IMG-LOGO
Fragmen

Tokoh NU KH Zainul Arifin dan Kemerdekaan Indonesia


Senin 20 Agustus 2018 12:00 WIB
Bagikan:
Tokoh NU KH Zainul Arifin dan Kemerdekaan Indonesia
Beberapa kutipan dari media massa di zaman itu menunjukkan hal tersebut. Pada 15 Juni 1944, Zainul Arifin mengeluarkan seruan yang dimuat dalam harian Asia Raja.

"Hendaknya NU menyesuaikan diri dengan keadaan zaman serta berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai kemenangan terakhir." (Asia Raja, 15 Juni 1944, p.1)

Selanjutnya dalam Musyawarah Ulama Jawa Barat dihadiri 600 ulama, 30 Juli 1944 Arifin menggugah para ulama untuk ikut berjuang,

"Tanah Jawa adalah suatu negeri yang penduduknya sebagian besar terdiri dari umat Islam, sehingga dengan sendirinya kita tidak boleh ketinggalan untuk menyelenggarakan Benteng Perjuangan Jawa. Karena itu, kedudukan kaum ulama bertambah penting. Marilah kita membaharui niat ikut berjuang dalam Benteng Perjuangan Jawa." (Harian Sinar Baroe, 1 Agustus 1944, p.3)

Selang sebulan setengah sesudah, pidato Zainul semakin bergelora menyeru umat Islam untuk menuntut dan mempertahankan kemerdekaan. Hal ini disampaikannya dalam rapat membahas pembentukan Laskar Hizbullah yang diselenggarakan Masyumi. Serunya dalam Rapat Umum Umat Islam 13 September 1944 di Taman Raden Saleh, Jakarta tersebut:

"Soal kemerdekaan dalam Islam bukanlah soal semboyan dan cita-cita saja, tetapi adalah menjadi dasar dari agama. Umat Islam yang mempunyai jiwa yang hidup harus menuntut dan mempertahankan kemerdekaan, kalau perlu dengan jiwa raganya." (Harian Tjahaja, 15 September 1944, p.1).

Selanjutnya dalam Rapat Masyumi di Banten, 15 Januari 1945 Arifin menyasar generasi muda agar mempersiapkan diri menuju kemerdekaan:

"Hanya dengan adanya pemuda-pemuda yang berani berjuang saja, keluhuran bangsa dapat tercapai." (Harian Tjahja, 18 Januari 1945, p.2)

Memang tak lama sesudahnya KH Zainul Arifin dikukuhkan sebagai Komandan Laskar Hizbullah, laskar yang ketika didirikan belum bersenjata. Namun pelatihan yang dilangsungkan di Cibarusah, Lemah Abang, Bekasi selama 4 bulan itu benar-benar merupakan kawah candradimuka bagi 500 pesertanya yang berduyun-duyun datang dari seluruh Jawa dan Madura. (Ario Helmy)

Tags:
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG