IMG-LOGO
Daerah

Bukan Hanya Ceramah, Desain Grafis Pun Bisa Jadi Media Berdakwah

Ahad 22 Juli 2018 16:0 WIB
Bagikan:
Bukan Hanya Ceramah, Desain Grafis Pun Bisa Jadi Media Berdakwah
Ngaji Desain Sesi Ke-2
Lampung Tengah, NU Online
Di era digital saat ini lahan dakwah terbuka lebar bagi siapapun yang tertarik untuk menekuninya. Saat ini, dakwah tidak hanya dimonopoli oleh orang yang pintar berceramah. Dakwah juga bisa dilakukan siapa saja yang memiliki ketertarikan dan kemampuan dalam bidang desain seni grafis. Dengan kemampuan mengolah gambar atau video, seseorang mampu menyebarkan dakwah yang menyejukkan di era media sosial yang penuh dengan hal-hal negatif saat ini.

Desain grafis mampu menjadi salah satu media dakwah Aswaja yang mumpuni karena di era digital ini tidak semua masyarakat tertarik dengan ucapan dan tulisan. mereka lebih memahami dan tertarik dengan gambar dan video design yang dihasilkan dari orang-orang kreatif.

Hal ini diungkapkan Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Provinsi Lampung Hj Malikhah Saadah saat memberikan motivasi kepada peserta Ngaji Desain Grafis sesi ke-2 yang diselenggarakan di aula MTS As-Saadah Pondok Pesantren Darus Saadah Lampung Tengah, Sabtu (21/7).

Ning Malikhah, begitu Putri Rais Syuriyah PWNU Lampung ini biasa disapa, juga mengungkapkan bahwa disamping sebagai sarana berdakwah, kemampuan dalam bidang seni desain grafis juga sangat prospektif dan dibutuhkan di manapun berada di era milenial saat ini baik saat bekerja, berbisnis atau bersosialisasi.

"Dengan menguasai desain grafis, kita lebih leluasa mengekspresikan kreatifitas kita dengan membuat karya seni yang menginspirasi banyak orang dan dinikmati semua kalangan," tambahnya.

Dari sisi bisnis juga terangnya, peluang usaha di dunia grafis lumayan menjanjikan. Apalagi sebentar lagi akan dihelat hajat demokrasi pemilihan anggota legislatif dimana para caleg membutuhkan alat sosilisasi murah dan menarik dari segi tampilan.

"Kami berharap para generasi muda NU mampu menangkap peluang ini dan menguasai dunia media informasi khususnya dunia grafis," harap Ning Malikhah.

Ngaji Desain Grafis sesi ke dua ini merupakan kelanjutan dari sesi pertama yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Kantor PCNU Lampung Tengah. Pada sesi kali ini peserta melakukan pendalaman materi dan mengulas secara detail teknik-teknik tingkat lanjut desain grafis yang dipandu oleh tutor Andika Wijaya dari PW GP Ansor Lampung.

Di sela-sela kegiatan, Andika Wijaya mengatakan bahwa sesi ke dua kali ini hanya diikuti oleh beberapa peserta yang dianggap mampu menerima materi lanjutan. Ia berharap pada pertemuan ke dua tersebut para peserta sudah mampu membuat kartu nama dan desain ucapan selamat untuk diviralkan di media sosial.

"Peserta Ngaji Desain Grafis sesi ke dua atau level 2 ini diikuti oleh rekan dan rekanita IPNU-IPPNU, sahabat PMII, santri dan warga NU sebanyak 23 orang," terangnya. (Muhammad Faizin)
Bagikan:
Ahad 22 Juli 2018 23:30 WIB
Tiga Golongan Manusia Hadapi Al-Qur'an
Tiga Golongan Manusia Hadapi Al-Qur'an
KH Muin Abdurrahim mengisi pengajian tafsir Jalalain
Banjar, NU Online
Pengasuh Pesantren Miftahul Huda, Kota Banjar, Jawa Barat, KH Muin Abdurrahim menguraikan dalam awal surat Al-Baqarah, Allah swt telah menerangkan mengenai adanya tiga golongan manusia dalam menyikapi Al-Qur'an.

"Pertama yaitu golongan orang mukmin, yang kedua yaitu golongan orang kafir yaitu orang yang telah Allah kunci mata hati, pendengaran, dan penglihatan mereka," kata Kiai Muin dalam pengajian rutinan Tafsir Jalalain, Ahad (22/7).

Ia mengatakan suatu nasihat jika didengar orang kafir, masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Hal itu karena telah dikunci hatinya oleh Allah swt. "Matanya dalam kebaikan juga melihat, tapi buta. Mata hati mereka tidak melihatnya. Dan akan mendapat adzab yang kuat dan langgeng," ujarnya. 

Dengan mengartikan kata demi kata yang diikuti oleh para santrinya, ulama kharismatik NU Kota Banjar itu melanjutkan penjelasan ayat berikutnya. "Yang ketiga adalah golongan orang munafik. Jadi, munafik itu, antara yang dihati dan diucapkan tidak sama. Dihati bilang B, dimulut bilang A," katanya.

Orang munafik, lanjut Kiai Muin, didunia tidak kerasa, tapi disiksa oleh Allah ketika di akhirat. Orang-orang munafik itu cirinya ada tiga. Seperti yang disabdakan oleh Nabi Agung Muhammad SAW dalam hadist. Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat. (HR Bukhari)

"Dan orang munafik akan menempati kerak di neraka," tambahnya.

Orang munafik juga adalah orang yang bodoh, tetapi mereka tidak menyadari bahwa mereka orang bodoh. Orang munafik tidak melihat barang-barang yang ada di sekelilingnya. Mereka bingung dan kehilangan jalan. Ketika mereka mati, maka datang rasa takut dan akan mendapat siksaan.

"Mereka itu adalah orang-orang yang tuli, dan tidak mau mendengarkan barang yang haq (kebenaran). Mereka tidak mau berbicara kebaikan, dan mereka tidak mau menyampaikannya. Buta dari jalan hidayah. Mereka tidak mau kembali dari kesesatan, tidak mau kembali kapada petunjuk Allah swt," urainya lagi.

Sebelum mengakhiri kajian, Kiai Muin berdoa semoga kita tidak termasuk kedalam orang munafik. (Siti Aisyah/Kendi Setiawan)

 
Ahad 22 Juli 2018 22:30 WIB
Pelantikan Pengurus NU Kota Tarakan Dihadiri Kiai Said
Pelantikan Pengurus NU Kota Tarakan Dihadiri Kiai Said
Pelantikan PCNU Kota Tarakan dihadiri Kiai Said
Tarakan, NU Online
Ratusan warga memadati halaman Masjid Al-ma’arif Jalan Yos Sudarso setelah shalat isya, Selasa (17/7) lalu. Mereka mengikuti sekaligus menghadiri undangan pelantikan dan pengajian akbar Halal Bi Halal yang dilaksanakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Abdul Rahim, ketua panitia pelaksana mengatakan dalam pelantikan PCNU Kota Tarakan ini merupakan momen yang sangat istimewa, karena dalam pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pada kesempatan itu, Kiai Said menyampaikan bahwa pentingnya manusia membangun sebuah negara dengan ilmu dan tentu saja sesuai bidang maupun  kapasitasnya. “Membangun jalan, gedung, hotel, serahkan kepada arsitek atau teknokrat. Begitu pula dalam hal agama, serahkan kepada ahlinya," tuturnya.

Sebelumnya, kedatangan Kiai Said disambut dengan antusias. Hal itu sudah tampak saat penjemputan di Bandara Internasional Juwata Tarakan. Tidak hanya panitia maupun badan otonom organisasi Nahdlatul Ulama, melainkan  unsur pemerintahan Kota dan provinsi turut menyambut Kiai Said.

Terlihat dalam acara itu di antaranya Wali Kota Tarakan, Wakil Gubernur Kalimantan Utara, dan sejumlah organisasi lintas daerah seperti organisasi masyarakat yakni Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara, Laskar Pemuda Adat Dayak, Dewan Adat Dayak-Tidung. (Rendy Aditya Paraja/Kendi Setiawan)



Ahad 22 Juli 2018 22:0 WIB
PORSEMANAS 2018
Ma'arif Pringsewu Jadi Duta Lampung di Ajang Porsemanas I
Ma'arif Pringsewu Jadi Duta Lampung di Ajang Porsemanas I
Kontingen Lampung di Porsemanas I
Pringsewu, NU Online
Kabupaten Pringsewu menjadi duta Provinsi Lampung pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Ma'arif Nasional (Porsemanas) I yang akan dilaksanakan di Kota Malang, Jawa Timur pada 23-27 Juli 2018. Pringsewu mengirim atlet  terbaiknya pada ajang perlombaan olah raga dan seni terbesar bagi pelajar Ma’arif se-Indonesia ini.

Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Pringsewu Ahmad Rifa’i mengatakan bahwa kontingen yang menjadi duta Provinsi Lampung terdiri dari 4 orang atlet dan 2 orang ofisial.

“Kami dari LP Ma’arif Pringsewu mewakili Provinsi Lampung mengirimkan siswa Ma’arif Pringsewu yang sudah berpengalaman serta meraih prestasi di tingkat Provinsi Lampung,” katanya kepada NU Online, Ahad (22/7)

Adapun ke empat atlet tersebut akan turun pada lomba lari 100 meter putra, lari 100 meter putri, kaligrafi dan bulu tangkis. Sebelum bertolak ke Malang, atlet tersebut telah berlatih intensif untuk meraih prestasi terbaik guna mengharumkan nama Kabupaten Pringsewu dan Provinsi Lampung.

"Kita berharap para atlet dari siswa dan siswi Ma’arif yang sudah sering meraih prestasi di tingkat provinsi ini mampu meraih prestasi di event nasional ini. Porsemanas I menjadi pengalaman terbaru bagi mereka untuk melatih mental juara dan menjadi pembuktian meraih prestasi untuk mengharumkan Lampung di kancah Nasional,” katanya.

Kiprah para atlet ini juga nantinya jelas Rifa’i, akan memotivasi dan menginspirasi siswa dan siswi Ma’arif lainnya khususnya di Kabupaten Pringsewu untuk mengasah kemampuan di bidang olah raga dan seni demi masa depan yang lebih baik.

Ditanya tentang target, Rifa’i berharap para atletnya akan meraih juara di setiap tangkai perlombaan yang diikuti. “Tentunya kita berharap akan meraih juara satu semua. Tapi namanya perlombaan kita tidak tahu. Minimal kita bawa pulang piala,” tandasnya. (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG