IMG-LOGO
Daerah

Konfercab NU Batang, Khidmat untuk Kemandirian Nahdliyin

Jumat 13 Juli 2018 7:45 WIB
Bagikan:
Konfercab NU Batang, Khidmat untuk Kemandirian Nahdliyin
Batang, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Jawa Tengah bakal menggelar Konferensi Cabang XVII pada 14-15 Juli 2018 besok. Konfercab memiliki posisi dan arti strategis bagi Nahdliyin pada khususnya dan warga Batang pada umumnya.

"Mengusung tema Penguatan Jamiyah dan Pemberdayaan Potensi untuk Kemuliaan Warga NU dan Batang sebagai Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofuur, Konfercab diharapkan dapat lebih membumikan program-program PCNU Batang agar lebih dapat dirasakan manfaatnya bagi warganya," kata Ketua Panitia Konfercab XVII, Ahmad Munir Malik saat meninjau persiapan di lokasi kegiatan yaitu Ponpes Darul Ulum, Tragung, Kandeman.

Menurutnya saat ini geliat kemandirian ekonomi warga NU sudah mulai tumbuh di antaranya dengan berdirinya Toko NUsantara di Bawang dan Gringsing, juga dengan gencarnya gerakan Koin Peduli NU yang digalang LAZSINU. "Berbagai inisiatif digerakkan oleh kader atau warga NU secara individu ataupun kelompok," paparnya.

Memilih Rais Syuriyah dan Ketua PCNU

Selain menilai laporan pertanggungjawaban PCNU masa khidmat 2013-2018 dan merumuskan program kerja 2018-2023, Konfercab juga akan memilih Rais Syuriah dan Ketua PCNU masa khidmat 2018-2023.

Dijelaskan oleh Munir, mekanisme pemilihan kali ini agak berbeda dengan pemilihan sebelumnya. "Hal ini sesuai dengan keputusan Muktamar NU di Jombang tahun 2015 yang lalu di mana Rais Syuriyah akan dipilih oleh lima orang ulama usulan dari 15 MWC NU se-Kabupaten Batang yang disebut ahlul halli wal aqdi (AHWA)," terang dia.

"Tim AHWA inilah yang akan memilih dan menentukan Rais Syuriyah PCNU Batang mendatang," lanjutnya.

Kemudian, dilanjutkan dengan pemilihan Ketua PCNU oleh 15 MWC NU yang memiliki hak suara dan 1 suara dari PCNU demisioner. Namun, semua calon Ketua PCNU terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan dari Rois Syuriah terpilih sebelum maju ke tahapan pencalonan dan pemilihan.

Materi Sidang Konfercab

Ditemui di tempat terpisah, Sekretaris Panitia, M Arif Rahman Hakim menjelaskan, dalam Konfercab nanti para peserta akan dibagi menjadi empat komisi. Pertama adalah Komisi Diniyah, membahas hal-hal menyangkut hukum keagamaan yang menjadi pertanyaan warga melalui forum bahtsul masail. Komisi Program Kerja akan membicarakan tentang rancangan program strategis yang akan direalisasikan oleh pengurus PCNU masa khidmat 2018-2023. 

Selanjutnya, Komisi Organisasi akan menyusun struktur dan job description kepengurusan PCNU mendatang. Keempat, Komisi Rekomendasi yang akan membahas tentang rekomendasi internal dan eksternal.

Hasil-hasil Konfercab tersebut nantinya akan menjadi pedoman bagi pengurus PCNU selanjutnya dalam menjalankan roda organisasi. (Red: Kendi Setiawan)

Bagikan:
Jumat 13 Juli 2018 21:0 WIB
Pergunu Fasilitasi 79 Guru Ikuti Seleksi Beasiswa S2 di UNINUS Bandung
Pergunu Fasilitasi 79 Guru Ikuti Seleksi Beasiswa S2 di UNINUS Bandung
Bandung, NU Online
Sebanyak 79 orang guru Nahdlatul Ulama mengikuti seleksi beasiswa magister (S2) jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/7).

Seleksi tersebut menindaklanjuti kerja sama antara Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat dengan Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung dalam upaya peningkatan Sumberdaya guru-guru NU di Jawa Barat.

Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung menyelenggarakan seleksi beasiswa S2 Magister Pendidikan Agama Islam di Kampus UNINUS Bandung Jalan Soekarno Hatta Nomor 530 Kota Bandung.

Menurut Ketua PW Pergunu Jawa Barat, H Saepuloh, seleksi beasiswa S2 Magister Pendidikan Agama Islam  UNINUS tersebut diikuti oleh 79 guru NU yang tersebar di Jawa Barat.

“Seleksi beasiswa ini diikuti oleh 79 guru NU yang tersebar di-Jawa Barat, mereka ada yang dari Kabupaten Karawang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasik dan Bandung Raya," ujar Saepuloh.

Selain itu, H Saepuloh menjelaskan bahwa beasiswa ini diperuntukan  bagi guru-guru NU di Jawa Barat dalam upaya untuk meningkatkan kualitas guru-guru NU.

"Beasiswa ini diperuntukan bagi guru-guru NU di Jawa Barat, mereka akan kuliah di UNINUS Bandung," tutur Saepuloh.

Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam Abdul Holik menjelaskan bahwa beasiswa pada tahun ajaran ini akan diberikan kepada 32 guru NU di Jawa Barat.

"Dari 79 peserta seleksi ini akan diambil 32 orang yang akan dapat beasiswa dari UNINUS. Beasiswa tersebut berupa pengurangan biaya pendidikan sebesar 50 persen, dengan harapan pembiayaan tersebut terjangkau oleh guru-guru NU di Jawa Barat," ucap Abdul Holik.

Lebih lanjut, Abdul Holik menjelaskan bahwa seleksi beasiswa ini merupakan angkatan ke-3 dan pada angkat ke-1 dan ke-2 Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung sudah memberikan beasiswa serupa kepada 172 guru NU untuk S2 PAI, 62 guru NU untuk S2 Manajemen Pendidikan dan 64 orang guru NU untuk S3 Ilmu Pendidikan.

"Sebelumnya kami sudah memberikan beasiswa kepada 172 guru NU untuk S2 PAI, 62 guru NU untuk S2 Manajemen Pendidikan dan 64 orang guru NU," tandas Holik. (Red: Fathoni) 
Jumat 13 Juli 2018 18:30 WIB
Generasi Muda Didorong agar Bijak Gunakan Media Sosial
Generasi Muda Didorong agar Bijak Gunakan Media Sosial
Pringsewu, NU Online
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melansir 95 persen pengguna internet di Indonesia mengakses media sosial. Berdasarkan umur, generasi muda dalam rentang usia 20-24 tahun dan 25-29 tahun memiliki angka penetrasi hingga lebih dari 80 persen pengguna internet di Indonesia.

Hal ini harus menjadi perhatian seluruh pihak umumnya dan para generasi muda sendiri khususnya agar dapat bijak dalam menggunakan media sosial.

Hal ini disampaikan aktivis dan jurnalis asal Pringsewu, Muhammad Faizin saat memberikan materi tentang Jurnalistik dan Media Sosial pada kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang dilaksanakan oleh Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, Lampung, Jumat (13/7).

Faizin mengingatkan kepada para generasi muda khususnya dan seluruh penggunan media sosial pada umumnya dengan lima prinsip dasar yang sederhana untuk membantu dalam bermedia sosial dengan cerdas. Prinsip tersebut terhimpun dalam istilah THINK yaitu True, Helpful, Illegal, Necessary, Kind.

“Dalam bermedsos pertama kita harus think (berpikir) apakah informasi yang akan diunggah atau dibagi adalah benar? Banyak informasi yang beredar merupakan hoaks atau sudah disunting oleh banyak tangan. Kita harus mampu menelaah kebenaran isi media sosial. Misalnya dengan membiasakan mengecek ke beberapa sumber berbeda yang terpercaya seperti situs berita, ensiklopedi, ataupun bertanya langsung kepada sumbernya,” jelasnya.

Yang ke dua menurutnya adalah Helpful (bermanfaat) yaitu mempertimbangkan prinsip apakah informasi di medos bermanfaat dan mungkin dapat menolong teman dan keluarga kita yang menerimanya atau sebaliknya membawa kemudlaratan bagi orang lain.

“Ingat selalu istilah posting yang penting, bukan yang penting posting. Share (bagi) yang penting bukan yang penting share,” ingatnya.

Prinsip yang ke tiga adalah Ilegal atau menyalahi aturan atau tidak sesuatu yang akan kita posting di medsos. Teknologi lanjutnya, hendaknya digunakan untuk kebaikan dan bermanfaat bagi orang lain. Ketika mengunggah sebuah informasi, foto atau video, maka haruslah dipikirkan apakah melanggar hak cipta atau tidak.

“Sadari adanya hak cipta. Ketika kita akan memuat atau membagi tulisan atau foto, tanyakan kembali apakah si pemilik sudah setuju? Biasakan diri untuk menuliskan sumber materi yang ingin diunggah ke media sosial semisal foto atau tulisan. Jangan copy paste apalagi 'copy pasti' dan ganti nama sendiri. Mintalah izin di media sosial dengan cara menulis di komentar atau mengirimkan pesan pribadi,” anjurnya.

Ia mengingatkan bahwa dikategorikan termasuk juga dalam konten ilegal atau melawan hukum seperti konten pornografi, ujaran kebencian, penipuan hingga ancaman atau intimidasi.

Prinsip ke empat adalah prinsip necessary yaitu penting tidaknya hal yang akan diposting. Pengguna medsos ujarnya memiliki kecenderungan berbagi semua hal di media sosial. Ke mana pun pergi, apa pun yang dipikirkan, selalu ingin ditunjukkan sampai terkadang tidak sadar berbagi sesuatu yang bersifat pribadi. 

“Mari kita berpikir lagi, sedemikian perlukah kita mengunggah konten tersebut? Buatlah skala prioritas. Perlukah konten tersebut dimuat? Dari skala 1-10, di manakah posisi konten ini? Jika kurang dari 5, mari pikirkan ulang. Ingatlah selalu, bahwa apapun yang diunggah ke media sosial akan tetap berada di sana. Jejak digital akan selalu tercatat dan dapat ditelusuri dengan mudah,” tegasnya.

Prinsip dasar bermedsos yang kelima menurutnya adalah kind yaitu selalu mengunggah hal-hal yang baik, bukan sesuatu yang bersifat jahat atau negatif. 

“Apa gunanya kita mempostikan konten yang hanya akhirnya hanya mencederai perasaan orang lain? Tidak hanya konten berupa teks, tetapi juga foto dan video. Mari kita saling menghormati dan menghargai keberadaan orang lain di medsos. Hidup terlalu pendek untuk kita habiskan saling menyakiti,” pungkasnya. (Muhammad/Fathoni)
Jumat 13 Juli 2018 17:0 WIB
Banser Purwakarta 'Bikin Ulah' di Pesantren Darul Ilmi Tegalwaru
Banser Purwakarta 'Bikin Ulah' di Pesantren Darul Ilmi Tegalwaru
Banser Purwakarta salurkan bantuan rehab pondok
Purwakarta, NU Online
Puluhan pemuda yang tergabung dalam GP Ansor dan Banser Purwakarta menggeruduk Pesantren Darul Ilmi, Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat. 

Kedatangan mereka dalam rangka 'bikin ulah' dengan menyalurkan bantuan bahan material bangunan kepada pesantren yang beberapa hari lalu terkena musibah kebakaran. Kamis (12/7)

"Selama ini Banser sengaja dikesankan oleh pihak yang tidak suka dengan NU dengan cap selalu bikin ulah, ya sekalian saja kegiatan ini pun kami namakan sebagai kegiatan 'bikin ulah' menyalurkan bantuan kepada Pesantren korban kebakaran," ujar salah seorang panitia penggalangan dana, Ceceng Abdul Qodir usai menyalurkan bantuan.

Diceritakan Ceceng, setelah mendapat kabar bahwa Pesantren Darul Ilmi dapat musibah, ia bersama Keluarga Besar NU Purwakarta langsung bergerak menggalang dana kepada masyarakat, setelah dana berhasil dikumpulkan pihak panitia kemudian membelanjakan bahan material bangunan dan secara simbolis bantuan tersebut langsung diserahkan oleh KH Ahmad Anwar Nasihin, Ketua Rijalul Ansor Jabar kepada KH Saiful Millah, Pengasuh Pesantren Darul Ilmi Tegalwaru

"Penggalangan dana ini masih terus dilakukan sampai gedung Pesantren Darul Ilmi selesai direnovasi sehingga aktifitas pesantren bisa kembali berjalan seperti biasanya," tambah Pengurus GP Ansor Purwakarta itu

Dikatakan, si jago merah melahap salah satu gedung Pesantren Darul Ilmi yang memiliki 2 lantai sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, tidak diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut karena pada saat kejadian para santri sedang tertidur pulas namun semuanya selamat dan tidak memakan korban jiwa. (Aiz Luthfi/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG