IMG-LOGO
Daerah

Alumni Darul A’mal Ingatkan Santri Tak Boleh Lupa Pesantrennya


Kamis 23 Agustus 2018 17:00 WIB
Bagikan:
Alumni Darul A’mal Ingatkan Santri Tak Boleh Lupa Pesantrennya
Reuni Pesantren Darul A'mal
Metro, NU Online
Para alumni Pondok Pesantren Darul A’mal Kota Metro, Lampung mengingatkan kepada segenap alumni dan santri pesantren untuk senantiasa mengingat pesantren di mana mereka menuntut ilmu sekaligus ikut berpartisipasi dalam mengembangkan almamater mereka agar terus berkembang dengan baik.

Pesan ini ditekankan para alumni dengan mengangkat tema Siapapun Kita dan Dimanapun Berada, Dulu Kita Pernah di Sini saat menggelar acara Reuni Akbar IV dan Temu Kangen Alumni Darul A'mal Lampung, Kamis (23/8).

"Panitia sengaja mengambil tema tersebut, sebagai gambaran bahwa santri atau alumni hendaknya jangan sampai melupakan pesantren tempatnya menimba ilmu, terlebih ilmu agama," demikian disampaikan Ustadz Mustamar Al Hafidz selaku panitia kegiatan tersebut.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 500-an alumni ini juga mengambil momen Hari Raya Idul Adha 1439 H untuk mempererat silaturrahim antar alumni, pengurus alumni Pesantren Darul A'mal Lampung.

Selain itu, reuni ini juga dilakukan untuk memperkuat dan mensyiarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah dengan salah satu agenda kegiatannya yakni ziarah maqbarah pendiri PP. Darul A'mal Almaghfurlah KH Khusnan Mustofa Ghufron.

Ketua Yayasan Darul A'mal, Gus Qodrattulloh Sidiq menjelaskan bahwa Pesantren Darul A'mal didirikan sejak 1984 oleh seorang tokoh ulama Lampung, KH. Khusnan Mustofa Ghufron, yang juga merupakan Ketua PWNU Lampung masa khidmat 1994-2001.

"Saat ini Pesantren Darul A'mal merupakan pesantren terbesar di Lampung yang menerapkan perpaduan kurikukum salafiyah dan modern yang mengelola beberapa unit pendidikan mulai dari Madrasah Diniyah Takmiliyah, TK dan SD Asuh, MTs Darul A'mal, MA Darul A'mal, dan SMK Darul A'mal jurusan TKJ, dan Tata Busana, dengan jumlah total santri 2.187 orang," jelasnya.

Untuk lebih mempererat dan mengenang kembali masa-masa dulu di pesantren, para alumni menggelar acara makan bareng menggunakan lengser (penampan) dan pembagian doorprize di akhir kegiatan. (Taufiqurrohman Hs/Muhammad Faizin)
Bagikan:
IMG
IMG