IMG-LOGO
Daerah

Pagar Nusa Mimika Gagas Rembug Pendekar

Jumat 3 Agustus 2018 0:30 WIB
Bagikan:
Pagar Nusa Mimika Gagas Rembug Pendekar
Mimika, NU Online
Hidup di perantauan memiliki tantangan keamanan yang lebih berat daripada di kampung halaman sendiri. Inilah yang dirasakan Nahdliyin Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Salah upaya untuk meningkatkan rasa aman sekaligus sarana aspirasi bakat dan minat, Pagar Nusa Mimika pada Rabu (1/8) bakda shalat Isya, mengggelar pertemuan para pendekar Pagar Nusa. Hadir di acara ini Koordinator area Al Akbar, Ustadz Bukhori; area Mushala Al Ikhlas Kompleks Demak, Deni; area Masjid An- Nur, Ustadz Muhajir dan Fatkhur. Selain itu

Selain itu pada acara yang berlangsung di Masjid Al Akbar Jl Hasanuddin Timika turut hadir anggota Pagar Nusa Kompleks Demak.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Wakil Ketua PCNU Mimika, Sugiarso yang berkeinginan ngumpulne balung pisah; atau mengumpulkan saudara yang terserak para pendekar Pagar Nusa yang ada di Mimika.

"Sebenarnya banyak warga Pagar Nusa yang ada di Timika ini. Di sekitar Jl Hasanuddin ini ada, di SP2, ada yang jualan bakso, penyetan, karyawan dan lainnya," ungkap Koordinator Pagar Deni area Mushala Al Ikhlas, Deni.

Sementara itu Wakil Ketua PCNU Mimika, Sugiarso mengatakan NU berkepentingan agar Pagar Nusa bisa berkembang karena Pagar Nusa adalah Pagar Negara, pagar kiai dan pagar masyarakat untuk menciptakan keamanan.

"Kita belajar silat cocok di Timika untuk media dakwah agar pemuda tertarik ke masjid dan ikut kegiatan sekaligus bela diri dan keluarga saat dibutuhkan," jelas Sugiarso.

Dia melanjutkan bahwa penting untuk mendata dan mengundang para pendekar Pagar Nusa yang ada di Mimika ini untuk diajak rembug bersama untuk kemajuan Pagar Nusa.

Ia pun meminta bantuan para koordinator area untuk mendata para pendekar Pagar Nusa yang belum bergabung untuk diundang dalam acara Rembug Pendekar. Rembug ini diharapkan bisa menghasilkan komitmen untuk pengembangan Pagar Nusa, penyelenggaraan event, kerja bakti, promosi, dan atraksi serta perluasan anggota baru ke sekolah-sekolah yang ada di Mimika sehingga bisa menjadi salah satu ekstra kurikuler di sekolah.

"Saya setuju sekali diadakan rembug pendekar ini agar bisa menyatukan langkah. Brosur dan pamflet dibuat satu namun di situ ditulis lokasi latihan, koordinatornya, serta pendaftarannya. Kesannya lebih bagus daripada buat brosur dan pamplet sendiri sendiri," jelas Ustadz Muhajir menanggapi ide rembug pendekar.




Sebagai informasi, prestasi Pagar Nusa Mimika cukup membanggakan dengan keikutsertaannya di Pawai Muharam dan kegiatan Hari Santri Nasional tahun lalu, termasuk pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyyah. Pada bulan Pebruari yang lalu Pagar Nusa Mimika berhasil keluar sebagai juara 2 atas nama Rijal Maulana Karimdan Juara 3 atas nama Muammar Ghalib dalam ajang Kejuaraan Cabang Mimika yang diadakan di Gedung Arrahman Timika.

Pagar Nusa Mimika juga terlibat dalam pengamanan Istighatsah Kubra Mei lalu dan Tabligh Akbar KH Anwar Zahid Bojonegoro bulan ini di Mimika. (Red: Kendi Setiawan)
Bagikan:
Jumat 3 Agustus 2018 23:0 WIB
Tingkatkan Kapasitas, Kader Muslimat Wonosobo Ikuti Pelatihan Olah Makanan
Tingkatkan Kapasitas, Kader Muslimat Wonosobo Ikuti Pelatihan Olah Makanan
Kader Muslimat NU Wonosobo latihan olah makanan
Wonosobo, NU Online
Guna meningkatkan potensi dan sumberdaya dalam ranah pengelolaan bahan pangan, sebanyak 44 kader Muslimat Ranting Tlogojati, Wonosobo mengikuti Pelatihan Pengolahan makanan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Wonosobo, bertempat di Dusun Gedegan, Tlogojati, Wonosobo, Rabu (1/8).

Kader Muslimat yang sekaligus menjadi tim pelaksana kegiatan Warsinah menyampaikan, pelatihan tersebut diadakan di semua desa se-Kabupaten Wonosobo.

"Sebenarnya kegiatan ini bertujuan agar semua warga Wonosobo, khususnya ibu-ibu rumah tangga mempunyai ketrampilan yang luar biasa dalam pengelolaan bahan pangan dari hasil panen mereka sendiri, mengingat mayoritas pekerjaan di Wonosobo adalah Petani," ujar Warsinah.

Warsinah berharap, output dari pelatihan tersebut ibu-ibu Muslimat NU di desa mampu mengelola hasil dari panen mulai dari menanam, memanen, hingga proses produksi hasil panen atau penjualan hasil panen.

Pada tahun anggaran 2018 ini, menurut warsinah Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah menganggarkan dana Rp50 juta dari dana APBD untuk 7 desa dengan sasaran 280 peserta. (Taqwin/Nahru/Muiz)
Jumat 3 Agustus 2018 22:30 WIB
Bina Kader Mufassir, Rektor Unsiq: Allah Tak Manfaatkan Kekuasaan
Bina Kader Mufassir, Rektor Unsiq: Allah Tak Manfaatkan Kekuasaan
Workshop mufassir mahasiswa Unsiq Wonosobo
Wonosobo, NU Online
Sudah menjadi agenda tahunan Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (Prodi IAT) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Sains Al-Qur'an (Unsiq) Wonosobo menyelenggarakan Workshop dan Praktikum Pendidikan Kader Mufassir bagi Mahasiswa tingkat akhir Progdi IAT.

Begitupun Tahun 2018, Pendidikan Kader Mufassir Progdi IAT bekerjasama dengan Asosiasi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (AIAT) dilaksanakan dari 28 Juli-8 Agustus di gedung FSH Unsiq. 

Dalam Pendidikan Kader Mufassir angkatan II tahun ini mahasiswa tingkat akhir di godok langsung oleh dosen yang mahir dalam bidang Ilmu-ilmu Tafsir guna menjadi Mufassir yang berkapasitas dan kompeten. 

Tidak terkecuali Rektor Unsiq Kiai Muchotob Hamzah turut serta membina kader Mufassir. Saat menerangkan Ayat 1-2 Surat Al-Hasyr pria yang akrab di panggil Abah oleh mahasiswa tersebut menerangkan bahwasannya kekuasaan Allah tidak terbatas dan tidak ada batasannya. 

Namun menurutnya, meskipun kekuasaan Allah tidak terbatas tetapi Allah tetap Maha Kasih lagi Maha Sayang. "Huwal Aziizul Hakiim, Allah memang perkasa tapi tetap bijaksana," ujar Kiai Muchotob. 

Kiai Muchotob juga menyampaikan bahwa Allah tidak memanfaatkan kekuasaan-Nya untuk dirinya sendiri. "Berbeda dengan bangsa kita, diberi kekuasaan (jabatan) sedikit saja sudah menyalahgunakan posisinya," lanjut Kai Muchotob.

Di depan 60 kader mufassir Kiai Muchotob juga menegaskan, seorang mufassir harus lebih teliti menafsirkan sebuah ayat, berhati-hati, serta tidak mudah menafsirkan secara harfiah dan tekstualnya saja, melainkan dengan kontekstualnya. (Sholeh Nahru/Muiz)
Jumat 3 Agustus 2018 22:0 WIB
Santri Entrepreneur Tiga Jam Berlatih Menjadi Qari
Santri Entrepreneur Tiga Jam Berlatih Menjadi Qari
Santri entrepreneur Ar-Ridwan latihan qari'
Wonosobo, NU Online
Puluhan santri Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo terlihat antusias mengikuti pelatihan Ilmu Naghom bersama Ustadz Ahmad Mufid, Rabu (1/8) yang dilaksanakan di Aula Pesantren Entrepreneur Ar-Ridwan. 

Menurut pengasuh Pesantren Entrepreneur Ar-Ridwan Kiai Abdullah Maksum, kegiatan pelatihan tersebut ke depannya akan dilaksanakan secara rutin.

"Ke depannya pelatihan Ilmu Naghom akan dilaksanakan terus dan diisi oleh Ustadz Ahmad Syukur, santri Ar-Ridwan yang pernah mendapatkan tiga kali juara provinsi dan berkesempatan mewakili Jawa Tengah dalam acara MTQ Nasional di Aceh 2017," ujarnya kepada NU Online, Kamis (2/8).

Dikatakan, ada lagi Ustadz Ahmad Mufid seorang qori nasional yang pernah menjadi aktivis dakwah serta menjadi guru qori di Papua, dan kini beliau kembali ke kampung halamannya di Wonosobo.

Dikatakan Kiai Maksum, pelatihan tersebut juga dilatarbelakangi oleh banyaknya minat bakat santri akan seni Naghom Al-Qur'an serta merupakan upaya mempersiapkan para santri agar siap terjun di masyarakat dalam hal apapun.

"Hal ini dapat menjadi langkah awal mendorong dan memotivasi guna mengembangkan bakat minat para santri agar nantinya muncul qari-qariah muda di Wonosobo," pungkas Kiai Maksum. (Sofianto/Nahru/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG