::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Warga Lebih Percaya Pesantren, Sekolah Negeri Sepi Peminat

Kamis, 05 Juli 2018 11:00 Daerah

Bagikan

Warga Lebih Percaya Pesantren, Sekolah Negeri Sepi Peminat
Banjarmasin, NU Online
Perkembangan teknologi membuat para orang tua resah. Kegandrungan anak menggunakan gawai, membuat para wali murid lebih mempercayakan pendidikan formal di pesantren dan madrasah.

Ini kejadian di Banjarmasin dua tahun terakhir. Adalah salah satu sekolah negeri di kawasan Kemuning, Jalan Kelayan Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengalami kekurangan siswa. Padahal sebelumnya sekolah tingkat pertama tersebut ramai peminat. Bahkan sejumlah ruangan dipastikan tidak terisi siswa.

Salah seorang guru mengemukakan awalnya semua ruangan belajar penuh. “Namun semenjak dua tahun lalu, ada ruangan tidak terisi karena tidak adanya siswa. Terlebih tahun ini pun terancam lima ruang belajar malah mubazir karena tidak berfungsi,” katanya. Hal itu disebabkan kurangnya minat siswa pada sekolah negeri, lanjutnya sebagaimana dilansir sebuah media lokal, Rabu (4/7).

Penyebabnya lantaran masyarakat setempat lebih memilih pendidikan di pesantren. "Kebanyakan warga di sini memilih memasukan anaknya ke pesantren. Para orang tua ingin agar anaknya belajar agama lebih mendalam," jelasnya.

Dirinya menyadari kawasan tersebut memang termasuk zona rawan. Khususnya pada pengaruh negatif obat-obatan. Bahkan termasuk adanya penjualan obat.

"Pokoknya di sini rawan. Jadi banyak dari orang tua siswa yang menyekolahkan anaknya ke agama terutama tentang penggunaan handphone," ungkapnya.

Mengingat hal tersebut, ia mengatakan cukup berpengaruh pada jumlah siswa. Termasuk adanya pendaftaran sistem Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB daring.

Terlebih pada tiga hari PPDB daring berjalan, hanya 29 calon siswa yang mendaftar di sekolah tersebut. Selain itu awalnya dikatakan pihaknya membuka delapan ruang kelas untuk siswa baru. Namun melihat keadaan yang terjadi, dapat tiga kelas pun pihaknya merasa bersyukur.

Bahkan rencananya, sekolah dimaksud akan membuka pendaftaran hingga kuota tiga kelas terpenuhi. “Meski PPDB daring telah berakhir nantinya,” pungkasnya. (Red: NU Online)