupaten Cirebon lakukan di 14 MWCNU lainnya. OPM Ramadhan tahun ini akan berakhir esok di Pondok Pesantren, Babakan, Ciwaringin.

Sementara itu, Sulhah, salah satu warga, mengatakan terbantu dengan adanya OPM. "Cukup terbantu karena harganya terjangkau," ujarnya. (Syakir NF/Muiz)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG