IMG-LOGO
Nasional

Ahli Teologi Amerika: NU Solusi bagi Indonesia


Senin 2 Juli 2018 12:30 WIB
Bagikan:
Ahli Teologi Amerika: NU Solusi bagi Indonesia
Jombang, NU Online
Profesor Robert Carle dari Universitas King's College mengungkapkan kekagumannya kepada Nahdlatul Ulama. Hal tersebut disampaikannya setelah bertemu dengan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang, Jawa Timur. Ia datang bersama sejumlah mahasiswanya untuk mempelajari Islam ala NU di Jombang.

Menurut salah seorang ahli teologi Universitas King's College ini, ajaran Islam ala NU punya perbedaan mencolok dengan Islam yang ditampilkan kelompok keras. NU menjadi solusi di tengah gelombang ekstremis Islam yang keras dalam 30 tahun terakhir. “NU solusi bagi Islam Indonesia ketika dihadapkan dengan tantangan untuk menghentikan penyebaran teror,” katanya, Sabtu (30/6). 

Dalam pandangannya, ada kelebihan yang dimiliki NU. "Salah satu sumber daya terbaik yang Islam Indonesia miliki adalah kelompok para militan warga di dalam sebuah organisasi yang dikenal sebagai NU,” ungkapnya. 

Pada mulanya NU didirikan untuk menentang penjajahan Belanda dan untuk mengadvokasi Muslim sufi setelah muncul larangan dari muslim Arab Saudi terhadap mereka untuk berpartisipasi  dalam haji, urainya lewat pesan tertulis.

Dirinya menambahkan, NU telah berusaha untuk menyelesaikan perpecahan antara kelompok Islam modernis dan tradisionalis di Indonesia. “Selain itu NU juga melindungi kelompok agama lain dari ancaman kekacauan dan teror,” katanya. 

Hal ini terbukti setelah pemboman Surabaya beberapa waktu lalu, NU mengerahkan pasukan keamanannya sendiri untuk melindungi gereja Kristen dan melindungi seluruh warga negara Indonesia apa pun latar belakang agamanya dari para teroris.

Ia juga menandaskan, Banser sebagai organisasi warga militan Indonesia yang melambangkan hubungan baik antara Muslim dan non-Muslim di Indonesia. Ansor merupakan sayap pemuda NU. “Di Jombang saja ada 6000 anggotanya, seindonesia mencapai 10 juta," tambahnya.

Robert juga mengungkapkan kekagumannya kepada Ansor. Hal itu diketahuinya setelah banyak berdiskusi dengan Ketua PC GP Ansor Jombang, Zulfikar Damam Ikhwanto. Ia mengagumi misi Ansor yang melindungi seluruh umat manusia. Dan sikap konsistensi Ansor untuk berdialog dengan agama-agama lain.

Mereka sengaja mengunjungi Jombang karena di kota ini terdapat tokoh pluralisme KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Selain itu, kerukunan umat beragama di kota santri juga sudah teruji sejak dulu.

"Ansor ini hebat, mereka berkomunikasi dengan agama lain untuk mengetahui kapan dan di mana Banser akan dibutuhkan,” ungkapnya. 

Misalnya, salah satu Musim tersibuk bagi Banser di setip tahunnya adalah acara Natal. Maksudnya, ada banyak acara Kristen dan kebaktian gereja yang membutuhkan perlindungan. Setiap tahun Ansor dan Banser dengan suka rela mengirimkan pasukan sebagai bentuk layanan keagamaan untuk menghalangi siapa pun yang menimbulkan permusuhan dan untuk menjaga perdamaian. 

Hal lain yang membuat profesor ini kagum dengan Banser yaitu tidak mau menyerang lebih dulu sebelum diserang. Padahal di Indonesia ada lebih banyak Banser daripada polisi dan militer. "Hebatnya Banser dan Ansor ini menjunjung empat pilar utama sebagai bagian dari keyakinan mereka: komitmen agama, komitmen pemuda, komitmen masyarakat, dan komitmen nasional. Banser adalah lembaga Muslim, tetapi juga berkomitmen untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," bebernya.

Sementara itu, Zulfikar Damam Ikhwanto menjelaskan pihaknya terbuka kepada semua pihak. Termasuk dari agama lain dan negara sahabat. 

Dirinya sangat berterima kasih atas kunjungan mahasiswa Amerika Serikat ke Jombang. “Kita bisa bertukar pikiran dan menyebarkan ajaran NU tidak usah jauh-jauh ke luar negeri. Kita terbuka pada semua pihak yang ingin diskusi dan tukar pikiran dengan kita," pungkasnya. (Syarief Rahman/Ibnu Nawawi)

Tags:
Bagikan:
IMG
IMG