IMG-LOGO
Daerah
HUT KE-73 RI

Pahlawan Bukan Hanya Orang yang Berperang

Senin 20 Agustus 2018 1:0 WIB
Bagikan:
Pahlawan Bukan Hanya Orang yang Berperang
KHM Sulthon Abdul Hadi
Jombang, NU Online
Pengasuh Pesantren Al-Hikmah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Jawa Timur KH Muhammad Sulthon Abdul Hadi menjelaskan, hakikatnya pahlawan kemerdekaan itu bukan saja orang yang berjuang di medan perang saja, tetapi orang yang juga membantu pejuang merebut kemerdekaan layak disebut pahlawan.

Orang yang membantu pahlawan kemerdekaan itu terbagi dalam beberapa jenis. Ada yang membantu merawat luka para pejuang, ada juga yang membantu lewat sokongan dana dan ada juga yang membantu membawa peralatan dan menyediakan senjata. Selain itu, orang yang menyediakan makan dan minum untuk para pejuang juga punya jasa buat negara.

"Sebenarnya pengertian pahlawan tidak hanya orang yang berjuang melalui perang saja. Orang yang membantu orang untuk berjuang atau berperang juga layak disebut seorang pahlawan," katanya di Jombang, Sabtu (18/8).

Kiai Sulton menyebutkan, pahlawan punya kesabaran tingkat tinggi sehingga bisa berhasil merebut kemerdekaan. Tanpa sikap sabar tentu kemerdekaan hanya angan belaka. Dengan sabar, para pahlawan terus istiqomah dalam berjuang siang-malam, keluar masuk hutan dan meninggalkan keluarga.

"Bahwa salah satu ciri dari sifat sabar ialah orang yang selama mendapat ujian dia tak pernah memberikan atau menceritakan cobaan tersebut kepada manusia lainnya. Ini mudah diucapkan tapi susah dilakukan," tambahnya.

Tak berhenti pada sabar, karakter pahlawan juga mampu bersyukur dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan memperbanyak doa setelah proklamasi dan setiap tanggal 17 Agustus. Syukur juga diwujudkan dengan mengisi kemerdekaan dengan serius merawat negara Indonesia.

"Dilanjutkan dengan syukur, syukur itu ada yang billisan (hanya ucapan saja) dan syukur haqiqi. Syukur kedua ini yaitu dengan menunjukkan dengan perbanyak ibadah, doa, perbuatan baik dan bersedekah," pungkas Kiai Sulton. (Syarif Abdurrahman/Muiz)
Tags:
Bagikan:
Senin 20 Agustus 2018 22:0 WIB
JRA Peduli Bangsa, Kumpulkan Donasi Lombok Lewat LAZISNU
JRA Peduli Bangsa, Kumpulkan Donasi Lombok Lewat LAZISNU
JRA Jombang serahkan donasi untuk Lombok
Jombang, NU Online
Sikap empati terhadap korban gempa Lombok yang terjadi bertubi-tubi masih terus dilakukan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Berbagai elemen masyarakat dengan caranya sendiri menggalang donasi untuk kemudian disalurkan ke Lombok melalui instansi atau lembaga-lembaga yang dipilihnya.

Terbaru kemarin, Ahad (19/8) melalui kegiatan Jam'iyah Ruqyah Aswaja (JRA) Peduli Bangsa yang juga dilaksanakan kegiatan Ruqyah Massal di Aula Universitas KH Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas Jombang, donasi berhasil dikumpulkan lebih dari Rp2 juta. 

Donasi tersebut murni dari sejumlah marqi (peserta Ruqyah Massal, red) yang dikoordinir oleh pengurus JRA kala itu. Selanjutnya, donasi tersebut disalurkan melalui Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang. 

"Donasi dari Ruqyah Masal JRA untuk Lombok terkumpul Rp2.082.000 dan diserahterimakan ke PC NU Care-LAZISNU Jombang," kata Wakil Ketua JRA Jombang Ahmad Marzuki Abdau.

Ia menambahkan, aksi kemanusiaan tersebut sebagai wujud kepedulian mereka sebagai makhluk sosial. Hal ini menurutnya sudah sepantasnya dilakukan untuk membantu mempermudah mendapatkan segala kebutuhan korban di Lombok.

"Walaupun perolehan tidak seberapa namun minimal kita tulus untuk membantu agar mereka sedikit tersenyum di sana," imbuhnya. 

PC LAZISNU Jombang sendiri sejak terjadinya gempa pertama, pengurus langsung bergerak menggalang dana ke sejumlah lembaga, seperti madrasah dan pesantren. 

Di samping itu, LAZISNU juga menyiapkan nomor rekening bank untuk masyarakat yang hendak ikut membantu. Masyarakat juga bisa mendatangi kantor PC LAZISNU Jombang untuk penyerahan donasi, dan atau melalui kantor JPZIS PC Maarif NU. Hingga kini donasi yang berhasil dihimpun LAZISNU kurang lebih dari Rp150 juta. (Syamsul Arifin/Muiz)
Senin 20 Agustus 2018 20:50 WIB
Santri Harus Ambil Peran di Media
Santri Harus Ambil Peran di Media
Semarang, NU Online
Ratusan admin official instagram pondok pesantren se-Eks Karsidenan Semarang mengadakan pertemuan silaturahim, Ahad (19/8). Acara bertempat Kantor Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Semarang, Jawa Tengah.

Acara yang digagas oleh Muhammad Rifqil Muslim, admin Pondok Manbaul Hikmah Kaliwungu Kendal tersebut juga sebagai tasyakuran hari lahir (Harlah) Santri Semarang Raya yang pertama.

Dikatakan oleh Muhammad Rifqil Muslim bahwa Admin media official pesantren yang tergabung dalam regional Santri Semarang Raya ini merupakan kumpulan dari berbagai admin, yaitu admin dari Kabupaten Kendal, Semarang, Solotigo, Ungaran dan Demak.

Sebagai pembukaan acara itu, KH Hanif, selaku syuriah PCNU Semarang dalam sambutannya memberi pesan kepada seluruh admin media official yang hadir.

“Sudah saatnya santri ikut ambil peran di media, tularkan syiar-syiar pesantren yang sejuk di dunia maya,” tuturnya.

Para peserta dari perwakilan admin pondok pesantren ini sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, karena mereka sangat bersyukur bisa mendapatkan pelajaran tentang dunia siber.

“Tentunya ini sangat bermanfaat bagi kami karena Santri Semarang Raya merupakan bagian dari AIS Jawa Tengah yang tak perlu kita ragukan lagi kiprahnya di dunia maya. Komunitas yang sangat konsisten membawa nama santri dan pesantren dengan syiar yang sangat menyejukkan,” tutur Muhammad Sanaya salah satu peserta yang merupakan admin dari Pesantren Apik Kaliwungu Kendal.

Arda Billy, admin Pondok Pesantren Wali Salatiga menambahkan, bahwa kegiatan pesantren bukan hanya mengaji akan tetapi banyak kegiatan lain.

“Kita bisa lihat di Pondok Wali Saltiga, banyak kegiatan selain belajar mengaji. Contohnya ada kita memanah, bercocok tanam dan lainya,” ungkap Billy.

Acara diakhiri dengan doa penutup dan kemudian menyanyikan lagu Ya Lal Wathon bersama-sama. (Kendi Setiawan)
Senin 20 Agustus 2018 20:0 WIB
Lakpesdam NU Wonosobo Perjuangkan Kerja Layak Anak Muda dan Perempuan
Lakpesdam NU Wonosobo Perjuangkan Kerja Layak Anak Muda dan Perempuan
Lakpesdam Wonosobo gelar dialog strategis
Wonosobo, NU Online
Setelah dua bulan lalu menggelar dialog strategis Kebijakan Layak Kerja, kini Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Wonosobo menggelar Dialog Kebijakan Multi Pihak Kerja Layak Untuk Anak Muda dan Perempuan di Wonosobo yang bertempat di Hotel Surya Asia, Senin (20/8).

Pada dialog kali ini Lakpesdam menghadirkan beberapa pihak untuk membahas layak kerja untuk anak muda dan perempuan. Yakni hadir dalam diskusi tersebut sebagai pembicara Ketua Komisi A DPRD Wonosobo H Suwondo, Ketua HIPMI Wonosobo Chaoerul Anwar, Wakil Rektor I Universitas Sains Al-Qur’an H Z Sukawi, dan Direktur Infid Soegeng Bahagijo. 

Ketua Lakpesdam Wonosobo Haryanto menyampaikan, dialog tersebut selain tindak lanjut dialog Lakpesdam dua bulan lalu, menurutnya juga merupakan jawaban dari setelahnya aksi NU Wonosobo menuntut Bupati Wonosobo menutup Karaoke, yang dilihat dari sisi ketenagakerjaan banyak anak muda dan Perempuan yang bekerja di tempat Karaoke Ilegal. 

Menurut Haryanto, ketika NU memperjuangkan penutupan karaoke Ilegal, NU Wonosobo melalui Lakpesdam memperjuangkan pekerja di tempat hiburan tersebut agar mendapatkan kerja yang lebih layak. 

"Dan hasilnya nanti akan dibahas dan diperjuangkan dalam rakerda dan raperda DPRD Wonosobo 2019," ujar Haryanto. 

Dalam dialog tersebut juga dibahas terkait peningkatan ketrampilan anak muda dan perempuan di Wonosobo yang hari ini masih minim. 

Melihat hal itu, Lakpesdam NU Wonosobo mendesak kepada pemerintah agar dalam pelatihan di BLK mengadakan jenis pelatihan yang dibutuhkan oleh anak muda dan perempuan di Wonosobo sesuai SDA yang ada di Wonosobo, seperti pengolahan carica, pengolahan hasil pertanian dan lain sebagainya. 

Wakil Ketua PCNU Wonosobo Amirudin mengharap hasil dialog kebijakan tersebut dapat direspon pemerintah. "Karena sejak dulu, menurut Amirudin, Lakpesdam yang merupakan civil society mempunyai andil dalam pemerintah," ungkapnya. 

Dialog tersebut diikuti oleh pengurus NU, pengusaha muda, pemerintahan, dan beberapa akademisi Unsiq Wonosobo. (Nahru/Muiz
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG