Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
HUT KE-73 RI

Seniman Jombang Gelar Upacara Bendera Berbahasa Jawa

Seniman Jombang Gelar Upacara Bendera Berbahasa Jawa
Seniman Jombang gelar upacara HUT RI berbahasa Jawa
Seniman Jombang gelar upacara HUT RI berbahasa Jawa
Jombang, NU Online
Para Seniman di Kabupaten Jombang tak ketinggalan untuk ikut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Republik Indonesia (RI) dengan melakukan upacara bendera memakai bahasa Jawa, Jumat (17/8).

Upacara yang dilakukan di Sanggar Tari Lung Ayu tepatnya di Dusun Subentoro, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang selain diikuti oleh anggota seniman, juga masyarakat sekitar ikut bergabung memeriahkan upacara ini.

Peserta perempuan yang hadir tampak memakai baju kebaya dan kain batik. Sementara untuk pria memakai baju batik,  celana hitam dan blangkon.

"Acara ini pertama dilakukan pada tahun 2013, tapi sebenarnya idenya muncul pertama kali tahun 2012 lalu," jelas penanggungjawab acara Dian Soekarno.

Menurut Dian, tujuan membuat upacara pakai adat Jawa untuk menjaga kearifan lokal. Karena itu sangat penting, apalagi budaya lokal adalah ujung tombak dari budaya nasional, sehingga dibutuhkan untuk era sekarang dan seterusnya.

"Tujuannya pakai adat Jawa ini untuk mengedepankan dan mewujudkan nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat khususnya di era sekarang terutama bagi anak-anak," tambah Dian.

Dian mengaku prihatin melihat fenomena bahwa bahasa ibu (Jawa) itu semakin ditinggalkan di masyarakat. Terutama  bahasa Jawa halus, seolah-olah bahwa itu bukan suatu yang penting.

"Kami ucapkan, dumateng poro kadang sutrisno Budoyo sak indenge Nusantoro sumber ambal Warso saking pitung ndoso tigo pengetan proklamasi bongsor Indonesia mugi-mugi lestari Widodo nir sambikolo salaminyo nuwun (Kepada para keluarga pecinta budaya se-Nusantara selamat hari kemerdekaan Ke-73. Semoga Indonesia tetap lestari. Terimakasih)," bebernya.

Mantan jurnalis ini menjelaskan, selain menggelar upacara dalam bentuk bahasa Jawa, panitia juga menggelar berbagai jenis lomba setelah upacara. Dan tidak ketinggalan syukuran dan doa bersama untuk arwah para pahlawan yang telah wafat dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Nanti juga ada lomba-lomba, lebih meriah lagi," pungkas Dian. (Syarif Abdurrahman/Muiz)
BNI Mobile