::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Sekjen PBNU Luncurkan Buku Nasionalisme Kaum Sarungan

Kamis, 19 Juli 2018 19:35 Nasional

Bagikan

Sekjen PBNU Luncurkan Buku Nasionalisme Kaum Sarungan
Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Helmy Faisal Zaini meluncurkan buku terbarunya berjudul Nasionalisme Kaum Sarungan di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Kamis (19/7).

Istilah Kaum Sarungan, kata Helmy digunakan untuk menegaskan posisi kaum santri sebagai salah satu elemen bangsa yang tidak bisa dinafikan perannya. Pasalnya, mengutip pernyataan pendiri Budi Oetomo, Soetomo, Helmy mengatakan, “Jauh sebelum pemerintahan Hindia Belanda mendirikan sekolah-sekolah, justru pondok pesantrenlah yang telah menjadi sumber pengetahuan dan mata air ilmu bagi masyarakat di Nusantara sebulat-bulatnya.”

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa sarungan merupakan simbol orang cerdas dan berakhlakul karimah. Sebab, kata Kiai Said, orang sarungan mengedepankan sikap tawasuth (moderat) dan tasamuh (toleran). Dua sikap itu lahir dari kecerdasan dan akhlak.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi yang diisi oleh Redaktur Pelaksana Kompas Muhammad Bakir dan guru besar Universitas Nasional Australia Greg Fealy. Diskusi tersebut dipandu oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Masduki Baidlowi.

Sebelum Kiai Said memberikan testimoninya, ia membubuhkan tanda tangan pada replika buku yang sudah disiapkan. Selain Kiai Said, Greg Fealy dan Muhammad Bakir juga memberikan tanda tangannya. Wakil Ketua Umum PBNU H Makshum Mahfudz dan Ketua PBNU H Robikin Emhas juga melakukan hal yang sama.

Diskusi yang dihadiri oleh puluhan orang dari berbagai kalangan itu juga diramaikan dengan pembacaan salah satu tulisan yang terdapat dalam buku tersebut oleh Kendy Setiawan, salah satu redaktur NU Online. (Syakir NF/Zunus)