::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Ma’ruf Khozin: Kriteria Istri Salihah Bukan karena Langsing 55 Kg

Kamis, 19 Juli 2018 20:45 Nasional

Bagikan

Kiai Ma’ruf Khozin: Kriteria Istri Salihah Bukan karena Langsing 55 Kg
Surabaya, NU Online
Sedang ramai di media sosial bahwa di antara kriteria istri salihah adalah perempuan yang memiliki berat badan 55 kilogram ataupun langsing. Penjelasan tersebut langsung dibantah oleh KH Ma'ruf Khozin. 

"Kriteria istri salihah bukan dilihat dari penampilan fisik, termasuk berat badan," katanya, Kamis (19/7).

Dalam pandangan tim narasumber Pimpinan Wilayah Aswaja NU Center Jawa Timur ini, ada sejumlah kriteria yang dapat disematkan kepada istri salihah. 

"Sebaik baiknya istri adalah perempuan yang membahagiakan saat engkau melihatnya," kata alumnus Pondok Pesantren Ploso Kediri tersebut.

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Thabrani dari Abdullah bin Salam juga disebutkan syarat lanjutan. 

"Yakni yang mematuhi saat sang suami memerintahnya, serta menjaga diri dan harta suami saat tidak di dekatnya," ungkapnya. "Bahkan bisa jadi istri yang memiliki berat badan lebih dari 55 kilogram itu pertanda bahwa sang suami berhasil membahagiakannya," urai Kiai Ma'ruf Khozin.

Lebih lanjut, aktivis Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jatim ini menyampaikan hadits lain tentang kriteria perempuan atau istri salihah. 

"Di hadits yang lain disebutkan bahwa sebaik-baik istri adalah yang dapat memiliki banyak anak dan penyayang kepada keluarga," katanya yang mengemukakan bahwa hadits tersebut diriwayatkan Al-Baihaqi.

Dalam pandangannya, kalau Nabi Muhammad menganjurkan menikah dengan perempuan yang reproduksi bagus, otomatis akan memiliki berat badan lebih. 

"Dan Nabi tidak menjadikan langsing sebagai pertanda kesalihan seorang istri," ungkapnya.

Terkait dengan kondisi fisik istri Nabi Muhammad, Siti Aisyah, Kiai Ma'ruf memberikan argumen. 

"Beliau tidak punya putra dengan Rasulullah. Dan saat menikah, sampai Nabi Muhammad SAW wafat pun Sayyidah Aisyah masih muda," pungkasnya.
 
Seperti sedang menjadi perbincangan ada salah seorang ustadz yang menerangkan bahwa istri salihah adalah perempuan yang memiliki berat badan tidak lebih dari 55 kilogram. Sang ustadz yang mengakui sebagai lulusan salah satu kampus terkenal di Mesir tersebut mengemukan pandangannya dalam sebuah tayangan video yang mendapat tanggapan beragam dari warganet. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)